Cara Kenali WhatsApp Disadap dan Langkah Amankan Akun di Android serta iPhone
Redaksi Bit Nusantara ·

TL;DR · Ringkasan
Telkomsel mengingatkan masyarakat soal pembajakan akun WhatsApp yang mengancam data pribadi, dengan tanda seperti kode OTP tak diminta, akun keluar sendiri, dan perangkat asing di menu Perangkat Tertaut. Pengguna Android maupun iPhone dapat membalasnya lewat pemutusan perangkat tertaut, verifikasi dua langkah, serta passkey. Sejumlah media teknologi sepanjang pekan ini memuat panduan serupa.
Poin kunci
- Kode OTP yang datang tanpa sebab, akun yang tiba-tiba logout, dan centang biru pada pesan yang belum dibuka termasuk tanda utama akun disadap.
- Perangkat asing di menu Perangkat Tertaut menjadi tanda lain akun diakses pihak tak berwenang.
- Passkey memerlukan minimal Android 9 atau iOS 16 serta akun Google Password Manager atau iCloud Keychain yang aktif.
- Verifikasi dua langkah memakai PIN dan email pemulihan, dan kode verifikasi tak boleh dibagikan kepada siapa pun.
- Pemilik akun yang diambil alih punya tenggat 30 hari untuk mengaktifkannya kembali sebelum data terhapus permanen.
Peringatan ini muncul bersamaan dengan sejumlah panduan teknologi yang terbit dalam beberapa hari terakhir tentang cara mengenali dan menutup celah penyadapan di Android maupun iPhone.
Salah satu ciri paling awal adalah datangnya kode OTP tanpa permintaan dari pemilik akun. Kondisi itu menandakan ada pihak lain yang berusaha masuk atau mendaftarkan nomor telepon di perangkat berbeda. "Kode OTP ini adalah akses masuk utama ke akun WhatsApp kamu. Kalau ada yang mencoba login dengan nomor kamu, mereka butuh OTP ini," kata Telkomsel.
Tanda berikutnya adalah akun yang keluar dengan sendirinya. Sebuah akun utama pada dasarnya hanya bisa aktif di satu ponsel pada satu waktu, jadi login dari perangkat lain akan menendang pengguna dari ponselnya. Aplikasi yang mendadak logout dapat berarti perangkat lain sudah menguasai akses akun.
Kejanggalan aktivitas juga perlu diperiksa. Selain itu, perangkat tak dikenal di menu Perangkat Tertaut menjadi sinyal lain.
Fitur Perangkat Tertaut sebenarnya memungkinkan akun dipakai lewat komputer atau peramban, tetapi dapat disalahgunakan bila perangkat ditautkan tanpa izin. Pengguna disarankan membuka menu tersebut di pengaturan dan segera mengeluarkan perangkat yang tidak dikenali atau tak pernah dipakai. Pemeriksaan berkala atas daftar itu juga dianjurkan.
Risikonya tidak berhenti pada obrolan. Pelaku yang membajak akun berpotensi membaca pesan pribadi serta daftar kontak, bahkan menguras saldo rekening bank korban. WhatsApp kerap menjadi tempat penerimaan OTP untuk layanan seperti e-commerce dan perbankan. Adapun modusnya antara lain pemasangan aplikasi pihak ketiga, penyalahgunaan WhatsApp Web, dan malware di perangkat korban.
Langkah pengamanan pertama ialah mengaktifkan verifikasi dua langkah lewat Setelan, Akun, lalu Verifikasi dua langkah, dengan membuat PIN dan memasukkan email aktif untuk pemulihan. Kode verifikasi, PIN, atau kata sandi tidak boleh diberikan kepada siapa pun, termasuk orang yang mengaku petugas WhatsApp. Pelaku penipuan juga kerap menyamar sebagai kerabat atau petugas, atau mengirim file aplikasi berdalih paket dan surat tilang.
Opsi lain yang lebih baru adalah passkey. Metode ini mengganti kode SMS enam digit dengan sidik jari atau pengenalan wajah, sebab verifikasi lewat kode enam digit kerap diincar serangan rekayasa sosial. Syaratnya Android 9 atau iOS 16 ke atas, akun Google Password Manager atau iCloud Keychain yang aktif dan tersinkron, serta aplikasi WhatsApp versi terbaru. Pengaturannya dilakukan di menu Setelan, Akun, lalu Kunci sandi, kemudian menekan Buat kunci sandi dan menyelesaikan verifikasi biometrik.
Selain itu, fitur Kunci aplikasi menambah pemeriksaan identitas sebelum WhatsApp bisa dibuka di perangkat yang mendukungnya. Penguncian dengan sidik jari atau pemindaian wajah turut disarankan sebagai lapisan tambahan. Untuk cadangan obrolan, WhatsApp menyediakan enkripsi end-to-end yang perlu diaktifkan sendiri lewat pengaturan. Bila akses ke metode pemulihannya hilang, cadangan terenkripsi berisiko tidak dapat dipulihkan.
Pengguna yang akunnya sudah diambil alih dianjurkan melapor ke email layanan resmi dengan subjek pemblokiran akun, menyertakan nomor telepon berformat internasional dan kronologi singkat. Pemilik akun punya waktu 30 hari untuk mengaktifkannya kembali sebelum data terhapus permanen. Untuk mencegah masalah serupa, aplikasi sebaiknya dipasang hanya dari toko resmi seperti Google Play Store atau App Store.
Pengaturan privasi lain ikut membantu, misalnya membisukan penelepon tidak dikenal lewat Pengaturan, Privasi, lalu Panggilan, serta mengubah izin penambahan ke grup dari "Semua orang" menjadi "Kontak saya". Panggilan dari nomor tak tersimpan tetap tercatat di daftar panggilan meski tidak berdering.
// Analisis redaksi
pendapat Redaksi Bit Nusantara · terpisah dari fakta
Rangkaian tanda yang disebut berbagai media tampak saling terkait. Kode OTP yang datang tanpa diminta, logout mendadak, dan perangkat asing di Perangkat Tertaut dapat dibaca sebagai tahapan dari satu rangkaian upaya pengambilalihan, mulai dari percobaan masuk hingga akses yang sudah berhasil. Karena OTP menjadi pintu masuk utama, kerahasiaan kode itu patut dicermati lebih dulu ketimbang gejala lain.
Di sisi pencegahan, passkey berpotensi menutup celah yang kerap dimanfaatkan rekayasa sosial, karena tidak lagi bergantung pada kode enam digit yang bisa dibujuk keluar dari korban. Namun, syarat versi sistem operasi dan sinkronisasi akun menjadi pertanyaan bagi pengguna dengan perangkat lama. Karena WhatsApp juga dipakai sebagai kanal OTP perbankan, pembajakan akun dapat berimbas ke urusan keuangan sehingga kombinasi verifikasi dua langkah, kunci aplikasi, dan pemeriksaan rutin perangkat tertaut layak dipertimbangkan bersama.