Bintang Katai Putih Berwarna Hijau Ditemukan, Tim Warwick Teliti 151 Bintang
Redaksi Bit Nusantara ·

TL;DR · Ringkasan
Tim peneliti menganalisis 151 bintang katai putih dalam radius 20 parsec, sekitar 65 tahun cahaya dari Bumi. Temuan ini diberitakan sejumlah media sebagai penemuan pertama bintang berwarna hijau.
Poin kunci
- Studi dipimpin Mark Hollands dari University of Warwick menemukan katai putih berwarna hijau, merah muda, sian, kuning, dan ungu.
- Sebanyak 151 katai putih dalam jarak 20 parsec (sekitar 65 tahun cahaya) dari Bumi dianalisis.
- Warna hijau dikaitkan dengan kalsium, natrium, dan litium, sedangkan warna merah muda berhubungan dengan tingginya kepadatan molekul karbon.
- Katai putih berwarna kuning ditemukan pada bintang yang diperkaya sisa komet dan asteroid yang hancur.
- Hollands memperkirakan jumlah katai putih dengan spektrum akan bertambah sepuluh kali lipat.
JAKARTA, BIT NUSANTARA — Astronom menemukan bintang katai putih yang tampak berwarna hijau, temuan yang oleh sejumlah media disebut sebagai yang pertama. Penelitian itu dipimpin Mark Hollands dari University of Warwick.
Bukan hanya hijau. Studi tersebut mendapati katai putih juga dapat memancarkan warna merah muda, sian, kuning, dan ungu.
Untuk sampai pada kesimpulan itu, Hollands dan timnya menelaah data 151 bintang katai putih yang berada dalam radius 20 parsec, atau sekitar 65 tahun cahaya dari Bumi.
Ukurannya kira-kira sebesar Bumi, tetapi massanya dapat menyerupai massa Matahari.
Perbedaan warna itu berkaitan dengan komposisi atmosfernya. Rona hijau dikaitkan dengan kandungan kalsium, natrium, dan litium, sedangkan semburat merah muda berhubungan dengan tingginya kepadatan molekul karbon.
Bintang yang tampak kuning, menurut studi ini, diperkaya material sisa komet dan asteroid yang hancur. Sementara itu, katai putih yang lebih dingin dengan atmosfer campuran hidrogen dan helium sering memperlihatkan nuansa sian atau biru pucat.
Atmosfer katai putih terdingin pun sangat rapat: kepadatannya sekitar satu gram per sentimeter kubik.
Hollands melihat kegunaan lain dari temuan ini. "Jadi, kita sebenarnya dapat menggunakan katai putih sebagai semacam alat diagnostik untuk mengukur komposisi kimia materi planet," kata Hollands.
Ia juga memperkirakan jumlah katai putih yang spektrumnya berhasil dipelajari akan meningkat sepuluh kali lipat.
// Analisis redaksi
pendapat Redaksi Bit Nusantara · terpisah dari fakta
Keragaman warna yang dilaporkan dalam studi ini dikaitkan langsung dengan unsur di atmosfer: kalsium, natrium, dan litium untuk hijau, serta molekul karbon untuk merah muda. Karena itu, warna katai putih berpotensi dibaca sebagai petunjuk awal tentang apa yang ada di permukaannya, bukan sekadar hiasan visual.
Kaitan warna kuning dengan sisa komet dan asteroid yang hancur sejalan dengan gagasan Hollands bahwa katai putih dapat dipakai untuk mengukur komposisi kimia materi planet. Dengan perkiraan jumlah katai putih berspektrum yang kelak naik sepuluh kali lipat, pola warna ini patut dicermati sebagai bahan pembanding antarbintang. Tentu saja, studi ini mencakup 151 bintang di lingkungan sekitar Bumi, sehingga masih menjadi pertanyaan apakah gambaran yang sama berlaku bagi populasi katai putih yang lebih luas.
- #bintang katai putih
- #Tim Warwick
- #warna hijau