HP Gaming 2026: REDMAGIC 11 Pro dan ROG Phone 9 Pro Adu Layar dan Pendingin
Redaksi Bit Nusantara ·

TL;DR · Ringkasan
Lima ponsel gaming dari REDMAGIC, ASUS, iQOO, dan POCO masuk daftar pilihan pencinta game mobile pada 2026. Dua nama paling terperinci adalah REDMAGIC 11 Pro dengan layar 144 Hz dan pendingin berkipas, serta ASUS ROG Phone 9 Pro dengan RAM 16 GB dan layar yang dapat mencapai 185 Hz di mode tertentu. Daftar ponsel kelas Rp4 jutaan dan ponsel berlayar besar menawarkan pendekatan yang berbeda.
Poin kunci
- REDMAGIC 11 Pro memakai Snapdragon 8 Elite Gen 5 dengan cip tambahan RedCore R4, layar AMOLED 6,85 inci, dan refresh rate hingga 144 Hz.
- Pendingin AquaCore pada REDMAGIC 11 Pro memakai kipas internal hingga 24.000 rpm, sementara baterainya 7.500 mAh dengan pengisian kabel 80 W.
- ASUS mencantumkan laju penyegaran hingga 165 Hz lewat pengaturan sistem dan hingga 185 Hz lewat Game Genie.
- Samsung Galaxy A18 seharga Rp4.299.000 untuk varian 4GB/128GB berada di urutan performa terbawah dalam daftar ponsel AMOLED kelas Rp4 jutaan.
JAKARTA, BIT NUSANTARA — Produsen ponsel pada 2026 berlomba menghadirkan prosesor kelas atas dan layar berlaju penyegaran tinggi untuk pemain game mobile. Lima ponsel dari REDMAGIC, ASUS, iQOO, dan POCO kini masuk deretan yang dapat dipertimbangkan sebagai HP gaming.
Di antara lima nama itu, REDMAGIC 11 Pro mendapat porsi spesifikasi paling rinci. Otaknya Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang dipasangkan dengan cip tambahan RedCore R4. Layar AMOLED-nya selebar 6,85 inci dan mampu menyegarkan gambar hingga 144 Hz.
Untuk kendali permainan, tombol bahu pada REDMAGIC 11 Pro memiliki touch sampling rate 520 Hz. Angka serupa disebut untuk tingkat pengambilan sampel sentuh tombol bahu ponsel yang sama.
Soal suhu, ponsel ini memakai teknologi pendingin AquaCore. Kipas internalnya dapat berputar hingga 24.000 rpm. Dukungan dayanya berupa baterai 7.500 mAh dan pengisian cepat lewat kabel 80 W.
Dari kubu ASUS, ROG Phone 9 Pro hadir dengan Snapdragon 8 Elite, RAM 16 GB, dan penyimpanan 512 GB. Panel yang dipakai adalah AMOLED LTPO 6,78 inci dengan resolusi 2.400 × 1.080 piksel.
ASUS menyebut laju penyegaran layar bisa sampai 165 Hz lewat pengaturan sistem. Lewat Game Genie, angkanya naik hingga 185 Hz, yang merupakan kemampuan layar pada mode tertentu. Selisih ini membuat angka maksimum ROG Phone 9 Pro tidak sepenuhnya sebanding dengan angka 144 Hz milik pesaingnya.
Daftar di pasar tidak seragam dalam menentukan pilihan terbaik. Satu rekomendasi menyasar ponsel berlayar AMOLED di kisaran harga sekitar Rp4 juta, dan nilai jualnya terletak pada kamera, baterai, serta ketahanan bodi. Ponsel yang masuk adalah Infinix Note Edge 5G, Redmi Note 15 5G, TECNO Camon 50, dan Samsung Galaxy A18.
Dalam urutan performa pada daftar itu, Galaxy A18 berada paling bawah dengan chipset MediaTek Helio G99+. Varian 4GB/128GB-nya dipasarkan seharga Rp4.299.000 dengan layar Super AMOLED 6,7 inci. Kameranya terdiri dari sensor utama 50 MP, ultrawide 5 MP, dan makro 2 MP.
Ponsel ini berjalan di Android 17 dengan One UI 9 dan terhubung dengan Google Gemini serta Samsung Knox Vault. Samsung menjanjikan enam generasi pembaruan sistem operasi dan enam tahun pembaruan keamanan untuk perangkat tersebut.
Rekomendasi lain berfokus pada layar besar bagi pengguna yang gemar menonton film, bermain game, membaca artikel, atau bekerja lewat ponsel. Layar luas dinilai membuat tampilan visual lebih nyaman, termasuk saat menonton video, bermain game, dan multitasking.
Lima pilihan di daftar itu terbagi menurut kebutuhan. Galaxy A56 5G disarankan untuk pemakaian harian, sedangkan Galaxy A36 5G menjadi alternatif yang lebih hemat. Galaxy A57 5G diposisikan untuk kelas menengah yang lebih baru.
Pengguna iOS diarahkan ke iPhone 16 Plus, yang memakai panel OLED berkontras tinggi dan chip A18. Motorola Edge 60 Pro 5G ditawarkan bagi mereka yang mengutamakan performa.
Beberapa spesifikasi dalam daftar layar besar juga menyangkut tenaga dan daya tahan. Salah satu ponsel memakai chipset Dimensity 8350 dengan baterai 6.000 mAh, sedangkan yang lain mengandalkan Exynos 1580 untuk multitasking. Ada pula ponsel dengan layar Full HD+ yang harganya lebih terjangkau dibandingkan banyak HP kelas atas, serta satu ponsel berpanel Super AMOLED Plus.
// Analisis redaksi
pendapat Redaksi Bit Nusantara · terpisah dari fakta
Jika dibaca berdampingan, REDMAGIC 11 Pro dan ROG Phone 9 Pro memperlihatkan dua cara menjual ponsel gaming. REDMAGIC menonjolkan perangkat keras yang khusus ditujukan untuk bermain, yaitu cip tambahan RedCore R4, tombol bahu 520 Hz, dan kipas 24.000 rpm. ASUS, lewat ROG Phone 9 Pro, menekankan kapasitas memori yang besar, yakni RAM 16 GB dan penyimpanan 512 GB, serta layar yang angkanya dapat naik hingga 185 Hz. Untuk menentukan mana yang lebih layak dibeli, pembeli berpotensi perlu menimbang apakah ia lebih menghargai sistem pendingin dan kontrol sentuh atau kapasitas penyimpanan dan layar yang lebih fleksibel.
Patut dicermati pula bahwa angka 185 Hz pada ROG Phone 9 Pro berlaku di mode tertentu, sedangkan angka 165 Hz tersedia lewat pengaturan sistem. Perbandingan langsung dengan 144 Hz milik REDMAGIC 11 Pro karena itu dapat menyesatkan bila hanya melihat angka tertinggi. Bagi pembaca yang anggarannya terbatas, daftar ponsel AMOLED kelas Rp4 jutaan menawarkan jalur lain: Galaxy A18 berharga Rp4.299.000 tetapi berada di urutan performa terbawah pada daftarnya. Perbedaan arah ini menjadi pertanyaan bagi pembeli, apakah ia mencari ponsel khusus gaming atau ponsel serbaguna yang cukup mumpuni untuk bermain.
- #REDMAGIC 11 Pro
- #ASUS ROG Phone 9 Pro
- #HP gaming 2026
- #ponsel gaming
- #REDMAGIC
- #ASUS