Internet Rumah 100 Mbps Dibidik di Bawah Rp200 Ribu, Ini Rincian yang Sudah Ada
Redaksi Bit Nusantara ·

TL;DR · Ringkasan
Kementerian Komunikasi dan Digital menargetkan layanan internet kabel tetap berkecepatan hingga 100 Mbps dengan tarif di bawah Rp200 ribu per bulan, dengan bidikan sekitar Rp140 ribu. Program tersebut masih dalam tahap perancangan.
Poin kunci
- Kemkomdigi menargetkan internet kabel tetap berkecepatan hingga 100 Mbps dengan tarif di bawah Rp200 ribu per bulan.
- Pemerintah membidik tarif sekitar Rp140 ribu per bulan untuk kecepatan 100 Mbps.
- Perluasan jaringan serat optik ke perumahan (FTTH) disebut sebagai pilar utama pencapaian target.
- Satu koneksi diharapkan dapat dipakai seluruh anggota keluarga sehingga manfaat ekonominya lebih besar.
JAKARTA, BIT NUSANTARA — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menargetkan masyarakat segera dapat menikmati internet kabel tetap (fixed broadband) berkecepatan hingga 100 Mbps dengan tarif di bawah Rp200 ribu per bulan.
Pemerintah membidik harga langganan sekitar Rp140 ribu per bulan untuk kecepatan tersebut. Angka Rp140 ribu itu disebut sebagai harga yang diupayakan, sedangkan batas atasnya tetap di bawah Rp200 ribu.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyampaikan rencana itu di Jakarta. Menurut catatan pemberitaan, pernyataannya bersumber dari siaran pers yang merujuk pada Selasa (27/10), sementara satu media lain mencantumkan tanggal kutipan Sabtu (31/10/2026).
Komdigi disebut sedang merancang program penyediaan layanan internet kabel tetap berkecepatan 100 Mbps itu. Dengan demikian, skema tersebut belum berupa layanan yang bisa langsung dipesan pelanggan.
Strategi utamanya adalah menggelar kabel serat optik sampai ke rumah-rumah warga, tidak terbatas pada kawasan bisnis atau pusat kota. Nezar menyebut ekspansi jaringan fiber to the home (FTTH) ke perumahan sebagai pilar utama untuk mencapai target tersebut.
"Internet bisa ditekan biayanya menjadi lebih murah dengan cara memperluas fixed broadband," kata Nezar Patria.
Menurut Nezar, jaringan serat optik perlu diperluas sampai ke rumah tangga. "Kita perlu memperluas jaringan fiber optik agar bisa masuk ke rumah tangga, sehingga koneksinya bisa digunakan bersama oleh keluarga," kata Nezar Patria.
Dari sisi harga, Nezar menjelaskan hitungan yang ia bayangkan bagi pelanggan. "Dengan kecepatan 100 Mbps, masyarakat bisa membayar sekitar Rp140 ribu atau di bawah Rp200 ribu. Ini akan memberikan dampak ekonomi yang cukup tinggi bagi masyarakat," kata Nezar Patria.
Skema ini diharapkan memberi manfaat ekonomi lebih besar karena satu koneksi dapat dipakai seluruh anggota keluarga. Pemerintah memandang perluasan fixed broadband sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi infrastruktur digital nasional.
Nezar menilai perluasan akses internet lewat fixed broadband merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas konektivitas sekaligus menekan biaya layanan.
Saat ini adopsi 5G masih di bawah 10 persen, dan targetnya mendekati 30 hingga 40 persen dalam rentang waktu tersebut.
Perluasan layanan internet cepat dan murah untuk rumah tangga juga menjadi bagian dari agenda Kemkomdigi yang dipaparkan kepada media.
// Analisis redaksi
pendapat Redaksi Bit Nusantara · terpisah dari fakta
Target Rp140 ribu untuk 100 Mbps dan batas atas di bawah Rp200 ribu dapat menjadi patokan yang berguna bagi rumah tangga ketika membandingkan tarif, tetapi statusnya masih sasaran, bukan harga yang sudah berlaku. Fakta bahwa program ini masih dalam tahap perancangan berpotensi membuat pelanggan perlu bersabar sebelum ada tawaran nyata di lapangan.
Strategi menggelar serat optik hingga ke rumah warga, bukan hanya di pusat bisnis atau kota, menjadi pertanyaan sendiri bagi pelanggan di luar kawasan padat: apakah jaringan itu akan menjangkau lokasi mereka. Gagasan satu koneksi untuk seluruh anggota keluarga dapat menekan biaya per orang, namun patut dicermati bagaimana kecepatan 100 Mbps terbagi bila banyak perangkat tersambung sekaligus. Target adopsi 5G yang berjalan beriringan menunjukkan pemerintah menggarap dua jalur konektivitas sekaligus, dan hubungan keduanya bagi pelanggan rumah masih patut diikuti perkembangannya.
- #Kemkomdigi
- #Komdigi
- #internet kabel tetap
- #100 Mbps
- #layanan internet