Vivo X500 Pro Max: Kamera Utama 50 MP Dipuji, tapi Sensor dan Ultrawide Kalah dari X300 Ultra

Redaksi Bit Nusantara ·

Ruang kerja minimalis dengan laptop terbuka, cangkir kopi, dan vas di meja dalam ruangan yang cerah.
Ilustrasi · Foto: Yan Krukau / Pexels

TL;DR · Ringkasan

Ulasan menyebut sistem kamera Vivo X500 Pro Max termasuk yang terbaik, dengan sensor utama Sony Lytia 50 MP 1/1.28 inci f/1.6 dan rentang dinamis 17 stop. Namun sensor utama dan ultrawide-nya lebih kecil dibanding X300 Ultra. Harga di Eropa €1.799, sekitar $2.000.

Poin kunci

  • Kamera utama memakai sensor Sony Lytia baru 50 MP, 1/1.28 inci, bukaan f/1.6.
  • Teknologi LOFIC pada sensor utama memungkinkan rentang dinamis 17 stop, terutama di area highlight.
  • Sensor utama lebih kecil dan beresolusi lebih rendah dibanding X300 Ultra, dan kamera ultrawide dinilai mengalami penurunan kualitas.
  • Fitur video mencakup Log, 4K 240fps slow motion, serta lensa teleconverter hingga 400mm.
  • Harga di Eropa €1.799, sekitar $2.000.

JAKARTA, BIT NUSANTARA — Vivo X500 Pro Max mendapat sorotan dalam sejumlah ulasan, terutama berkat sistem kameranya. Kamera utamanya memakai sensor Sony Lytia baru beresolusi 50 megapiksel, berukuran 1/1.28 inci, dengan bukaan f/1.6. Salah satu ulasan menyebut sistem kamera ponsel ini sebagai salah satu yang terbaik, dengan rentang dinamis yang disebut terdepan di dunia.

Sensor utama tersebut berjenis Sony Lytia L910 dengan teknologi LOFIC. Teknologi itu memungkinkan rentang dinamis 17 stop, terutama pada area highlight. Angka 17 stop yang sama juga disebut dalam ulasan lain yang mencoba langsung ponsel ini.

Meski begitu, X500 Pro Max belum mengungguli seri Ultra dalam semua aspek. Sensor kamera utamanya lebih kecil dan beresolusi lebih rendah dibanding sensor utama X300 Ultra. Panjang fokalnya pun berbeda: 24mm pada X500 Pro Max, sedangkan X300 Ultra memakai 35mm.

Kamera ultrawide menjadi titik lemah yang paling disorot. Sensornya disebut jauh lebih kecil dibanding kamera lain di ponsel ini dan merupakan penurunan kualitas yang nyata dari X300 Ultra. Resolusinya sendiri 50 MP. Penulis ulasan yang sama membandingkannya dengan Oppo Find X10 Pro Max, yang memiliki sistem kamera triple 200 megapiksel dengan ultrawide jauh lebih baik.

Di sisi telefoto, X500 Pro Max memakai lensa periskop yang sama dengan X300 Ultra. Sensornya berresolusi 200 megapiksel dan berukuran 1/1.4 inci, memberi zoom tanpa kehilangan kualitas hingga 10x. Zoom optiknya tercatat 3,5x.

Kemampuan video menjadi bagian yang paling ditonjolkan. Ponsel ini mendukung video Log dan slow motion 4K 240fps, serta lensa teleconverter hingga 400mm. Kamera utama dibekali stabilisasi tiga derajat setara gimbal, sedangkan kamera telefoto memiliki OIS berperingkat CIPA 7. Penulis menilai hasil rekamannya sangat halus tanpa gimbal tambahan, dan pada kondisi minim cahaya tidak tampak efek piksel berdenyut.

Untuk pengguna yang serius merekam video, Mode Pro Video menghadirkan LUT kustom beserta pratinjau waktu nyata. Format log-nya juga cocok dengan alur kerja ACES. Vivo turut menyediakan lensa telefoto yang dapat dipasang, cage grip, dan kemitraan dengan Zeiss. Namun, ponsel ini tidak punya opsi perekaman open-gate seperti Oppo Find X10 Pro Max. Penulis juga mencatat tombol dan indikator pada antarmuka kamera terlihat kecil.

Layarnya 6,85 inci, lebih besar dari X500 Pro yang kini menjadi flagship kompak. Panelnya LTPO OLED 144Hz dengan resolusi lebih tinggi dan dukungan HDR. Dalam ulasan lain, resolusinya disebut 1440p.

Untuk performa, ponsel ini memakai chipset MediaTek Dimensity 9600 Pro, bukan Snapdragon terbaru seperti pada X300 Ultra. Vivo mengklaim chipset itu menawarkan performa dan efisiensi lebih baik. Sistem operasinya OriginOS 7 berbasis Android 17.

Varian global yang diulas membawa baterai 7.800 mAh, lebih besar dari 6.510 mAh milik X300 Pro. Varian Eropa lebih kecil, yakni 6.750 mAh dari sebelumnya 5.440 mAh. Pengisian dayanya tetap 90W lewat kabel dan 40W nirkabel bila memakai pengisi daya milik Vivo,. Di Eropa, ponsel ini dibanderol €1.799, sekitar $2.000.

// Analisis redaksi

pendapat Redaksi Bit Nusantara · terpisah dari fakta

Gambaran dari ulasan-ulasan ini menunjukkan kekuatan X500 Pro Max ada pada kamera utama, telefoto, dan kemampuan video. Rentang dinamis 17 stop serta fitur seperti Log, LUT kustom, dan stabilisasi tingkat gimbal berpotensi menarik pembuat konten yang butuh alat rekam serba bisa.

Perbandingan dengan X300 Ultra patut dicermati. Sensor utama yang lebih kecil dan ultrawide yang menurun dapat menjadi alasan seri Ultra tetap dipandang sebagai yang teratas. Dengan harga sekitar $2.000, calon pembeli perlu menimbang apakah keunggulan video sepadan dengan kompromi pada ultrawide dan absennya perekaman open-gate.

  • #Vivo X500 Pro Max
  • #Sensor Sony Lytia