Dirut Pertamina Janjikan Antrean BBM Bali Tak Terulang, Pertamax Masih Kosong di Sejumlah SPBU
Redaksi Bit Nusantara ·

TL;DR · Ringkasan
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri meminta maaf dan berjanji kelangkaan BBM di Bali tidak akan terulang setelah antrean panjang di SPBU. Pemerintah dan Pertamina menaikkan target ketahanan stok Bali dari 11 menjadi 15 hari serta menambah kapal pengangkut dari tiga menjadi tujuh unit. Meski demikian, keluhan Pertamax kosong masih muncul di sejumlah SPBU pulau itu pada Senin (19/10/2026).
Poin kunci
- Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri menyampaikan permohonan maaf dan berkomitmen agar kejadian kelangkaan BBM di Bali tidak terulang.
- Armada kapal pengangkut BBM dari Jawa ke Bali ditambah dari tiga menjadi tujuh kapal, dan target ketahanan stok dinaikkan dari 11 menjadi 15 hari.
- Keluhan Pertamax kosong masih muncul di Denpasar Barat, Gianyar, Tabanan, dan Karangasem, sementara stok Pertamax di Bali tercatat 11,045 juta liter untuk sekitar delapan hari.
- Konsumsi Pertalite di Bali membengkak menjadi sekitar 3.000 kiloliter per hari selama antrean, dibandingkan konsumsi normal 2.200 kiloliter.
- Aturan ganjil-genap pembelian BBM di Bali diperpanjang hingga 23 Oktober 2026.
Janji itu disertai permintaan maaf secara terbuka kepada publik.
"Saya atas nama Pertamina Grup sebagai Direktur Utama dari lubuk hati yang paling dalam, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya," kata Simon Aloysius Mantiri. Ia juga menegaskan, "Kami berjanji dan berkomitmen bahwa kejadian ini tidak akan terulang di kemudian hari," kata Simon Aloysius Mantiri.
Sebagai langkah pemulihan, jumlah kapal pengangkut BBM dari Jawa ke Bali dinaikkan dari tiga menjadi tujuh unit. Pemerintah bersama Pertamina turut mengerek target ketahanan stok BBM Bali dari 11 hari menjadi 15 hari. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyampaikan peningkatan stok itu saat meninjau Fuel Terminal Sanggaran bersama Gubernur Bali I Wayan Koster dan Simon.
Bahlil menekankan bahwa persoalan utama bukan pada ketersediaan nasional. "Secara cadangan nasional tidak ada yang perlu kita khawatirkan. Sekarang distribusinya yang kita perlancar," kata Bahlil Lahadalia. Cadangan Pertalite nasional berada pada kisaran 16 hingga 18 hari, sedangkan jenis BBM lain tersedia untuk lebih dari 20 hari.
Di lapangan, gambarnya belum sepenuhnya pulih. Keluhan Pertamax kosong masih muncul di sejumlah SPBU di Denpasar Barat, Gianyar, Tabanan, dan Karangasem. Padahal data stok di Bali menunjukkan Pertamax tersedia 11,045 juta liter, cukup untuk sekitar delapan hari kebutuhan.
Stok jenis lain tercatat lebih beragam. Pertalite mencapai 30,136 juta liter untuk sekitar 11 hari, Solar 10,356 juta liter untuk sekitar 11 hari, dan Biosolar 1,752 juta liter yang diperkirakan cukup untuk lima hari. Rapat koordinasi penanganan BBM digelar di Terminal BBM Pertamina Sanggaran, Denpasar, pada Senin (19/10/2026).
Pihak Pertamina di Bali menyebut pasokan Pertamax sedang dikejar. "Sesungguhnya Pertamax ini kemarin kami sudah menerima kapal Pertamax. Dan besok akan tiba lagi kapal Pertamax," kata Mars Ega. Ia menambahkan bahwa pasokan Pertamax untuk Pertashop juga akan dimaksimalkan.
Tekanan permintaan sempat melonjak selama antrean. Konsumsi harian normal Pertalite di Bali sekitar 2.200 kiloliter dan Pertamax 1.000 kiloliter, tetapi konsumsi Pertalite membengkak hingga sekitar 3.000 kiloliter per hari saat antrean panjang terjadi.
Untuk meredam lonjakan pembelian, Gubernur Bali Wayan Koster menerapkan kebijakan ganjil-genap untuk pembelian Pertalite pada 17-19 Oktober 2026. Aturan itu kemudian diperpanjang hingga 23 Oktober 2026.
Persoalan pasokan tidak hanya terjadi di Bali. Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyidak Pertamina Integrated Terminal Surabaya pada Senin, 19 Oktober 2026, setelah antrean panjang di sejumlah SPBU kawasan Tapal Kuda. Pantauan hari itu mencatat stok BBM di Jawa Timur sebesar 60.000 kiloliter, cukup untuk enam hari.
Cadangan Pertamina di provinsi tersebut disebut naik menjadi 80.000 kiloliter, atau aman untuk delapan hari ke depan. Emil mengakui adanya penyusutan volume pengiriman BBM ke Jawa Timur sejak akhir September hingga pertengahan Oktober 2026.
Di hadapan publik, Simon menyebut pihaknya telah mengevaluasi kejadian ini. "Kami telah melakukan evaluasi dan akan terus melakukan upaya-upaya terbaik agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik pada masa mendatang," kata Simon Aloysius Mantiri. Ia juga mengaitkan energi dengan denyut ekonomi Bali. "Kami meyakini bahwa energi adalah denyut nadi dari perekonomian, khususnya di Pulau Bali, untuk membantu sektor pariwisata, UMKM, termasuk aktivitas ekonomi lainnya," kata Simon Aloysius Mantiri.
// Analisis redaksi
pendapat Redaksi Bit Nusantara · terpisah dari fakta
Selisih antara klaim stok dan pengalaman di SPBU patut dicermati. Cadangan nasional Pertalite disebut 16 hingga 18 hari dan jenis lain lebih dari 20 hari, sementara stok Pertamax di Bali tercatat untuk sekitar delapan hari dan Biosolar hanya lima hari. Karena itu, masalah yang ditonjolkan Bahlil adalah kelancaran distribusi, bukan kekurangan pasokan. Kenaikan armada dari tiga ke tujuh kapal dan target stok 15 hari berpotensi menjadi koreksi atas jalur logistik yang selama ini tipis, tetapi hasilnya baru dapat dinilai bila Pertamax kembali tersedia merata di Denpasar Barat, Gianyar, Tabanan, dan Karangasem.
Dari sisi ekonomi, antrean yang menaikkan konsumsi Pertalite dari sekitar 2.200 menjadi sekitar 3.000 kiloliter per hari menunjukkan pembelian yang dipicu kekhawatiran dapat memperparah kekosongan di titik lain. Ganjil-genap yang diperpanjang hingga 23 Oktober 2026 menjadi pertanyaan tentang seberapa lama pembatasan itu perlu bertahan, mengingat Simon sendiri mengaitkan energi dengan pariwisata dan UMKM di Bali. Penyusutan pengiriman ke Jawa Timur pada akhir September hingga pertengahan Oktober juga dapat menjadi petunjuk bahwa tekanan pasokan tidak berhenti di Pulau Dewata, sehingga janji agar kejadian tidak terulang akan diuji oleh konsistensi distribusi antarwilayah, bukan hanya angka stok di terminal.
- #Pertamina
- #Bali
- #Simon Aloysius Mantiri
- #Pertamax
- #SPBU