YouTube Diduga Siapkan Aplikasi Sosial Eksperimental Bernama Tamba

Redaksi Bit Nusantara ·

Peluncuran roket dengan jejak asap di atas South Padre Island, terlihat melintasi lautan.
Ilustrasi · Foto: Forest Katsch / Pexels

TL;DR · Ringkasan

Kode aplikasi YouTube untuk Android versi 21.44.534 memuat referensi ke aplikasi sosial eksperimental bernama Tamba. Temuan ini berasal dari bedah APK dan menunjukkan fitur seperti pengikut, pesan langsung, dan obrolan grup. Peluncuran publik dan waktunya belum dipastikan.

Poin kunci

  • Referensi Tamba ditemukan di YouTube untuk Android versi 21.44.534 dalam paket bernama com.google.android.youtube.sandbox.
  • Paket aplikasi memuat logo bertuliskan Tamba dan 38 ikon kustom, termasuk beranda, pencarian, kamera, kotak masuk, obrolan, dan stiker.
  • String kode mengisyaratkan pengikut, permintaan ikut, akun privat, pesan langsung, obrolan grup, dan balasan suara.
  • Pesan langsung YouTube kembali pada Juni 2026, enam tahun setelah dinonaktifkan, melalui undangan bagi pengguna 18 tahun ke atas.

JAKARTA, BIT NUSANTARA — YouTube diduga sedang menguji aplikasi jejaring sosial baru bernama Tamba. Jejaknya muncul di aplikasi YouTube untuk Android versi 21.44.534, yang memuat rujukan ke aplikasi terpisah dengan fitur sosial. Temuan itu bermula dari analisis APK oleh Android Authority.

Tamba berada dalam paket bernama com.google.android.youtube.sandbox. Kata "sandbox" dan sejumlah ikon berlabel eksperimental mengindikasikan bahwa proyek ini kemungkinan berupa eksperimen. Kode menyebut proyek tersebut sebagai "Project Sandbox", tetapi ia bukan build pengujian.

Di dalam aplikasi YouTube terdapat aset logo dengan nama Tamba. Salah satu file logo menampilkan nama itu di samping grafis mirip coretan yang memuat potongan tombol putar. Ada pula ikon bernama yt_fill_experimental_youtube_sandbox yang kemungkinan dimaksudkan sebagai ikon aplikasi.

Sebanyak 38 ikon terkait Tamba ditemukan, mencakup beranda, pencarian, kamera, kotak masuk, obrolan, stiker, dan mikrofon.

Dari sisi fungsi, string kode merujuk pada profil, pengikut, permintaan mengikuti, akun privat, pesan langsung, obrolan grup, postingan, reaksi, komentar, dan balasan. Kode juga mengisyaratkan pengguna dapat saling mengikuti, mengirim permintaan ikuti, dan menyetujuinya. Fitur suka dan komentar pada unggahan serta Shorts turut disebut.

Shorts kemungkinan dapat diputar langsung di dalam percakapan Tamba maupun dari bilah navigasi bawah aplikasi. Balasan suara dan berbagi Shorts juga tampak didukung.

Kode untuk kedua platform itu mengisyaratkan kemungkinan adanya versi iPhone.

Makna istilah "mini app" dan "Tamba" dalam string kode belum diketahui, dan keduanya mungkin hanya placeholder. Apakah Tamba akan dirilis ke publik, dan kapan, belum pasti.

Sementara itu, YouTube menghadirkan kembali pesan langsung pada Juni 2026, enam tahun setelah fitur itu dinonaktifkan. Fitur tersebut terbatas melalui undangan bagi pengguna berusia 18 tahun ke atas. Di sisi lain, Instagram menguji fitur video hingga 90 menit bernama Features.

// Analisis redaksi

pendapat Redaksi Bit Nusantara · terpisah dari fakta

Jika benar dikembangkan, Tamba dapat memberi Google jejaring sosial baru yang dibangun di atas ekosistem YouTube. Rujukan pada pesan langsung dan obrolan grup sejalan dengan kembalinya pesan langsung di YouTube pada Juni 2026, sehingga arah itu patut dicermati.

Permintaan mengikuti menyiratkan akun privat, sesuatu yang saat ini jarang ditawarkan YouTube. Di sisi lain, Instagram dikabarkan menyiapkan bayaran bagi kreator video panjang untuk Features, dan Adam Mosseri mengakui faktor ekonomi sangat berpengaruh. Kaitan langsung antara kedua langkah itu masih menjadi pertanyaan, dan status Tamba sebagai eksperimen berarti arahnya dapat berubah.