Helen Chiang Bantah Dipecat karena Langgar Kebijakan Microsoft, Sebut Ada Keberatan atas Penerapan Standar
Redaksi Bit Nusantara ·

TL;DR · Ringkasan
Helen Chiang, mantan COO Xbox, membantah isu bahwa ia keluar dari Microsoft karena melanggar kebijakan perusahaan. Lewat unggahan LinkedIn pada 2 November, ia juga menolak tudingan membocorkan informasi rahasia dan pindah ke pesaing, serta menyatakan punya keberatan serius atas penerapan standar dalam kasusnya.
Poin kunci
- Chiang menyatakan rumor pelanggaran kebijakan tidak akurat dan membantah membocorkan informasi rahasia kepada pers.
- Chiang dipromosikan menjadi COO pertama Xbox pada Juli dan keluar pada akhir Oktober.
- Chiang membantah terlibat diskriminasi, perundungan, pelecehan, perdagangan orang dalam, penggelapan, atau penipuan.
- Chiang menyatakan memiliki kekhawatiran serius tentang cara standar diterapkan dalam kasusnya.
- CEO Xbox Asha Sharma dalam memo mengumumkan kepergian Chiang dan berterima kasih atas pengabdiannya.
JAKARTA, BIT NUSANTARA — Mantan chief operating officer (COO) Xbox, Helen Chiang, menepis kabar bahwa ia meninggalkan Microsoft karena pelanggaran kebijakan. Bantahan itu ia sampaikan lewat unggahan di LinkedIn pada 2 November.
Chiang menyebut rumor tersebut tidak akurat dan menolak tudingan bahwa ia membocorkan informasi rahasia perusahaan kepada pers. Ia juga menyatakan tidak pernah berbicara dengan jurnalis di luar wawancara yang diizinkan perusahaan dalam rangka pekerjaannya.
Sebelumnya, Eurogamer memberitakan bahwa Chiang diberhentikan akibat pelanggaran kebijakan. Dalam unggahannya, Chiang tidak membantah bahwa ia dipecat, tetapi juga tidak menjelaskan alasannya.
Chiang menolak pula anggapan bahwa ia pindah ke pesaing. Ia menyatakan tujuan akhirnya selalu membangun karier di Xbox.
Ia pun menepis cerita bahwa kepergiannya disebabkan tidak terpilih untuk peran yang lebih besar. Menurut Chiang, terakhir kali ia melamar pekerjaan adalah pada 2011, dan jabatan terbarunya diperoleh lewat promosi pada Juli.
Selain itu, Chiang membantah terlibat dalam diskriminasi, perundungan, pelecehan, perdagangan orang dalam, penggelapan, maupun penipuan lainnya.
"Saya punya kekhawatiran serius tentang bagaimana standar itu diterapkan dalam kasus saya, dan saya yakin kekhawatiran itu layak ditanggapi serius," kata Chiang.
"Ini bukan cara saya membayangkan kisah saya di sini akan berakhir. Dan ini bukan keseluruhan cerita," ujarnya.
Chiang juga menegaskan pembelaan atas rekam jejaknya. "Saya tetap berpegang pada rekam jejak saya: baik hasil yang saya capai maupun cara saya memperlakukan orang sepanjang karier saya," kata Chiang.
Windows Central menilai judul unggahan itu tampak sebagai sindiran terhadap CEO Xbox Asha Sharma.
Chiang menjelaskan alasannya bersuara. "Saya tidak ingin kepergian saya direduksi menjadi cerita keliru tentang ketidakmampuan, ambisi untuk pekerjaan besar berikutnya, atau skandal sebesar Nelson," kata Chiang.
Chiang dipromosikan sebagai COO pertama Xbox pada Juli. Sebelumnya ia sudah 21 tahun berkarier di perusahaan itu dan pernah memimpin Minecraft. Ia keluar dari jabatan itu pada akhir Oktober, sekitar tiga bulan setelah posisi tersebut dibentuk.
Kepergiannya dikonfirmasi lewat memo internal Asha Sharma yang diperoleh The Verge pada 23 Oktober. "Helen Chiang meninggalkan Microsoft hari ini. Saya berterima kasih atas tahun-tahun pengabdiannya dan mendoakan yang terbaik untuknya," tulis Sharma dalam memo itu.
Sharma juga menyebut Chiang ikut membangun bisnis penting Xbox, dari Xbox Live sampai kepemimpinan di Mojang dan waralaba Minecraft. Memo tersebut tergolong singkat.
The Verge menanyakan kepada Chiang apakah ia menempuh jalur hukum terhadap Microsoft, serta meminta tanggapan perusahaan. Hingga artikel diterbitkan, Microsoft belum memberikan jawaban. IGN juga telah meminta tanggapan Microsoft.
Di bawah Sharma, Xbox dalam beberapa bulan terakhir kembali menitikberatkan perhatian pada pelanggan inti. Langkahnya mencakup kembalinya gim eksklusif, tambahan investasi untuk infrastruktur konsol, dan perbaikan dukungan bagi pengembang. Di sisi lain, restrukturisasi divisi gaming Microsoft disebut telah memicu ribuan PHK, divestasi, dan penutupan studio.
// Analisis redaksi
pendapat Redaksi Bit Nusantara · terpisah dari fakta
Bantahan Chiang berhadapan dengan laporan Eurogamer tentang pelanggaran kebijakan, sementara Chiang sendiri tidak menyangkal bahwa ia dipecat. Selisih antara dua versi ini berpotensi memunculkan pertanyaan tentang proses internal yang dijalani Chiang, apalagi ia menyebut punya keberatan serius atas penerapan standar dalam kasusnya.
Sikap Microsoft patut dicermati. Pernyataan yang tersedia baru berupa memo singkat Sharma yang berterima kasih atas pengabdian Chiang, sedangkan permintaan tanggapan dari media belum dijawab. Perkembangan berikutnya, termasuk kemungkinan langkah hukum yang ditanyakan The Verge, patut diikuti.
- #Helen Chiang
- #Microsoft
- #Xbox
- #Windows Central
- #The Verge