Nintendo Soroti Delapan Hal Baru di Remake Ocarina of Time Switch 2

Redaksi Bit Nusantara ·

Tampilan jarak dekat rak server di pusat data yang menyoroti infrastruktur teknologi modern.
Ilustrasi · Foto: panumas nikhomkhai / Pexels

TL;DR · Ringkasan

Nintendo merilis video yang menyoroti delapan hal baru dalam remake The Legend of Zelda: Ocarina of Time untuk Switch 2. Game eksklusif Switch 2 ini dijadwalkan meluncur pada 5 November 2026. Produser seri Zelda, Eiji Aonuma, menyebut sebagian anggota tim muda belum pernah memainkan versi aslinya.

Poin kunci

  • Nintendo merilis video yang menyoroti delapan hal baru dalam Zelda: Ocarina of Time versi Switch 2.
  • Remake Ocarina of Time eksklusif untuk Nintendo Switch 2 dan dirilis pada 5 November 2026.
  • Edisi fisik dibanderol $59,99 sebelum peluncuran dan diperkirakan menjadi $69,99 sesudahnya, sedangkan edisi digital tetap $59,99.
  • Eiji Aonuma menilai positif fakta bahwa sebagian anggota tim muda belum pernah memainkan game aslinya.
  • Aonuma menyatakan inspirasi dari kolaborasi dengan Koei Tecmo mungkin tercermin dalam Zelda berikutnya.

JAKARTA, BIT NUSANTARA — Nintendo menyorot delapan hal baru dalam remake The Legend of Zelda: Ocarina of Time lewat sebuah video untuk Switch 2. Game itu akan meluncur pada Kamis, 5 November 2026, dan hanya tersedia di Nintendo Switch 2.

Seorang produser Nintendo disebut merasa gugup menjelang remake klasik Zelda ini tiba di toko. Judul aslinya dirilis di konsol N64 sekitar 28 tahun lalu.

Dari sisi harga, edisi fisik sedang dijual dengan potongan $10 di Amazon dan Walmart, dengan tenggat sekitar satu minggu. Selepas peluncuran, harga edisi fisik diperkirakan naik dari $59,99 ke $69,99, sementara versi digital bertahan di $59,99.

Penulis The Verge menilai remake ini menyenangkan setelah mencoba sebagian bagian game. Grafis dan gaya seninya dianggap fantastis, dan kontrolnya telah dimodernisasi.

Menurut dia, kondisi itu justru baik. Aonuma sendiri berusia 63 tahun dan sudah memimpin seri Zelda selama seperempat abad.

Aonuma juga berbicara soal arah seri ke depan. Desember tahun lalu ia menyebut kerja sama Nintendo dengan Koei Tecmo pada Hyrule Warriors: Age of Imprisonment dapat memengaruhi Zelda utama berikutnya. "Inspirasi yang kami dapat dari kolaborasi dengan Koei Tecmo ini mungkin tercermin dalam Zelda berikutnya yang kami buat," kata Eiji Aonuma.

Hyrule Warriors: Age of Imprisonment memadukan permainan musou ala Dynasty Warriors, dengan satu karakter menghadapi ribuan musuh, bersama tokoh, lore, dan lokasi Zelda. Ceritanya mengisahkan Perang Penyegelan yang menyegel Raja Iblis Ganondorf.

Aonuma pun tidak menutup peluang kembali ke Hyrule versi Breath of the Wild dan Tears of the Kingdom, yang berpotensi melahirkan game ketiga di dunia tersebut. Pada September 2023, Nintendo menyatakan tidak akan merilis DLC untuk Tears of the Kingdom dan memilih pindah ke game baru dalam seri itu.

// Analisis redaksi

pendapat Redaksi Bit Nusantara · terpisah dari fakta

Rangkaian informasi ini memperlihatkan bahwa Nintendo menjalankan dua hal sekaligus menjelang 5 November: memperkenalkan remake Ocarina of Time lewat video delapan hal baru dan memanfaatkan jendela pemesanan dengan potongan harga sebelum edisi fisik diperkirakan naik. Kombinasi itu berpotensi mendorong pemesanan awal, meski seberapa besar pengaruhnya terhadap penjualan masih menjadi pertanyaan.

Komentar Aonuma tentang tim muda yang belum pernah memainkan versi aslinya patut dicermati. Pernyataan itu dapat dibaca sebagai tanda bahwa remake digarap dengan sudut pandang segar, bukan sekadar mengulang yang lama.

  • #Nintendo
  • #The Legend of Zelda: Ocarina of Time
  • #Switch 2
  • #Eiji Aonuma