Aplikasi Peringatan Ukraina Diretas, 122 Pesan Palsu Nuklir Tersebar
Redaksi Bit Nusantara ·

TL;DR · Ringkasan
Aplikasi peringatan udara Ukraina diretas pada Minggu malam dan mengirim pesan palsu tentang bahaya nuklir, radiasi, serta ancaman kimia. Beberapa jam kemudian Rusia menyatakan aplikasi daruratnya juga diserang. Angkatan udara Ukraina menegaskan tidak ada ancaman radiasi.
Poin kunci
- Sebanyak 122 peringatan palsu dikirim ke seluruh Ukraina antara pukul 22.47 dan 22.54 waktu Kyiv.
- Satu pesan palsu berbahasa Rusia menyatakan seluruh Ukraina dalam siaga nuklir dan menyebut rudal Oreshnik sedang beraksi.
- Peringatan palsu di Rusia dikirim ke 33 wilayah menurut kementerian darurat negara itu.
- Kementerian darurat Rusia menyatakan sirene serta pesan lewat pengeras suara, TV, dan radio tidak terpengaruh.
- Layanan aplikasi Ukraina dipulihkan bertahap, dengan peringatan level kuning dan merah kembali tampil di peta.
JAKARTA, BIT NUSANTARA — Aplikasi peringatan darurat Ukraina dan Rusia sama-sama diretas pada Minggu malam menuju Senin dini hari. Pesan palsu tentang bahaya nuklir pun sempat menyebar ke ponsel warga kedua negara.
Di Ukraina, pesan-pesan itu mulai muncul sekitar pukul 22.45 waktu Kyiv. Sebanyak 122 peringatan palsu dikeluarkan di seluruh negeri dalam rentang pukul 22.47 hingga 22.54.
Salah satu pesan berbahasa Rusia menyebut seluruh Ukraina berada dalam siaga nuklir dan rudal Oreshnik milik Rusia sedang beraksi. Pesan lain menyatakan rudal hipersonik itu telah dikerahkan.
Angkatan Udara Ukraina merespons pada pukul 23.02 dengan menyatakan aplikasi telah dikompromikan dan radiasi bukan ancaman nyata. Lewat Telegram, mereka menyebut aplikasi itu tampaknya terkena pengaruh musuh. Pesan resminya berbunyi: "Tidak ada ancaman radiasi! Tetap tenang, ikuti pesan kami di saluran kami," kata Angkatan Udara Ukraina.
Angkatan Udara juga menyatakan pihak tidak berwenang mengganggu operasi aplikasi, sehingga notifikasi push untuk sementara dimatikan. Di wilayah Lviv, sebagian sirene dan pengeras suara umum sempat menyiarkan sinyal "bahaya radiasi".
Sekitar dua jam setelah pernyataan Ukraina, Kementerian Situasi Darurat Rusia melaporkan aplikasi selulernya diserang secara besar-besaran. Serangan itu memungkinkan penyerang menyebarkan informasi palsu kepada publik, dan peringatan palsu menjangkau 33 wilayah Rusia. Kementerian menyatakan sistem peringatan publik tidak terdampak, sehingga tidak ada sirene atau pesan palsu lewat pengeras suara, TV, maupun radio.
Pesan palsu di aplikasi Rusia berisi kata-kata kasar, yang menandakan keasliannya patut diragukan. Belum jelas apakah kedua peretasan saling terkait.
Sebuah kanal Telegram baru, yang tampaknya dikelola kelompok anti-Ukraina, mendapat 15.600 pengikut lewat tautan di pesan palsu tersebut. Kanal pro-Kremlin Mash menyebut kelompok bernama Hitcorecorp bertanggung jawab, tetapi identitas kelompok itu belum dapat diverifikasi.
Peringatan level kuning dan merah kini tampil kembali di peta. "Kami menyadari betapa besar kekhawatiran dan ketidaknyamanan yang tidak perlu ini telah ditimbulkan," kata Stepan Tanasiychuk.
Aplikasi itu biasanya memberi peringatan ancaman rudal, drone, dan bahaya lain, dan baru saja diperbarui untuk menampilkan pergerakan drone secara real time. Dampak pesan palsu pada warga tampak kecil. Banyak warga tidak panik dan membagikan meme yang mengejek peringatan itu, terutama karena memakai bahasa Rusia.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyatakan situs web presiden Rusia mengalami serangan siber berulang setiap hari. "Semua sumber daya elektronik instansi pemerintah kami terus-menerus berada di bawah ancaman serangan siber," kata Dmitry Peskov.
// Analisis redaksi
pendapat Redaksi Bit Nusantara · terpisah dari fakta
Rangkaian kejadian ini menunjukkan aplikasi peringatan publik dapat menjadi saluran penyebaran kepanikan bila dikendalikan pihak tak berwenang. Pesan palsu dikirim dalam hitungan menit, yakni 122 peringatan dalam rentang sekitar tujuh menit sejak pukul 22.47. Kecepatan itu berpotensi membuat pengguna tidak sempat memastikan kebenarannya sebelum penyedia aplikasi bereaksi.
Respons cepat Angkatan Udara Ukraina pada pukul 23.02 dan kanal resmi mereka patut dicermati sebagai contoh pentingnya jalur klarifikasi yang terpisah dari aplikasi yang diretas. Pemisahan sistem peringatan juga menjadi pertanyaan. Rusia menyebut sirene dan siaran TV serta radio tidak terpengaruh, sedangkan sebagian sirene di Lviv sempat menyiarkan sinyal radiasi. Selain itu, tautan ke kanal Telegram baru dalam pesan palsu menunjukkan pengguna perlu berhati-hati terhadap tautan di notifikasi, meski belum jelas apakah kedua peretasan saling terkait.
- #Ukraina
- #Rusia
- #peretasan
- #aplikasi peringatan udara
- #pesan palsu