FIFA Diduga Raup $5 Miliar dari Tiket dan Hospitality Piala Dunia 2026
Redaksi Bit Nusantara ·

TL;DR · Ringkasan
FIFA diperkirakan meraup sekitar $5 miliar dari penjualan tiket dan hospitality Piala Dunia 2026, lebih dari lima kali lipat pendapatan serupa pada edisi Qatar 2022. Angka itu berasal dari laporan media yang terbit pada Kamis, sementara FIFA belum mengonfirmasinya. Pendapatan yang diaudit baru akan diumumkan lewat laporan tahunan berikutnya.
Poin kunci
- FIFA diperkirakan menghasilkan sekitar $5 miliar dari penjualan tiket dan hospitality Piala Dunia 2026.
- Pendapatan tiket dan hospitality Qatar 2022 tercatat $929 juta, sehingga angka 2026 lebih dari lima kali lipatnya.
- FIFA belum mengonfirmasi angka tersebut, dan angka itu adalah pendapatan, bukan laba bersih.
- Turnamen diperluas dari 64 menjadi 104 pertandingan, dengan harga tiket berbasis permintaan dan biaya tambahan di pasar resale resmi.
- Tiket final Kategori 1 ditawarkan $10.990, jauh di atas proyeksi harga maksimum sekitar $1.550 dalam proposal tuan rumah 2018.
JAKARTA, BIT NUSANTARA — FIFA diperkirakan meraup sekitar $5 miliar dari penjualan tiket dan hospitality Piala Dunia 2026. Angka serupa juga diberitakan oleh media Eropa lain yang menyebut FIFA mungkin telah menerima dana sebesar itu dari tiket dan paket hospitality.
Laporan tersebut memperlihatkan lonjakan tajam. Pada Piala Dunia 2022 di Qatar, tiket dan hospitality menghasilkan $929 juta, sehingga perkiraan edisi kali ini melampaui lima kali lipatnya.
FIFA sendiri belum membenarkan angka $5 miliar. Badan sepak bola dunia itu menyatakan rincian pendapatan yang telah diaudit akan dipublikasikan dalam laporan tahunan berikutnya. Angka yang beredar pun merupakan pendapatan, bukan laba bersih, dan sumbangan masing-masing praktik penetapan harga belum diketahui.
Sejumlah faktor dinilai mendorong lonjakan itu. Jumlah pertandingan bertambah dari 64 menjadi 104, FIFA menerapkan harga tiket berbasis permintaan, dan pasar resale resmi turut menarik biaya tambahan.
Soal harga, rentang antara rencana awal dan kenyataan terlihat lebar. Proposal tuan rumah Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada 2018 menyebut proyeksi keuangannya tidak memasukkan harga tiket dinamis, dengan harga final tertinggi sekitar $1.550. Namun April lalu, tiket final Kategori 1 dijual seharga $10.990, lebih dari tujuh kali proyeksi itu.
Tekanan hukum dan advokasi suporter ikut menyertai. Football Supporters Europe bersama Euroconsumers mengadukan FIFA ke Komisi Eropa pada Maret dengan tuduhan harga berlebihan, promosi menyesatkan, minimnya transparansi lokasi kursi, dan biaya resale yang tidak adil; tuduhan itu belum menjadi temuan hukum. Memasuki Mei, jaksa agung New York dan New Jersey menerbitkan surat panggilan terhadap FIFA soal praktik penjualan tiketnya.
Laporan juga menyebut sebagian karyawan FIFA di Miami menolak harga dinamis dan mendorong tiket general admission yang lebih terjangkau. Rekomendasi itu dikabarkan dikesampingkan pimpinan, dan FIFA membantah adanya rencana harga alternatif.
Bagi suporter, Football Supporters Europe menegaskan bahwa "Piala Dunia bukan sekadar produk hiburan biasa". Direktur Eksekutifnya, Ronan Evain, menggambarkan pola penjualan itu sebagai "bayar atau kehilangan kesempatan".
// Analisis redaksi
pendapat Redaksi Bit Nusantara · terpisah dari fakta
Selisih antara proyeksi harga final sekitar $1.550 dalam proposal tuan rumah dan tawaran $10.990 untuk tiket final Kategori 1 menunjukkan seberapa jauh strategi harga bergeser dari rencana awal. Bila pendapatan sekitar $5 miliar itu benar, kombinasi pertandingan yang bertambah, harga berbasis permintaan, dan biaya resale berpotensi menjadi penjelasan utama lonjakannya, meski kontribusi masing-masing faktor belum diketahui.
Bagi pembaca di Indonesia, angka ini patut dicermati sebagai gambaran bahwa nilai ekonomi turnamen kian bertumpu pada kantong penonton. Pengaduan ke Komisi Eropa dan surat panggilan dari dua jaksa agung negara bagian AS menjadi pertanyaan terbuka tentang apakah praktik penetapan harga ini akan tahan uji regulasi. Hingga laporan tahunan FIFA terbit, apakah angka yang beredar sesuai dengan pembukuan resmi masih belum terjawab.
- #FIFA
- #Piala Dunia 2026
- #penjualan tiket
- #hospitality