Singapura Kembangkan Pendingin Tanpa AC, Studi Pemerintah Perkirakan Hemat Energi hingga 48 Persen
Redaksi Bit Nusantara ·

TL;DR · Ringkasan
Singapura mengembangkan teknologi pendinginan alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada AC. Studi pemerintah 2024 memperkirakan penghematan energi hingga 48 persen, sementara perancang gedung Paya Lebar Green mengklaim penghematan lebih dari 30 persen.
Poin kunci
- Studi pemerintah Singapura pada 2024 memperkirakan teknologi pendinginan alternatif dapat menghemat konsumsi energi hingga 48 persen.
- Paya Lebar Green memakai active chilled beams dan menjaga suhu kantor sekitar 24 derajat Celsius.
- Menurut DP Architects, sistem itu memangkas konsumsi energi lebih dari 30 persen dibanding AC biasa.
- Sekitar 99 persen rumah pribadi di Singapura sudah berAC, tertinggi per kapita di Asia Tenggara.
- Biaya pemasangan awal yang tinggi dan kebiasaan menyetel AC pada suhu rendah masih menjadi kendala.
JAKARTA, BIT NUSANTARA — Singapura mulai mengembangkan teknologi pendinginan alternatif guna mengurangi ketergantungan pada AC yang boros energi. Studi pemerintah pada 2024 memperkirakan teknologi semacam ini dapat memangkas konsumsi energi negara itu hingga 48 persen.
Sejumlah gedung mulai menguji sistem pendinginan tanpa AC konvensional.
Dorongan ini berangkat dari beban pendinginan yang besar. Pendinginan menyerap sekitar 40 hingga 60 persen energi sebuah bangunan, sementara sektor bangunan menyumbang sekitar seperlima emisi nasional. Singapura juga menargetkan emisi nol bersih pada 2050.
Salah satu contohnya adalah Paya Lebar Green, gedung perkantoran delapan lantai di bagian timur Singapura. Gedung ini memakai active chilled beams, yakni panel berlubang berkumparan pendingin yang dipasang di langit-langit.
Air didinginkan hingga 9 derajat Celsius sebelum dipompa ke kumparan di dalam panel. Udara yang disemburkan menarik udara hangat dari ruangan untuk didinginkan kembali. Suhu kantor dapat dijaga sekitar 24 derajat Celsius.
Perancang gedung, DP Architects, menyebut sistem ini memangkas konsumsi energi lebih dari 30 persen dibanding AC konvensional.
"Kami bahkan tidak menyadari betapa berbedanya sistem pendingin udara ini karena semuanya berjalan begitu mulus, dan dari segi suhu, ideal bagi semua orang di kantor," kata Renuga Shekar, profesional sumber daya manusia yang bekerja di gedung itu.
Teknologi lain yang dikembangkan adalah radiant cooling. Sistem ini mengalirkan air bersuhu 14 hingga 18 derajat Celsius lewat pipa atau panel untuk menyerap panas.
Gedung pemeliharaan Otoritas Pelabuhan Singapura di Tuas memakai pendekatan berbeda, yaitu passive displacement cooling. Sistem ini memanfaatkan aliran udara alami sehingga kebutuhan kipas mekanis berkurang.
Tantangan penerapannya tidak kecil. Sekitar 99 persen rumah pribadi di Singapura sudah memakai AC, menjadikannya negara dengan kepemilikan AC per kapita tertinggi di Asia Tenggara. Suhu siang hari berkisar 31 hingga 33 derajat Celsius sepanjang tahun.
Biaya pemasangan awal yang tinggi dan kebiasaan menyetel AC pada suhu rendah masih menjadi hambatan. Solusi yang paling umum saat ini adalah menyetel AC pada 25,5 hingga 27 derajat Celsius disertai kipas tambahan. Hingga kini belum ada alternatif yang terbukti lebih efisien dibanding teknologi kompresi uap yang lazim dipakai.
Unit kompresor AC membuang udara panas ke lingkungan, dan listrik berbahan bakar fosil untuk mengoperasikannya turut menyumbang perubahan iklim.
// Analisis redaksi
pendapat Redaksi Bit Nusantara · terpisah dari fakta
Angka 48 persen perlu dibaca sebagai perkiraan studi, bukan hasil yang sudah tercapai. Di tingkat gedung, klaim yang tercatat lebih rendah, yakni lebih dari 30 persen untuk Paya Lebar Green menurut perancangnya. Selisih keduanya dapat berarti hasil nasional bergantung pada seberapa luas teknologi ini dipasang; target pertengahan 2026 mencakup setidaknya 33 bangunan publik dan 14 bangunan swasta.
Biaya awal yang tinggi, kebiasaan pengguna, dan belum adanya alternatif yang terbukti lebih efisien dari kompresi uap menjadi alasan untuk berhati-hati menyimpulkan bahwa AC akan tergeser.
- #Singapura
- #Pendinginan tanpa AC
- #Paya Lebar Green
- #Studi pemerintah
- #Teknologi pendinginan