Windows 11 Kini Bisa Dipulihkan Tanpa Flashdisk, Menu Klik Kanan Ikut Berubah

Redaksi Bit Nusantara ·

Gambar close-up smartphone yang menampilkan ikon aplikasi media sosial di layar.
Ilustrasi · Foto: Sanket Mishra / Pexels

TL;DR · Ringkasan

Microsoft merilis pembaruan opsional KB5127936 untuk Windows 11 pada 28 Oktober. Pembaruan itu membawa Cloud Rebuild, fitur pemasangan ulang sistem lewat internet tanpa media USB, serta menu klik kanan baru yang bisa disesuaikan dan bertata letak mirip Windows 10.

Poin kunci

  • Cloud Rebuild memasang ulang Windows 11 secara penuh tanpa media USB atau image kustom, bahkan saat PC tidak bisa booting.
  • Fitur ini mengunduh Windows sekaligus driver perangkat dari Windows Update.
  • KB5127936 dirilis 28 Oktober sebagai pembaruan pratinjau opsional untuk Windows 11 versi 25H2 dan 26H2.
  • Menu klik kanan baru bergaya Windows 10 memiliki opsi 'Customize menu' untuk menambah, menghapus, atau menyembunyikan perintah.
  • Pembaruan pratinjau terbaru juga memuat peningkatan Windows Recovery Environment pada Windows 11 versi 26H1.

JAKARTA, BIT NUSANTARA — Microsoft menghadirkan cara baru memulihkan komputer Windows 11 yang rusak tanpa harus menyiapkan flashdisk recovery. Fitur bernama Cloud Rebuild itu tersedia lewat pembaruan opsional KB5127936.

Pembaruan tersebut dirilis pada 28 Oktober untuk Windows 11 versi 25H2 dan 26H2, berstatus pratinjau opsional. Artinya, pengguna harus memasangnya secara manual dan belum otomatis diterima semua perangkat.

Dengan Cloud Rebuild, sistem dapat dipasang ulang secara penuh tanpa media USB maupun image kustom. Windows dan driver perangkat diunduh dari Windows Update, termasuk ketika PC sama sekali tidak bisa menyala normal.

Fitur ini berbeda dari opsi Cloud Download yang sudah ada. Cloud Rebuild turut mengunduh driver perangkat dan tidak bergantung pada keutuhan instalasi yang sedang terpasang.

Menurut catatan rilis Microsoft, prosesnya dimulai dari Settings > System > Recovery dengan memilih Rebuild PC. Jalur lainnya lewat Windows Recovery Environment setelah beberapa kali kegagalan boot otomatis.

Karena berupa instalasi ulang penuh, pengguna disarankan mencadangkan file penting terlebih dulu. Perangkat juga harus tersambung ke internet dan sumber listrik selama proses berjalan.

Cloud Rebuild menyediakan pilihan sanitasi drive, yakni menghapus file atau menghapus aman memakai kemampuan erase perangkat penyimpanan. Proses sanitasi itu tidak dapat dibalik.

Bagi lingkungan korporat, administrator IT dapat mengonfigurasi dan memulai Cloud Rebuild dari jarak jauh lewat Recovery CSP. Pilihannya adalah memakai build yang terpasang atau build target tertentu.

Peluncuran dilakukan bertahap sehingga sebagian pengguna belum langsung melihat fiturnya.

Microsoft menyebut menu baru ini dirancang membuka lebih cepat dan tampil lebih lega.

Di bagian bawah menu tersedia opsi 'Customize menu'. Lewat opsi itu pengguna bisa menambah atau menghapus perintah 'Print' serta menyembunyikan pilihan yang jarang dipakai.

Perintah 'Cut', 'Copy', 'Paste', 'Rename', 'Delete', dan 'Share' kini dapat tampil sebagai teks biasa, menggantikan deretan ikon khusus yang diperkenalkan pada Windows 11. Seperti Cloud Rebuild, perubahan menu ini dirilis bertahap, sehingga fitur 'Customize menu' belum tentu langsung muncul setelah pembaruan terpasang.

Untuk memasangnya, pengguna membuka Settings, lalu Windows Update, Advanced options, dan Optional updates. Setelah itu KB5127936 dipilih untuk diunduh dan dipasang.

Pada jalur terpisah, Microsoft merilis pembaruan pratinjau Week D untuk Windows 11 versi 26H1 serta 25H2 dan 26H2, terlambat sehari dari jadwal. Versi 26H1 hanya tersedia untuk PC bersasis chipset Snapdragon X2 atau Nvidia RTX Spark.

Pembaruan 26H1 membawa KB5127653 dan menaikkan sistem ke build 28000.3365. Isinya mencakup peningkatan File Explorer, dukungan Emoji 17.0, widget Tips baru, gestur touchpad tambahan, serta pemetaan ulang tombol Copilot. Peningkatan Windows Recovery Environment juga masuk, sementara Administrator Protection ikut disertakan tetapi nonaktif secara bawaan.

Untuk versi 25H2 dan 26H2, pembaruan kumulatif pratinjau menaikkan sistem ke build 26200.9818 dan 26300.9818.

// Analisis redaksi

pendapat Redaksi Bit Nusantara · terpisah dari fakta

Kehadiran Cloud Rebuild dapat mengubah cara pengguna menghadapi PC yang gagal booting. Selama ini pemulihan semacam itu lazim memerlukan flashdisk yang disiapkan lebih dulu, dan fitur baru ini berpotensi mengurangi ketergantungan tersebut karena Windows serta driver diunduh langsung dari Windows Update. Kemampuan administrator memicu proses dari jarak jauh lewat Recovery CSP juga dapat menarik bagi organisasi yang mengelola banyak perangkat.

Di sisi lain, sifat instalasi ulang penuh dan sanitasi drive yang tidak dapat dibalik menjadikan pencadangan file sebagai langkah yang patut dicermati sebelum pengguna menjalankannya. Perubahan menu klik kanan menunjukkan arah penyesuaian yang lebih mengakomodasi kebiasaan pengguna, dan peluncuran bertahapnya menjadi pertanyaan tersendiri soal kapan seluruh pengguna benar-benar dapat menikmatinya. Keduanya hadir dalam satu paket KB5127936, yang untuk sementara masih berstatus pratinjau opsional.