Motorola Disebut Hidupkan Lagi Moto One, Pakai Snapdragon 8 Gen 5 dan Qi2
Redaksi Bit Nusantara ·

TL;DR · Ringkasan
Motorola dilaporkan bersiap menghidupkan kembali lini Moto One setelah hampir lima tahun, ditandai munculnya perangkat baru di basis data Wireless Power Consortium (WPC). Sertifikasi itu tercatat pada 3 November dan menunjukkan dukungan pengisian nirkabel Qi2. Motorola belum mengonfirmasi nama maupun jadwal peluncurannya.
Poin kunci
- Sertifikasi WPC untuk Moto One baru diperoleh pada 3 November, sehingga peluncuran diperkirakan tinggal beberapa minggu lagi.
- Ponsel ini muncul di Geekbench dengan chipset Snapdragon 8 Gen 5 dan RAM 12 GB.
- Moto One baru mendukung Qi2 lewat EPP, bukan MPP, dan tidak punya magnet bawaan.
- Lini Moto One terakhir dirilis lewat Motorola One Macro pada Oktober 2019.
- Motorola belum mengonfirmasi apakah nama Moto One benar-benar kembali maupun kapan perangkatnya meluncur.
JAKARTA, BIT NUSANTARA — Motorola dilaporkan bersiap menghidupkan lagi lini ponsel Moto One setelah hampir lima tahun. Petunjuknya adalah sebuah perangkat baru yang muncul di basis data WPC.
Sertifikasi dari Wireless Power Consortium itu diperoleh pada 3 November. Karena jaraknya dekat, peluncuran diperkirakan hanya tinggal beberapa minggu. Berdasarkan sertifikasi tersebut, model pertama dalam seri ini kemungkinan hanya bernama Moto One.
Motorola belum mengonfirmasi apakah nama Moto One benar-benar akan kembali, juga belum menyebut waktu peluncuran. Harga perangkat pun belum diketahui.
Seri ini pertama kali diperkenalkan Motorola pada 2018 dan menjalankan Android One milik Google. Android One adalah upaya Google menghadirkan pengalaman Android yang lebih bersih, mendekati versi stok, pada ponsel kelas anggaran dan menengah, dengan pembaruan perangkat lunak yang lebih konsisten. Lini tersebut akhirnya menghilang setelah beberapa generasi. Ponsel terakhirnya adalah Motorola One Macro yang dirilis pada Oktober 2019.
Dari sisi performa, perangkat ini sudah tercatat di Geekbench. Chipsetnya Qualcomm Snapdragon 8 Gen 5 dan RAM-nya 12 GB. Kebocoran sebelumnya juga menyebut RAM hingga 12GB.
Daftar WPC menyebut Moto One baru mendukung pengisian nirkabel Qi2 lewat Extended Power Profile (EPP), tidak lewat Magnetic Power Profile (MPP). Konsekuensinya, pengisian nirkabel berdaya minimal 15 watt dan aksesori magnetik memerlukan casing pelindung bermagnet. Ponsel ini tidak memiliki magnet bawaan untuk melekatkan aksesori Qi2.
Gambar yang bocor memperlihatkan desain yang mirip Moto Edge 2025. Layar dan punggungnya melengkung ke tepi kiri dan kanan sehingga bingkainya sangat tipis. Modul kamera berbentuk persegi memuat tiga lensa dan lampu flash LED. Kamera swafoto berada di lubang punch-hole, sedangkan sensor sidik jari tertanam di dalam layar.
Perangkat ini diperkirakan diposisikan sebagai ponsel kelas menengah premium, bukan flagship.
// Analisis redaksi
pendapat Redaksi Bit Nusantara · terpisah dari fakta
Kombinasi chipset Snapdragon 8 Gen 5 dan RAM 12 GB pada ponsel yang disebut berkelas menengah premium berpotensi menandai arah baru bagi nama Moto One. Pada generasi awal, seri ini identik dengan Android One yang menyasar kelas anggaran dan menengah. Apakah perangkat baru ini akan membawa pendekatan perangkat lunak serupa menjadi pertanyaan, karena hal itu belum disebut dalam kebocoran yang ada.
Keputusan memakai Qi2 lewat EPP tanpa magnet bawaan dapat berarti pengguna perlu membeli casing bermagnet untuk memakai aksesori magnetik. Pada saat yang sama, Motorola menggarap Signature 27 sebagai ponsel unggulan, sehingga Moto One berpotensi mengisi posisi di bawahnya. Semua ini masih bersifat dugaan selama Motorola belum mengonfirmasi nama, harga, maupun jadwal peluncuran.
- #Motorola
- #Moto One
- #Qi2
- #Wireless Power Consortium