Survei Trump Anjlok ke 31 Persen, Seberapa Besar Efeknya pada Dolar dan Harga Gawai Impor?

Redaksi Bit Nusantara ·

Kotak suara minimalis dengan 'Vote' dan bendera Amerika, melambangkan pemilihan.
Ilustrasi · Foto: Sora Shimazaki / Pexels

TL;DR · Ringkasan

Survei Reuters dan Ipsos yang terbit 20 Oktober 2026 mencatat hanya 31 persen warga Amerika Serikat puas dengan kinerja Donald Trump, sementara harga minyak dunia melewati 100 dolar AS per barel. Di sisi lain, pejabat keamanan nasional AS memperingatkan negara bagian soal kemungkinan intervensi federal pada pemilu paruh waktu November. Bagi Indonesia, kombinasi tekanan ekonomi dan ketidakpastian politik di AS patut dicermati karena dapat memengaruhi pergerakan dolar dan harga gawai impor.

Poin kunci

  • Survei Reuters dan Ipsos mencatat hanya 31 persen warga AS puas dengan kinerja Trump; sekitar 68 persen tidak menyetujui cara Trump menangani perekonomian.
  • Harga minyak mentah dunia naik di atas 100 dolar AS per barel dari sebelumnya di bawah 73 dolar AS, dan harga bensin di AS menjadi 4,3 dolar AS per galon.
  • Dalam jajak generic ballot, Partai Demokrat dipilih 47 persen responden dan Partai Republik 35 persen.
  • Sekitar 10 pejabat aktif dan mantan pejabat Departemen Pertahanan menyarankan negara bagian dan anggota Kongres bersiap menghadapi kemungkinan intervensi pemerintahan Trump pada pemilu November.

JAKARTA, BIT NUSANTARA — Dukungan publik Amerika Serikat terhadap Donald Trump merosot ke titik terendah. Hasil survei Reuters dan Ipsos menunjukkan hanya 31 persen warga yang menyatakan puas dengan kinerjanya.

Survei itu melibatkan 1.679 orang dewasa dan 1.279 pemilih terdaftar. Sebagai pembanding, jajak Quinnipiac pada Juli lalu menempatkan kepuasan publik di angka 32 persen.

Di bidang ekonomi, sekitar 68 persen warga AS tidak menyetujui cara Trump mengelolanya. Minyak mentah dunia kini berharga di atas 100 dolar AS per barel, padahal sebelumnya masih di bawah 73 dolar AS. Bensin di AS ikut naik menjadi 4,3 dolar AS per galon dari semula di bawah 3 dolar AS.

Trump menyatakan Rusia akan memasok solar lebih dari 300.000 ton bagi pasar AS dan global. Adapun soal kinerjanya, ia berkata, "Saya mengambil keputusan yang tepat bagi rakyat Amerika. Selalu utamakan Amerika," kata Donald Trump.

Preferensi pemilih juga bergeser. Pada jajak generic ballot, 47 persen responden condong ke Partai Demokrat, sedangkan Partai Republik hanya meraih 35 persen. Di kalangan pemilih perempuan, separuhnya menyatakan akan memilih kandidat Demokrat. Lebih dari 60 persen responden dalam survei Quinnipiac juga menolak konflik dengan Iran.

Di tengah angka-angka itu, muncul kekhawatiran soal jalannya pemilu paruh waktu November. Kelompok kecil berisi sekitar 10 pejabat aktif dan mantan pejabat Departemen Pertahanan menyarankan pemerintah negara bagian dan anggota Kongres bersiap menghadapi kemungkinan campur tangan pemerintahan Trump. Mereka khawatir integritas pemungutan suara bisa terganggu.

Juru bicara Gedung Putih, Lauren Bis, menepis kekhawatiran itu. Ia menyalahkan Partai Demokrat yang menurutnya tidak mendukung undang-undang pemilu yang lebih ketat.

Tammy Patrick dari Asosiasi Nasional Pejabat Pemilu menilai kemungkinan intervensi federal kini menjadi kekhawatiran utama pejabat pemilu di seluruh negeri. Sejumlah pejabat lokal bahkan menggelar simulasi respons seandainya agen federal datang ke TPS dan memaksa akses ke surat suara atau mesin pemungutan suara. Utah termasuk negara bagian yang menolak memberi administrasi Trump akses ke data pemilih.

Isu lain ikut mewarnai suasana menjelang pemilu. Otoritas federal menggeledah rumah anggota DPR Ilhan Omar terkait dugaan penipuan imigrasi, dan Trump menyebut kandidat Demokrat sebagai jihadis. Trump juga memprediksi perang Iran berakhir setelah pemilu sela.

// Analisis redaksi

pendapat Redaksi Bit Nusantara · terpisah dari fakta

Dari lensa ekonomi, lonjakan minyak dari bawah 73 dolar menjadi di atas 100 dolar AS per barel serta kenaikan bensin AS ke 4,3 dolar per galon dapat menekan daya beli rumah tangga Amerika. Penolakan 68 persen warga terhadap penanganan ekonomi menunjukkan tekanan itu terasa luas. Bagi pasar valuta, kombinasi inflasi energi dan ketidakpastian politik berpotensi membuat dolar bergerak lebih fluktuatif, hal yang patut dicermati importir gawai di Indonesia karena komponen dan perangkat jadi umumnya dibeli dengan dolar. Bila kurs bergejolak, harga gawai impor dapat ikut menyesuaikan, meski bahan yang ada belum memuat data kurs maupun harga perangkat.

Kekhawatiran soal pemilu paruh waktu menambah lapisan ketidakpastian. Bila peta politik berubah setelah November, kebijakan perdagangan dan fiskal AS yang selama ini memengaruhi arus modal berpotensi ikut bergeser, sebagaimana tercermin dari keunggulan Demokrat dalam jajak generic ballot. Dampaknya ke rupiah dan harga gawai masih menjadi pertanyaan terbuka, sebab bahan tidak memuat sinyal langsung dari pasar keuangan maupun kebijakan pajak digital. Karena itu, pembaca sebaiknya memandang ini sebagai tafsir risiko, bukan kepastian.

  • #Donald Trump
  • #Dolar AS
  • #Harga Gawai Impor
  • #Survei Reuters
  • #Ipsos