Bahlil: Stok BBM Nasional Aman 20 Hari, Cadangan Bali Naik ke 15 Hari

Redaksi Bit Nusantara ·

Pasar yang hidup di Jawa Barat dengan penduduk setempat yang menjual camilan dan barang-barang tradisional Indonesia.
Ilustrasi · Foto: Nurul Sakinah Ridwan / Pexels

TL;DR · Ringkasan

Ia menyebut persediaan nasional tidak perlu dikhawatirkan, sementara antrean di Bali dan Jawa Timur disebut telah terurai. Keterangan itu muncul pada 19 Oktober 2026, setelah cadangan Bali sempat merosot.

Poin kunci

  • Cadangan BBM Bali meningkat dari 11 hari menjadi 15 hari menurut Bahlil Lahadalia.
  • Cadangan Bali sempat merosot 3 hingga 4 hari akibat kapal dari Jawa terlambat dan kendala manajemen logistik internal.
  • Armada kapal pengangkut dari Jawa ke Bali ditambah dari tiga menjadi tujuh kapal.
  • Cadangan Pertalite nasional berada pada kisaran 16 hingga 18 hari, sedangkan jenis BBM lain tersedia lebih dari 20 hari.
  • Aturan ganjil-genap pengisian BBM di Bali diperpanjang hingga 23 Oktober 2026.

JAKARTA, BIT NUSANTARA — Pemerintah memastikan persediaan BBM nasional cukup untuk sekitar 20 hari ke depan, walau cadangan di Bali sempat turun tajam. Jaminan itu disampaikan Bahlil Lahadalia, yang menyebut antrean di Bali dan Jawa Timur sudah terurai.

Menurut Bahlil, cadangan BBM di Bali kini naik dari 11 hari menjadi 15 hari. Penurunan sebelumnya, sebesar 3 hingga 4 hari, dipicu keterlambatan kapal dari Jawa serta kendala manajemen logistik di internal Pertamina.

Untuk mempercepat distribusi, Pertamina menambah armada pengangkut BBM rute Jawa–Bali dari tiga menjadi tujuh kapal. Stok BBM nasional disebut tetap berada di atas standar minimum.

"Secara cadangan nasional tidak ada yang perlu kita khawatirkan. Sekarang distribusinya yang kita perlancar," kata Bahlil Lahadalia.

Rincian cadangan nasional berbeda menurut jenis bahan bakar. Pertalite berada pada kisaran 16 hingga 18 hari, sementara jenis BBM lainnya tersedia untuk lebih dari 20 hari. Di Bali, aturan ganjil-genap untuk pengisian BBM diperpanjang hingga 23 Oktober 2026.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menyatakan penyaluran akan diperluas ke titik penjualan kecil. "Tidak hanya pasokan di SPBU, pasokan untuk Pertamax di Pertashop pun akan kita maksimalkan," kata Mars Ega Legowo Putra.

Pada tanggal itu, persediaan BBM di provinsi tersebut tercatat 60.000 kiloliter, setara kebutuhan enam hari.

Setelah sejumlah kapal tiba, cadangan Pertamina di Jawa Timur naik menjadi 80.000 kiloliter, cukup untuk delapan hari. Pengiriman BBM ke provinsi itu sempat menyusut sejak akhir September hingga pertengahan Oktober 2026.

// Analisis redaksi

pendapat Redaksi Bit Nusantara · terpisah dari fakta

Data dari berbagai sumber menunjukkan bahwa persoalan BBM kali ini lebih terkait distribusi ketimbang ketersediaan total. Bahlil sendiri menyebut cadangan nasional tidak mengkhawatirkan dan yang dilancarkan adalah distribusinya. Penyebab merosotnya cadangan Bali, yakni kapal terlambat dan kendala logistik internal, menunjukkan bahwa mata rantai pengangkutan antarpulau dapat menjadi titik rawan meski persediaan nasional terbilang longgar. Pola serupa tampak di Jawa Timur, ketika volume pengiriman menyusut selama beberapa pekan.

Dari lensa ekonomi, gangguan pasokan semacam ini berpotensi menimbulkan biaya bagi pengguna, mulai dari waktu yang terbuang di antrean hingga pembatasan pengisian lewat aturan ganjil-genap yang diperpanjang sampai 23 Oktober 2026. Penambahan kapal dari tiga menjadi tujuh unit juga dapat menaikkan beban operasional distribusi, sehingga patut dicermati apakah biaya tersebut akan memengaruhi harga atau subsidi. Bahan yang tersedia tidak memuat angka biaya maupun rencana penyesuaian harga, sehingga hal itu masih menjadi pertanyaan. Selisih antara cadangan Pertalite yang 16 hingga 18 hari dan jenis lain yang lebih dari 20 hari pun dapat menjadi catatan, karena komposisi stok tiap jenis bisa memengaruhi pilihan konsumen di lapangan.