XPENG Buka Pusat Pengalaman dan Layanan Pertama di Sumatera, Hadir di Medan

Redaksi Bit Nusantara ·

Sekelompok profesional yang beragam terlibat dalam rapat bisnis di kantor modern.
Ilustrasi · Foto: Vlada Karpovich / Pexels

TL;DR · Ringkasan

XPENG resmi hadir di Medan lewat experience & service center pertamanya di Sumatera. Kehadiran itu bertepatan dengan dimulainya pengiriman global Mona L05 ke target 65 negara dan wilayah, serta posisi teratas XPENG dalam studi kepuasan pemilik kendaraan listrik di Eropa. Bagi calon pembeli di Medan, kabar ini patut dibaca bersama harga, layanan purnajual, dan peran aplikasi terhubung yang kini menjadi pembeda antarmerek.

Poin kunci

  • XPENG membuka experience & service center pertama di Sumatera, berlokasi di Medan.
  • Mona L05 diluncurkan di China dengan harga awal 139.800 yuan (sekitar $20.800) setelah diskon pengenalan, dan XPENG menargetkan 65 negara dan wilayah.
  • Dalam studi USCALE 2026, XPENG menempati posisi teratas untuk tahun kedua berturut-turut, dengan tingkat rekomendasi pemilik 82%.
  • Aplikasi kendaraan terhubung XPENG mencatat peningkatan tahunan yang signifikan.
  • Penjualan segmen otomotif ERAL hingga September 2026 mencapai Rp 1,99 triliun, seluruhnya dari XPENG.

JAKARTA, BIT NUSANTARA — XPENG resmi membuka experience & service center pertamanya di Sumatera, dan lokasinya berada di Medan.

Pusat tersebut menjadi titik temu baru antara merek kendaraan listrik itu dan calon pembeli di kawasan Sumatera, yang selama ini belum memiliki fasilitas sejenis dari XPENG.

Kabar dari Medan datang ketika XPENG sedang aktif memperluas jangkauan produknya. Perusahaan itu telah memulai pengiriman global Mona L05 dan menargetkan penjualan di 65 negara dan wilayah.

Pengumuman pengiriman tersebut disampaikan lewat Weibo pada hari Senin. Pengiriman global ternyata dimulai sebelum model itu diluncurkan di pasar domestiknya, China, pada 29 Oktober.

XPENG mengembangkan Mona L05 dalam versi kemudi kiri dan kemudi kanan secara paralel.

Pengujian itu antara lain mengukur kebisingan kabin pada kecepatan tinggi di Jerman dan performa powertrain di dataran tinggi Meksiko.

XPENG tidak membuka jumlah unit pengiriman awal, tujuan spesifik, ataupun jadwal untuk tiap pasar luar negeri.

Di China, Mona L05 dibanderol mulai 139.800 yuan, atau sekitar $20.800, setelah diskon pengenalan. Tanpa diskon, enam varian model ini berada di rentang 144.800 hingga 176.800 yuan.

Secara bentuk, Mona L05 adalah SUV ukuran menengah berkursi lima yang tersedia sebagai mobil listrik penuh maupun extended-range. Model ini melengkapi seri Mona, yang sebelumnya diisi sedan M03 dan coupe SUV L03.

Untuk varian listrik penuh, tenaga berasal dari motor belakang 183 kW dengan pilihan baterai LFP 58,2 kWh atau 71,1 kWh. Jarak tempuh maksimum menurut standar CLTC mencapai 635 km.

Varian extended-range memadukan baterai 37,2 kWh dan mesin bensin 1,5 liter. Jarak tempuh listriknya 310 km menurut CLTC, sedangkan total jarak gabungan diklaim hingga 1.310 km.

XPENG juga membagikan hasil uji jalan Mona L05 EREV pada 23 Oktober, dari perjalanan yang diatur sebuah platform otomotif China. Mobil itu menempuh 1.194,2 km tanpa mengisi daya maupun bahan bakar, setara 94,77 persen dari klaim jarak gabungan CLTC.

Perjalanan Guangzhou–Wenzhou lewat jalan raya pesisir G228 itu memakan waktu 23 jam 14 menit. Konsumsi listrik rata-rata tercatat 2,5 kWh per 100 km, sementara konsumsi bensinnya 3,7 liter per 100 km.

Pengujian memakai mode hemat daya ekstrem dengan AC diatur pada 24°C, dan kendaraan melaju sekitar 50–80 km/jam pada sebagian besar rute.

Bagasi standarnya memuat 702 liter, yang bisa membesar hingga 1.913 liter bila sandaran kursi belakang direbahkan.

Di ruang kemudi, layar sentuh tengah berukuran 17,3 inci berpadu dengan head-up display 26,8 inci. Kabin juga memiliki layar langit-langit, audio 20 speaker, dan 41 ruang penyimpanan.

Varian Ultra SE membawa dua chip Turing dengan daya komputasi gabungan 1.500 TOPS untuk fungsi bantuan mengemudi. Meski begitu, pengemudi tetap harus mengawasi sistem dan siap mengambil alih kemudi.

Dari sisi keselamatan, XPENG menyebut Mona L05 dirancang untuk standar bintang 5 di China, Eropa, dan Australia, dengan 7 airbag dan struktur bodi kelas 2.000 MPa. Materi pemasarannya mencantumkan C-NCAP 2024, Euro NCAP 2027, dan ANCAP 2027 sebagai standar pengembangan, bukan hasil uji tabrak.

Dari sisi kepuasan pengguna, XPENG menempati posisi teratas dalam 2026 EV Satisfaction Study yang digarap firma riset Jerman USCALE. Ini tahun kedua berturut-turut merek tersebut berada di puncak.

Tingkat rekomendasi di kalangan pemilik XPENG yang disurvei mencapai 82%, naik dari 81% pada 2025. Rata-rata industri hanya 53%, sehingga selisihnya 29 poin persentase.

Pembanding lain dalam studi itu adalah Tesla dengan 79%, serta Škoda dan Porsche yang sama-sama meraih 67%. Tingkat detraktor XPENG di antara responden tercatat 0%.

Studi tersebut menilai performa kendaraan, pengisian daya, perangkat lunak, konektivitas, dan kegunaan harian. Aplikasi kendaraan terhubung milik XPENG disebut membaik cukup tajam dibanding tahun sebelumnya.

XPENG juga unggul dari rata-rata industri di hampir semua kategori yang dinilai, dengan pengisian daya, manajemen pengisian, dan jarak tempuh mendapat sambutan positif. Merek ini telah mengirim lebih dari 60.000 kendaraan di Eropa dan memperkenalkan SUV unggulan G9L di Paris Motor Show 2026.

"Sekarang persaingan akan ditentukan oleh perangkat lunak, konektivitas, dan pengalaman pengisian daya yang mulus," kata Dr. Axel Sprenger, pendiri sekaligus managing director USCALE GmbH.

Di sisi bisnis, XPENG adalah satu-satunya merek kendaraan listrik yang dipegang ERAL, perusahaan yang mengoperasikan total 12 dealer XPENG, baik dikelola sendiri maupun bersama mitra. "Saat ini XPENG merupakan brand EV yang dimiliki ERAL, sehingga seluruh pendapatan segmen otomotif berasal dari XPENG," kata Djohan, CEO ERAL.

Hingga September 2026, penjualan segmen otomotif PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL) melonjak menjadi Rp 1,99 triliun. Laba bersih perseroan pada periode itu tumbuh menjadi Rp 193,83 miliar.

ERAL juga berencana meluncurkan model G9L pada kuartal IV-2026.

// Analisis redaksi

pendapat Redaksi Bit Nusantara · terpisah dari fakta

Bagi pembeli di Medan, kehadiran pusat pengalaman dan layanan pertama di Sumatera berpotensi mengubah cara menimbang harga sebuah mobil listrik. Harga sticker hanyalah sebagian dari hitungan, sebab ketersediaan tempat mencoba kendaraan dan fasilitas servis dekat rumah dapat menjadi bagian dari biaya kepemilikan yang dipertimbangkan calon pembeli. Sebagai gambaran kisaran harga, model terbaru XPENG di China dibanderol mulai sekitar $20.800 setelah diskon pengenalan; angka itu patut dicermati sebagai tolok ukur strategi harga merek ini, bukan sebagai patokan harga di Medan.

Lensa lain yang patut dicermati adalah nilai layanan digital. Studi USCALE menyebut aplikasi kendaraan terhubung XPENG membaik signifikan dan menempatkan merek ini di puncak kepuasan pemilik. Jika persaingan benar ditentukan perangkat lunak dan konektivitas, seperti dikatakan Sprenger, kualitas aplikasi berpotensi ikut memengaruhi nilai jual kembali dan kenyamanan harian pemilik. Dari sisi bisnis, lonjakan penjualan segmen otomotif ERAL yang seluruhnya bersumber dari XPENG menjadi pertanyaan menarik: apakah ekspansi titik layanan dapat menjaga laju itu, sementara model baru G9L dijadwalkan hadir pada kuartal IV-2026. Sejauh ini, dampak nyata bagi konsumen Medan masih harus dibuktikan seiring berjalannya operasional pusat tersebut.