20 Juta Liter Pertalite Tiba di Bali, Stok Capai 48 Juta Liter

Redaksi Bit Nusantara ·

Pasar Pontianak yang ramai dengan penjual lokal dan berbagai barang.
Ilustrasi · Foto: Rizky Rianto / Pexels

TL;DR · Ringkasan

Sebanyak 20 juta liter Pertalite tiba di Bali melalui dua kapal tanker pada Jumat (16/10/2026) untuk memperkuat pasokan bahan bakar minyak di pulau tersebut. Total stok Pertalite di Bali kini mencapai 48 juta liter, yang diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama 14 hingga 15 hari ke depan. Pemerintah provinsi juga menerapkan skema ganjil-genap untuk pengisian BBM guna mengatur distribusi dan mencegah penumpukan antrean di SPBU.

Poin kunci

    JAKARTA, BIT NUSANTARA —

    Pasokan bahan bakar minyak jenis Pertalite kembali diperkuat di Bali dengan kedatangan 20 juta liter yang diangkut oleh dua kapal tanker pada Jumat (16/10/2026). Muatan tersebut diterima melalui pembongkaran di Terminal BBM Manggis dan Sanggaran, dengan rincian 16 juta liter masuk ke Terminal Manggis dan 4 juta liter lainnya tiba di Terminal Sanggaran.

    Dengan penambahan ini, total stok Pertalite di Bali mencapai 48 juta liter hingga Jumat (16/10/2026). Jumlah tersebut setara dengan kebutuhan Pertalite Bali untuk 14 sampai 15 hari ke depan. Pertamina menargetkan stok ini tetap terjaga dengan penambahan berkelanjutan mengikuti kebutuhan di lapangan.

    Pertamina juga mengoperasikan Integrated Terminal Manggis dan Fuel Terminal Sanggaran selama 24 jam.

    Ahad Rahedi juga menekankan pentingnya koordinasi dengan Kodam IX/Udayana untuk mendukung kebutuhan personel operasional dan menyiapkan pengemudi cadangan dengan tetap mengutamakan keselamatan kerja. "Koordinasi dengan Kodam IX/ Udayana dilakukan untuk mendukung kebutuhan personel operasional dan menyiapkan pengemudi cadangan dengan tetap mengutamakan keselamatan kerja," kata Ahad Rahedi.

    Ahad Rahedi menambahkan bahwa lokasi dan kapasitas layanan terus dievaluasi agar dapat menjangkau masyarakat sesuai kebutuhan di lapangan. "Lokasi dan kapasitas layanan terus kami evaluasi agar dapat menjangkau masyarakat sesuai kebutuhan di lapangan," kata Ahad.

    Perbaikan kondisi antrean menjadi perkembangan positif bagi mereka. "Perbaikan kondisi antrean menjadi perkembangan positif bagi kami," kata Ahad.

    Ahad Rahedi mengingatkan bahwa jika BBM tidak digunakan langsung untuk kepentingan pribadi, kemudian disalahgunakan dan diperjualbelikan kembali, penambahan berapa pun jumlah suplai pasti akan kurang. "Kalau tidak untuk digunakan langsung untuk kepentingan pribadi, kemudian disalahgunakan dan diperjualbelikan kembali, tentunya penambahan berapa pun jumlah suplai pasti akan kurang," kata Ahad Rahedi.

    Sebanyak 48 juta liter Pertalite sudah tiba di Provinsi Bali dan itu setara dengan kebutuhan Pertalite Bali untuk 14 sampai 15 hari ke depan. "Sebanyak 48 juta liter Pertalite sudah tiba di Provinsi Bali dan itu setara dengan kebutuhan Pertalite Bali untuk 14 sampai 15 hari ke depan," kata Ahad Rahedi.

    // Analisis redaksi

    pendapat Redaksi Bit Nusantara · terpisah dari fakta

    Dari sudut pandang ekonomi, ketersediaan stok yang memadai sebesar 48 juta liter memberikan stabilitas harga Pertalite di Bali, mengingat regulasi harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Namun, tantangan logistik tetap ada, terutama dalam distribusi ke SPBU yang tersebar di seluruh pulau. Dengan konsumsi normal mencapai 2,2 juta liter per hari, penambahan penyaluran menjadi 3 juta liter per hari dalam tiga hari terakhir menunjukkan upaya agresif untuk mengantisipasi kelangkaan.

    Kebijakan ganjil-genap dan pembatasan pembelian merupakan instrumen kontrol permintaan yang efektif untuk mencegah penumpukan antrean dan spekulasi. Hal ini penting karena Bali merupakan destinasi wisata dengan mobilitas tinggi, sehingga fluktuasi permintaan bisa terjadi secara mendadak. Koordinasi antara Pertamina, pemerintah provinsi, dan TNI juga menunjukkan sinergi yang diperlukan untuk menjaga kelancaran rantai pasok bahan bakar minyak di wilayah strategis.