10 Aplikasi Siap Pakai di iPhone Duo, dari Delta hingga Netflix, di Tengah Isu Layar Retak
Redaksi Bit Nusantara ·

TL;DR · Ringkasan
Sejumlah aplikasi, termasuk emulator Delta, Netflix, dan Flighty, kini dioptimalkan untuk layar lipat iPhone Duo yang diumumkan Apple pada 9 September 2026. Di saat bersamaan, ponsel lipat pertama Apple itu menghadapi laporan layar retak yang telah diakui perusahaan dan dikaitkan dengan komponen engsel.
Poin kunci
- Delta, emulator gim retro, diperbarui untuk iPhone Duo agar dapat meniru pengalaman Nintendo DS yang berlayar ganda dan berdesain lipat.
- iPhone Duo memiliki layar utama 7,6 inci dan layar luar 5,4 inci; Apple mengumumkannya pada 9 September 2026.
- Apple mengakui gangguan layar dalam pada sejumlah kecil unit dan menawarkan penggantian gratis lewat AppleCare.
- Teknisi Shahram Mokhtari menduga komponen engsel menjadi penyebab retaknya layar.
- Samsung menayangkan iklan yang meniru pola retakan layar iPhone Duo di sejumlah negara.
JAKARTA, BIT NUSANTARA — Sejumlah aplikasi kini dioptimalkan untuk layar lipat iPhone Duo, mulai dari emulator gim Delta hingga Netflix dan Flighty. Penyesuaian itu memanfaatkan layar utama berukuran 7,6 inci dan layar luar 5,4 inci pada ponsel lipat pertama Apple tersebut.
Apple mengumumkan iPhone Duo pada 9 September 2026, dan perangkat itu mulai dipasarkan pada akhir Oktober 2026. Harganya dapat mencapai Rp75 juta.
Delta, emulator gim retro untuk iPhone, iPad, dan Mac, mendapat pembaruan khusus bagi iPhone Duo. Lewat pembaruan itu, aplikasi tersebut dapat menghadirkan kembali pengalaman Nintendo DS yang berlayar ganda dan berdesain lipat.
Netflix versi terbaru mampu menata tampilan sesuai layar dan orientasi iPhone Duo. Aplikasinya bisa diunduh tanpa biaya, tetapi untuk menonton kontennya pengguna tetap harus berlangganan.
Flighty menaruh peta berukuran besar berdampingan dengan informasi penerbangan di layar utama. Aplikasi ini gratis diunduh, dengan pilihan pembelian tambahan di dalamnya.
Aplikasi itu dijual US$3,99 atau sekitar Rp72.000.
MD Vinyl menampilkan piringan hitam virtual yang berputar, tersedia gratis dengan opsi pembelian tambahan. Adapun Deck-Man menyuguhkan pemutar musik bergaya kaset yang tersambung ke Apple Music, dengan harga US$4,99 atau sekitar Rp90.000.
Toastie, gim menyusun roti lapis, dilepas seharga US$2,99 atau sekitar Rp54.000. Daftar sepuluh aplikasi itu disusun berdasarkan ulasan yang terbit pada 29 Oktober 2026.
Di sisi lain, iPhone Duo diterpa laporan kerusakan. Sejak akhir Oktober 2026, para pemilik mengeluhkan layar yang retak serta garis terang pada bagian lipatan.
Sebagian pengguna mengaku mendengar bunyi gemeretak atau letupan ketika membuka ponsel, lalu mendapati retakan atau garis piksel memanjang di lipatan layar. Persoalan yang dijuluki Crackgate ini mendapat perhatian di Amerika Serikat, Australia, dan Kanada.
Beberapa laporan menyebut layar bagian dalam retak di sepanjang engsel, sementara garis juga muncul di sisi kanan layar. Keluhan itu datang setelah ponsel dipakai selama beberapa hari.
Apple secara resmi mengakui gangguan yang memengaruhi keutuhan layar dalam pada sejumlah kecil unit. Konsumen terdampak akan menerima unit pengganti tanpa biaya melalui skema garansi AppleCare.
Apple tidak menarik perangkat yang sudah beredar dan menjanjikan unit baru bagi konsumen terdampak. Perusahaan itu juga tidak membeberkan detail teknis penyebab kerusakan layar.
Teknisi Shahram Mokhtari menduga masalah tersebut kemungkinan besar bersumber dari komponen engsel. Menurut dia, tonjolan logam tajam yang menyentuh layar membuat lapisan layar retak.
Temuan itu berawal dari video pembongkaran perangkat.
Dalam analisis di video tersebut, sudut tajam pada salah satu bagian engsel diduga menekan kaca ultra-tipis berulang kali setiap ponsel dilipat dan dibuka. Tekanan itu disebut memicu retakan horizontal di area lipatan.
Penjelasan teknis lain menyebut batang penyangga yang rusak membuat komponen engsel tidak turun saat ponsel terlipat. Akibatnya, terjadi benturan dan tekanan fisik langsung ke layar.
Temuan YouTuber CuriousHagi sejalan dengan penjelasan itu karena memperlihatkan engsel penghubung ke batang tengah telah patah pada sejumlah iPhone Duo.
Samsung memanfaatkan momen tersebut.
"Anda akan melihat garis horizontal bercahaya yang membelah pemandangan sehari-hari," kata Samsung. Dalam promosinya, Samsung juga menyebut Galaxy Fold 8 bertubuh lebih tipis dan lebih ringan dibanding iPhone Duo.
Galaxy Fold generasi pertama meluncur pada 2019, dan seri ini kini sudah sampai generasi kedelapan lewat Galaxy Fold 8.
Mokhtari meyakini Apple akan memetik pelajaran dari debut ponsel lipat ini dan berpeluang mendesain ulang komponen engsel untuk generasi berikutnya.
// Analisis redaksi
pendapat Redaksi Bit Nusantara · terpisah dari fakta
Dua kabar tentang iPhone Duo ini berjalan berlawanan arah. Di satu sisi, aplikasi seperti Delta, Netflix, dan Flighty disesuaikan agar layar 7,6 inci dan layar luar 5,4 inci terpakai optimal. Di sisi lain, laporan retakan di lipatan dan pengakuan Apple atas gangguan pada sejumlah kecil unit dapat memengaruhi cara calon pembeli menimbang perangkat berharga hingga Rp75 juta itu. Pengembang yang menyesuaikan aplikasi berpotensi menggarap perangkat yang daya tahannya masih diperdebatkan, dan ini patut dicermati.
Penjelasan teknis yang beredar tampak mengarah ke engsel. Dugaan tonjolan logam tajam, sudut engsel yang menekan kaca ultra-tipis, dan batang penyangga yang rusak saling melengkapi sebagai kemungkinan penyebab. Karena Apple belum membeberkan detail teknis, kesimpulan akhir masih bergantung pada temuan pihak luar. Samsung, yang anak usahanya memasok kaca ultra-tipis bagi banyak produsen, tampak memakai momen ini untuk mempromosikan Galaxy Fold 8. Apakah tekanan citra itu mendorong Apple membenahi engsel pada generasi berikutnya, seperti diperkirakan Mokhtari, menjadi pertanyaan yang layak diikuti.
- #iPhone Duo
- #Apple
- #Delta
- #Netflix
- #Flighty
- #layar lipat