Warga RI Butuh 63 Hari Kerja untuk Beli iPhone 18 Pro Max, Daya Beli Tertekan?
Redaksi Bit Nusantara ·

TL;DR · Ringkasan
Riset Picodi Phone Affordability Index menunjukkan pekerja di Indonesia memerlukan 63 hari kerja untuk membeli iPhone 18 Pro Max. Angka itu menempatkan Indonesia di peringkat kelima Asia Tenggara dari sisi waktu kerja terpendek, jauh di belakang Singapura yang hanya butuh 8 hari.
Poin kunci
- Pekerja di Indonesia memerlukan 63 hari kerja untuk membeli iPhone 18 Pro Max menurut Picodi Phone Affordability Index.
- Singapura hanya butuh 8 hari kerja, sedangkan Vietnam 96 hari dan Filipina 98 hari.
- Penjualan global seri iPhone 18 Pro tiga pekan pertama naik 3,1%, dengan China melonjak 29% sementara Jepang turun 27%.
- iPhone 18e diprediksi meluncur pada musim semi 2027 dengan chip A20 2 nanometer.
JAKARTA, BIT NUSANTARA — Seorang pekerja di Indonesia harus menyisihkan penghasilan selama 63 hari kerja untuk bisa membeli iPhone 18 Pro Max. Temuan itu berasal dari Picodi Phone Affordability Index.
Dengan capaian tersebut, Indonesia berada di urutan kelima di Asia Tenggara dalam hal waktu kerja terpendek untuk membeli ponsel flagship Apple itu. Posisi teratas ditempati Singapura, tempat pekerja cukup bekerja 8 hari.
Negara tetangga lain berada pada kisaran yang jauh lebih panjang. Pekerja di Vietnam butuh 96 hari kerja, di Filipina 98 hari, dan di Kamboja 172 hari. Myanmar tercatat 180 hari, sedangkan Laos 183 hari.
Di pasar domestik, iPhone 18 Pro Max varian 256 GB dibanderol Rp29.499.000. Untuk varian berkapasitas 2 TB, harganya Rp58.999.000.
Di level global, permintaan terhadap seri ini justru menguat. Dalam tiga minggu pertama setelah peluncuran, penjualan seri iPhone 18 Pro naik 3,1% dari periode yang sama tahun lalu. Pendorong utamanya China, tempat penjualan melonjak 29% secara tahunan.
Pasar lain bergerak berlawanan. Penjualan di Amerika Serikat turun 4%, dan di Jepang merosot 27% dibandingkan tahun sebelumnya. Dari seluruh penjualan seri tersebut, varian Pro Max menyumbang 56%.
Sementara itu, Apple dikabarkan menyiapkan model yang lebih terjangkau. Bocoran dari pembocor Digital Chat Station menyebut iPhone 18e akan memakai chip A20 berbasis proses 2 nanometer dan satu kamera belakang 48 megapiksel. Layarnya disebut tetap OLED 6,12 inci dengan refresh rate 60Hz.
Peluncuran iPhone 18e diperkirakan berlangsung pada musim semi 2027. Kamera depannya dikabarkan naik menjadi 24 megapiksel.
Sebagai pembanding, iPhone 17e meluncur pada Maret dengan harga awal US$599 untuk kapasitas dasar 256GB. Apple juga baru memperkenalkan iPad mini berlayar OLED pertama dengan cip A20 Pro.
// Analisis redaksi
pendapat Redaksi Bit Nusantara · terpisah dari fakta
Angka 63 hari kerja dapat dibaca sebagai gambaran bahwa harga flagship berada jauh di atas kemampuan beli rata-rata pekerja, meski Indonesia masih lebih baik daripada Vietnam dan Filipina. Dengan harga Rp29.499.000 untuk varian 256 GB dan Rp58.999.000 untuk 2 TB, ponsel ini berpotensi menjadi barang aspirasional yang dibeli lewat cicilan atau tabungan panjang, bukan pembelian rutin. Pertanyaan yang patut dicermati adalah seberapa besar bagian konsumen yang benar-benar mampu membeli secara tunai.
Di sisi lain, data penjualan global menunjukkan bahwa pasar tidak seragam. Lonjakan 29% di China berpotensi menutupi pelemahan di Amerika Serikat dan Jepang, yang turun 4% dan 27%. Besarnya porsi Pro Max, yakni 56% dari seluruh penjualan seri Pro, dapat menandakan bahwa pembeli yang bertahan cenderung memilih varian termahal. Kehadiran iPhone 18e yang dirumorkan berspesifikasi lebih sederhana, bila benar meluncur pada 2027, dapat menjadi opsi bagi konsumen yang sensitif terhadap harga. Namun harga resminya belum diketahui, sehingga dampaknya terhadap daya beli di Indonesia masih menjadi pertanyaan terbuka.
- #iPhone 18 Pro Max
- #Apple
- #Picodi Phone Affordability Index
- #Daya Beli
- #Asia Tenggara