Pegadaian dan Mandiri Luncurkan ATM Emas, Konversi Saldo Digital ke Fisik

Redaksi Bit Nusantara ·

Profesional bisnis berdiskusi selama rapat di lingkungan kantor modern.
Ilustrasi · Foto: Vlada Karpovich / Pexels

TL;DR · Ringkasan

Pegadaian dan Bank Mandiri secara berturut-turut meluncurkan layanan ATM Emas di Medan dan Bandung, memungkinkan nasabah mengonversi saldo emas digital menjadi logam mulia fisik. Langkah ini memperkuat ekosistem investasi emas yang terintegrasi antara platform digital dan aset fisik di Indonesia.

Poin kunci

    JAKARTA, BIT NUSANTARA —

    PT Pegadaian (Persero) resmi menghadirkan mesin ATM Emas di Kantor Wilayah I Medan, Sumatera Utara, sebagai bagian dari upaya memudahkan akses masyarakat terhadap emas fisik. Mesin tersebut menyediakan keping emas batangan mulai dari berat 1 gram hingga 100 gram dengan kapasitas penyimpanan sekitar 4.000 gram. Emas yang tersedia di mesin ini merupakan produk dari anak usaha Pegadaian, Galeri 24, yang telah tersertifikasi.

    Di sisi lain, Bank Mandiri juga meluncurkan layanan serupa di Bandung, Jawa Barat, tepatnya di KCP Bandung Surapati dan KCP Bandung Soekarno Hatta. Layanan ini memungkinkan nasabah mengonversi saldo emas digital mereka menjadi logam mulia fisik secara langsung.

    Hingga Agustus 2026, aplikasi Livin’ by Mandiri telah mencatatkan 42,1 juta pengguna terdaftar.

    Pertumbuhan bisnis Pegadaian juga menunjukkan tren positif dengan mencatat laba bersih Rp 6,59 triliun pada semester I-2026. Angka ini mengalami pertumbuhan 84,4% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang sebesar Rp 3,58 triliun.

    Perspektif_media: ""

    analisis:

    Perkembangan layanan ATM Emas oleh Pegadaian dan Bank Mandiri mencerminkan percepatan integrasi antara aset digital dan fisik dalam ekosistem keuangan Indonesia. Bagi Pegadaian, peluncuran mesin ini bukan sekadar perluasan layanan, melainkan strategi untuk memanfaatkan momentum pertumbuhan laba yang signifikan di semester pertama 2026. Dengan laba bersih mencapai Rp 6,59 triliun, perusahaan memiliki modal kuat untuk memperkuat infrastruktur fisik yang mendukung konversi emas digital. Kehadiran Galeri 24 sebagai penyedia produk emas tersertifikasi di ATM Emas menjadi kunci kepercayaan nasabah, memastikan bahwa setiap gram emas digital yang ditukar memiliki jaminan fisik yang nyata. Ini adalah bentuk validasi pasar terhadap model bisnis Pegadaian yang menggabungkan teknologi dan aset riil.

    Sementara itu, langkah Bank Mandiri sebagai bank konvensional pertama dengan lisensi OJK menunjukkan kompetisi ketat dalam sektor investasi emas digital. Dengan basis pengguna Livin’ by Mandiri yang mencapai 42,1 juta orang, bank ini memiliki keunggulan distribusi yang masif. Ketersediaan ATM Emas di 28 titik memungkinkan konversi instan, mengurangi friksi bagi nasabah yang ingin memiliki aset fisik. Dalam konteks ekonomi yang lebih luas, inisiatif ini sejalan dengan upaya pemerintah melalui Danantara untuk mengelola aset negara secara profesional. Integrasi layanan emas digital-fisik ini tidak hanya meningkatkan inklusi keuangan, tetapi juga memperkuat stabilitas pasar emas domestik dengan menyediakan likuiditas fisik yang mudah diakses oleh masyarakat luas.

    • #Pegadaian
    • #Bank Mandiri
    • #ATM Emas
    • #Emas Digital
    • #Logam Mulia