Ratusan Ribu Foto Terhapus Masih Tersimpan di Cache Thumbnail Ponsel Android, Klaim Pengguna Pixel

Redaksi Bit Nusantara ·

Tampilan detail komponen sirkuit elektronik dengan efek fokus lembut.
Ilustrasi · Foto: Pok Rie / Pexels

TL;DR · Ringkasan

Seorang pengguna Google Pixel dengan akun X @coolerwave mengaku menemukan 214.856 file media di ponselnya setelah meminta Claude Code menelusuri berkas yang tertinggal. File-file itu berada di direktori DCIM/.thumbnails, tempat Android menyimpan gambar pratinjau, dan sebagian besar tidak lagi muncul di daftar sampah galeri. Temuan ini memunculkan pertanyaan tentang seberapa tuntas penghapusan foto di perangkat harian.

Poin kunci

  • Pengguna akun X @coolerwave mengaku menemukan 214.856 file media di ponsel Google Pixel miliknya.
  • Claude Code menunjuk lokasi DCIM/.thumbnails, direktori tempat sistem menyimpan gambar pratinjau berukuran kecil.
  • Koleksi itu mencakup rentang 2021 hingga 2025 dan, menurut pengakuan pengguna, sebagian besar tak lagi tercantum di sampah galeri maupun MediaStore.
  • Samsung dan Apple sama-sama menyimpan foto terhapus selama 30 hari sebelum dihapus permanen dari folder sampahnya.

JAKARTA, BIT NUSANTARA — Ratusan ribu foto dan video yang sudah dihapus pemiliknya ternyata masih tersimpan di penyimpanan tersembunyi sebuah ponsel Android. Temuan itu datang dari pengguna Google Pixel dengan akun X @coolerwave, yang mengaku mendapati 214.856 file media di perangkatnya.

Pemeriksaan berawal ketika ponsel Google Pixel itu disambungkan ke MacBook. Setelah itu, sang pengguna meminta Claude Code menelusuri berkas media yang masih tertinggal.

Claude Code mengarahkan penelusuran ke lokasi bernama DCIM/.thumbnails. Di sanalah sistem menyimpan thumbnail, yakni gambar pratinjau berukuran lebih kecil. Menurut pengguna, lebih dari 215.000 file berada di direktori tersebut, sebagian besar berupa gambar terkompresi.

Rentang waktu koleksi itu terbentang dari 2021 sampai 2025. Pengguna menyebut sebagian besar berkas itu sudah tidak tercantum dalam daftar sampah galeri maupun MediaStore, tetapi salinan pratinjaunya tetap ada.

Isi temuan tergolong sensitif. Di antaranya terdapat foto paspor yang dipakai untuk mengurus visa pada 2024, juga tangkapan layar aplikasi perbankan yang menampakkan nomor rekening, serta gambar kartu identitas dan kartu kredit. Pengguna juga menemukan tangkapan layar seed phrase dompet kripto yang dibuatnya sementara pada 2023.

Keberadaan file-file itu dikaitkan dengan mekanisme cache thumbnail Android, yang memang dirancang untuk mempercepat tampilan galeri. Pembersihan saat foto dihapus tidak selalu ikut melenyapkan salinan thumbnail-nya.

Temuan ini berbeda dari alur penghapusan yang biasa dijelaskan produsen. Samsung menyatakan foto yang dihapus dari Galeri disimpan 30 hari sebelum dihapus otomatis secara permanen. Apple menerapkan jangka serupa: foto masuk album Baru Dihapus selama 30 hari, lalu dihapus permanen.

Sementara itu, foto yang sudah dihapus permanen dari Sampah Google Photos tidak bisa dipulihkan lewat fitur standar layanan tersebut, menurut penjelasan Google. Google Takeout pun bukan sarana untuk mengembalikan konten Google Photos yang sudah dihapus permanen.

Pemulihan data secara umum bergantung pada beberapa hal. NIST menyebut karakteristik media penyimpanan, sistem file, dan kondisi data setelah dihapus sebagai faktor penentu. Data yang sudah tertimpa pada dasarnya sulit dipulihkan dengan pemeriksaan biasa.

Skala penyimpanan foto digital saat ini sangat besar. Google mengungkapkan pada Mei 2025 bahwa lebih dari 1,5 miliar orang memakai Google Photos tiap bulan, dengan lebih dari 9 triliun foto dan video tersimpan. Di Indonesia, laporan DataReportal mencatat sekitar 230 juta pengguna internet pada Oktober 2025, setara 80,5 persen penduduk.

Kebiasaan mengumpulkan foto juga punya sisi perilaku. Artikel Jatimnet menyebut banyak orang butuh waktu lama untuk memutuskan foto mana yang layak dibuang. Kecenderungan menimbun berkas digital semacam itu dikenal sebagai digital hoarding.

// Analisis redaksi

pendapat Redaksi Bit Nusantara · terpisah dari fakta

Temuan @coolerwave menunjukkan bahwa "terhapus" bisa berarti dua hal berbeda: hilang dari tampilan galeri dan hilang dari penyimpanan. Menurut pengakuan pengguna, berkas-berkas itu sudah tak tercantum di sampah galeri maupun MediaStore, tetapi salinan pratinjaunya masih berada di DCIM/.thumbnails. Pada saat yang sama, penjelasan Samsung dan Apple tentang masa simpan 30 hari hanya menjelaskan nasib berkas utama di folder sampah. Selisih antara kedua gambaran itu dapat menimbulkan rasa aman semu, dan patut dicermati oleh pengguna yang menganggap foto sensitifnya sudah lenyap.

Yang membuat temuan ini penting adalah jenis isinya. Paspor, tangkapan layar aplikasi perbankan, gambar kartu kredit, dan seed phrase dompet kripto adalah data yang berpotensi disalahgunakan bila perangkat jatuh ke tangan lain atau bila ada aplikasi yang bisa membaca direktori tersebut. Pengguna yang membersihkan ponsel sebelum dijual atau diwariskan pun dapat meninggalkan jejak tanpa menyadarinya. Karena sumber pengakuan ini adalah satu pengguna yang menyebut hasil penelusuran Claude Code, belum jelas seberapa luas pola serupa terjadi di perangkat Android lain. Tafsir yang lebih aman adalah menganggap cache thumbnail sebagai bagian dari jejak data yang perlu diperiksa, sejalan dengan keterangan bahwa pembersihan penghapusan foto tidak selalu menyapu salinan thumbnail. Dengan miliaran foto yang tersimpan di layanan seperti Google Photos, pertanyaan tentang di mana sisa-sisa foto itu bersembunyi tampaknya akan semakin relevan.

  • #Android
  • #Google Pixel
  • #Claude Code
  • #DCIM/.thumbnails