Empat Agenda Aksi Bali Tech Week 2026: Apa yang Dikerjakan untuk Kedaulatan Digital?

Redaksi Bit Nusantara ·

Peluncuran roket dengan jejak asap di atas South Padre Island, terlihat melintasi lautan.
Ilustrasi · Foto: Forest Katsch / Pexels

TL;DR · Ringkasan

Kementerian Komunikasi dan Digital merumuskan empat agenda lanjutan dari Bali Tech Week 2026, forum teknologi yang digelar di Denpasar, Bali. Agenda itu mencakup pemetaan infrastruktur digital nasional dalam 30 hari, inisiatif percontohan, penguatan talenta AI, serta penyelarasan kebijakan dan investasi.

Poin kunci

  • Dokumen pemetaan infrastruktur dan teknologi digital nasional ditargetkan rampung dalam 30 hari ke depan.
  • Pemetaan itu mencakup jaringan serat optik, kabel laut, dan satelit.
  • Inisiatif percontohan akan melibatkan BUMN, korporasi, dan usaha mikro, kecil, dan menengah.
  • Forum berlangsung 19–23 Oktober 2026 di Denpasar dengan lebih dari 900 pertemuan bisnis terjadwal lewat program HUB.ID.
  • Indonesia mengembangkan Indonesia Open Network (ION) yang mengadaptasi arsitektur ONDC milik India.

JAKARTA, BIT NUSANTARA — Kementerian Komunikasi dan Digital menetapkan empat agenda lanjutan hasil Bali Tech Week 2026 sebagai langkah memperkuat kedaulatan digital Indonesia. Penetapan itu diumumkan lewat siaran pers pada Kamis, 22 Oktober 2026.

Pelaksanaan keempat agenda, menurut Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria, akan menggandeng pemerintah, BUMN, pelaku industri, perguruan tinggi, dan komunitas teknologi.

Agenda pertama berupa penyusunan dokumen pemetaan infrastruktur dan teknologi digital nasional yang ditargetkan selesai dalam 30 hari ke depan. Cakupannya meliputi jaringan serat optik, kabel laut, dan satelit.

Agenda ketiga menyasar penguatan talenta dan inovasi AI lewat kolaborasi industri, lembaga riset perguruan tinggi, dan komunitas.

Agenda keempat berfokus pada penyelarasan kebijakan dan investasi dengan perkembangan teknologi. Keempatnya disebut selaras dengan tiga pilar forum: Sovereign Digital Infrastructure, Sovereign Intelligence and Impact, dan Sovereign Trust and Risk Alliance.

"Forum yang baik tidak hanya diukur dari ramainya diskusi ataupun dinamisnya perbincangan, melainkan dari apa yang akan kita kerjakan setelahnya," kata Nezar Patria.

Panitia menjadwalkan lebih dari 900 pertemuan bisnis formal melalui program HUB.ID dan menargetkan rata-rata 1.800 peserta per hari.

Dari sisi peserta, 27 persen datang dari luar negeri dengan keterwakilan lebih dari 35 negara.

Salah satu sesi membahas Open Network for Digital Commerce (ONDC) India, dengan Thampy Koshy sebagai pembicara dan Alvin Evander sebagai moderator. Di dalam negeri, Indonesia tengah mengembangkan Indonesia Open Network (ION) yang mengadaptasi arsitektur ONDC tersebut.

// Analisis redaksi

pendapat Redaksi Bit Nusantara · terpisah dari fakta

Urutan agenda yang dirumuskan Kemkomdigi dapat dibaca sebagai upaya memulai dari fondasi. Pemetaan serat optik, kabel laut, dan satelit yang ditargetkan rampung dalam 30 hari berpotensi menjadi acuan bagi tiga agenda lain, sebab inisiatif percontohan, penguatan talenta AI, dan penyelarasan kebijakan membutuhkan gambaran kondisi infrastruktur yang sama. Tenggat 30 hari juga memberi tolok ukur yang mudah diperiksa publik.

Pernyataan Nezar Patria bahwa nilai sebuah forum diukur dari pekerjaan setelahnya patut dicermati bersama skala acara yang tercatat di bahan: ratusan pembicara, puluhan startup, dan ratusan investor serta lebih dari 900 pertemuan bisnis terjadwal. Menjadi pertanyaan, seberapa jauh pertemuan-pertemuan itu akan berujung pada kerja sama yang masuk ke dalam inisiatif percontohan. Adapun pengembangan ION yang mengadaptasi arsitektur ONDC India menunjukkan bahwa pengalaman negara lain ikut dipertimbangkan dalam agenda kedaulatan digital, meski bahan belum memerinci bagaimana hubungannya dengan keempat agenda tindak lanjut.

  • #Bali Tech Week 2026
  • #Kementerian Komunikasi dan Digital
  • #Kedaulatan Digital
  • #Talenta AI
  • #ONDC