Papua Spark 2026: 26 UMKM Kuliner Jayapura Masak Pakai Listrik, Bukan Gas
Redaksi Bit Nusantara ·

TL;DR · Ringkasan
PLN menggelar festival Papua Spark 2026 di Jayapura pada 23–24 Oktober 2026, dan 26 pelaku UMKM kuliner lokal memasak dengan peralatan berbasis listrik. Kegiatan berlangsung di halaman Kantor Gubernur Papua sebagai ajang pengenalan gaya hidup berbasis listrik kepada warga.
Poin kunci
- Papua Spark 2026 dibuka PLN di halaman Kantor Gubernur Papua, Jayapura, Jumat (23/10).
- Sebanyak 26 UMKM kuliner lokal memakai peralatan memasak berbasis listrik selama kegiatan.
- Festival berlangsung pada 23–24 Oktober 2026.
- Peracik kopi BM Coffee, Terra Fonataba, menyebut suhu yang stabil dan akurat sebagai keunggulan peralatan masak listrik.
- Pemerintah Provinsi Papua menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan ini.
JAKARTA, BIT NUSANTARA — Sebanyak 26 pelaku UMKM kuliner lokal memasak dengan peralatan berbasis listrik dalam festival Papua Spark 2026 di Jayapura. Festival yang digagas PT PLN (Persero) itu berlangsung di halaman Kantor Gubernur Papua pada 23–24 Oktober 2026.
Pembukaan dilakukan pada Jumat (23/10), dengan penutupan dijadwalkan Sabtu (24/10). Panitia menjadikan dapur para pelaku usaha kecil sebagai etalase gaya hidup berbasis listrik, yang dalam kegiatan ini disebut Electrifying Lifestyle.
Pemerintah Provinsi Papua menyambut baik kegiatan tersebut. "Pemerintah Provinsi Papua memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PLN atas penyelenggaraan kegiatan Papua Spark," kata Christian Sohilait, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Papua.
Suzana menyinggung tantangan yang dihadapi daerah. "Kondisi geografis dan keterbatasan transportasi di Papua menjadi tantangan nyata yang membutuhkan kerja bersama," ujarnya.
Dari kalangan pelaku usaha, Terra Fonataba, peracik kopi BM Coffee, menilai peralatan masak listrik punya nilai lebih dalam urusan rasa. "Keunggulan utama dari peralatan masak berbasis listrik terletak pada suhunya yang stabil dan akurat, sehingga menjaga konsistensi rasa dari setiap olahan," kata Terra.
Pihak PLN menekankan sisi kemudahan. "Papua Spark 2026 adalah bukti bahwa Electrifying Lifestyle bukanlah sesuatu yang rumit, melainkan pilihan gaya hidup cerdas yang memberikan kemudahan sekaligus keuntungan," kata Roberth Rumsaur, General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Papua dan Papua Barat.
Roberth juga menyoroti respons pengunjung.
// Analisis redaksi
pendapat Redaksi Bit Nusantara · terpisah dari fakta
Pemilihan UMKM kuliner sebagai peraga utama dapat dibaca sebagai strategi memperkenalkan peralatan listrik lewat usaha yang bersentuhan langsung dengan warga sehari-hari. Keterangan Terra Fonataba tentang suhu yang stabil dan akurat berpotensi menjadi argumen praktis bagi pelaku usaha lain, karena yang disorot adalah mutu hasil masakan, bukan sekadar pergantian sumber energi. Pada saat yang sama, klaim kemudahan dan keuntungan dari pihak PLN masih berupa pernyataan penyelenggara dan belum disertai data biaya dalam bahan yang tersedia.
Pernyataan Suzana Wanggai tentang kondisi geografis dan keterbatasan transportasi patut dicermati sebagai konteks. Tantangan itu dapat berpengaruh pada seberapa luas gaya hidup berbasis listrik menjangkau pelaku usaha di luar Jayapura, meski bahan belum memuat rencana lanjutan. Karena itu, apakah antusiasme selama dua hari festival berlanjut menjadi kebiasaan memasak harian di dapur UMKM menjadi pertanyaan yang baru dapat dijawab seiring waktu.
- #Papua Spark 2026
- #PLN
- #UMKM Kuliner
- #Jayapura