RTX 5090 Melonjak Jauh di Atas Harga Resmi, Nvidia Bantah Setop Produksi

Redaksi Bit Nusantara ·

Tampilan rinci rak server dengan lampu bercahaya di lingkungan pusat data.
Ilustrasi · Foto: panumas nikhomkhai / Pexels

TL;DR · Ringkasan

Kartu grafis GeForce RTX 5090 dijual jauh di atas harga eceran yang disarankan US$1.999 setelah beredar klaim bahwa Nvidia menghentikan produksinya. Nvidia membantah klaim itu lewat pernyataan Jeff Fisher, wakil presiden senior bisnis komputasi pribadi, tetapi mengakui kapasitas rantai pasokan terbatas.

Poin kunci

  • Jeff Fisher dari Nvidia menyangkal rumor penghentian produksi dan mengakui kapasitas rantai pasokan terbatas.
  • Kartu ini tidak tersedia di toko resmi Nvidia maupun Micro Center, sedangkan di Amazon seorang penjual pihak ketiga memasangnya US$8.500.
  • Laporan lain menyebut Nvidia tidak lagi mengalokasikan silikon GB202 baru untuk RTX 5090 agar tetap eksklusif bagi RTX PRO 6000 dengan 96 GB.
  • Pendapatan Nvidia dari produk data center kini 4 hingga 5 kali lipat pendapatan perangkat keras konsumen.

JAKARTA, BIT NUSANTARA — Harga kartu grafis andalan Nvidia, GeForce RTX 5090, melambung jauh di atas banderol resminya.

Lonjakan tersebut beriringan dengan beredarnya klaim bahwa Nvidia menyetop produksi RTX 5090. Menurut sebuah notifikasi pabrik yang bocor, perusahaan itu tidak lagi membuat model RTX 5090, termasuk varian D untuk pasar Tiongkok, dan kartu GeForce tertinggi berikutnya akan menjadi RTX 5080 24GB. Klaim itu disampaikan lewat akun @hongxing2020, yang menulis: "Menurut notifikasi pabrik, Nvidia tidak akan lagi memproduksi model RTX 5090, termasuk varian D".

Nvidia membantahnya. Ia menyebut RTX 5090 tetap menjadi produk inti yang sangat penting, dan keterangan itu ia berikan saat menghadiri acara peluncuran RTX Spark di Taipei. Produksi RTX 5090 disebut tidak dihentikan dan Nvidia akan terus mengirimkannya.

Meski menolak kabar penghentian, Nvidia tidak menutup mata terhadap kelangkaan. Perusahaan mengakui kapasitas rantai pasokan terbatas, tetapi mengatakan berupaya keras menghadirkan produk ke pasar. Fisher sendiri mengakui adanya kendala pasokan yang parah untuk RTX 5090.

Kondisi di lapangan memperlihatkan seretnya stok. Kartu itu tidak tersedia di toko resmi Nvidia maupun Micro Center. NVIDIA Marketplace resmi pun tampak tidak lagi menampilkannya. Micro Center, salah satu peritel besar, bahkan telah mencabut RTX 5090 dari rak tokonya.

Di pasar sekunder, harga bergerak liar. Di Amazon, kartu ini dijual penjual pihak ketiga seharga US$8.500, sedangkan di Newegg tercatat sekitar US$7.300 dari penjual yang kemungkinan berasal dari Tiongkok. Nvidia memperkenalkan kartu ini pada Januari 2025 dengan banderol US$1.999.

Sisi pasokan juga dibumbui laporan lain. Silikon itu disebut dipertahankan eksklusif untuk RTX PRO 6000 dengan memori 96 GB, sementara rumor menyebut RTX 5080 24 GB berbasis silikon GB203 akan menggantikan posisi RTX 5090. Nvidia sendiri belum mengumumkan perubahan apa pun.

Pasokan memori turut menjadi faktor yang diperbincangkan. Pembaruan RTX 50 Super dikabarkan tertunda karena keterbatasan pasokan memori.

Di saat yang sama, Nvidia gencar mendorong lini perangkat AI. Microsoft membuka pemesanan awal Surface RTX Spark Dev Box sejak 7 Oktober 2026, dengan komputasi AI hingga satu petaflop dan memori terpadu 128 GB, dibanderol mulai US$5.999,99. Jensen Huang, CEO Nvidia, menyebut Surface Laptop Ultra sebagai komputer pribadi pertama yang bisa menjalankan agen AI secara lokal, dengan peluncuran dijadwalkan 16 Oktober 2026.

// Analisis redaksi

pendapat Redaksi Bit Nusantara · terpisah dari fakta

Dari kacamata ekonomi, lonjakan harga RTX 5090 tampak lebih mencerminkan ketidakseimbangan pasokan dan permintaan ketimbang sekadar spekulasi dari satu bocoran. Nvidia mengakui kapasitas rantai pasokan terbatas, dan kartu ini lenyap dari toko resmi maupun peritel besar. Ketika jalur penjualan resmi kosong, pembeli beralih ke penjual pihak ketiga, dan di sanalah harga dapat menembus US$8.500. Itu berarti harga yang dibayar konsumen berpotensi berlipat dari banderol US$1.999.

Prioritas bisnis Nvidia juga patut dicermati. Pendapatan produk data center disebut 4 hingga 5 kali lipat perangkat keras konsumen, dan laporan soal silikon GB202 yang dipertahankan untuk RTX PRO 6000 berpotensi menunjukkan ke mana kapasitas produksi diarahkan. Jika benar demikian, kartu gaming kelas tertinggi dapat terus berada di posisi kedua dalam rebutan pasokan. Pola serupa tampak di Jepang, tempat harga GPU Nvidia disebut hingga 41% lebih tinggi dibandingkan di Amazon AS, sehingga menjadi pertanyaan apakah selisih harga antarwilayah ikut melebar bagi pasar lain. Bahan yang ada tidak memuat data harga di Indonesia, sehingga dampak langsung bagi konsumen dalam negeri belum dapat dipastikan. Yang dapat dikatakan, pembeli gawai gaming kelas atas di mana pun berpotensi menghadapi harga yang makin sulit diprediksi selama pasokan memori dan silikon tetap ketat.

  • #Nvidia
  • #GeForce RTX 5090
  • #RTX 5090
  • #Harga Kartu Grafis