BRI-Pegadaian Denpasar Jajaki Sinergi, Buyback BBRI Rp1 Triliun Jalan
Redaksi Bit Nusantara ·

TL;DR · Ringkasan
BRI Region 17 Denpasar dan Pegadaian Kanwil VII Denpasar membahas sinergi layanan keuangan di Bali dalam pertemuan Coffee Morning, Senin (26/10). Di tingkat induk, BRI mengumumkan tahap II pembelian kembali saham senilai maksimal Rp1 triliun pada 22 Oktober 2026. Saham BBRI ditutup Rp2.910 pada Jumat (23/10) setelah naik 18% dalam sepekan.
Poin kunci
- BRI Region 17 Denpasar dan Pegadaian Kanwil VII Denpasar menggelar Coffee Morning untuk membahas peluang bisnis baru di Bali, dengan sasaran akuisisi nasabah dan penghimpunan dana.
- Pertemuan itu juga menjadi forum evaluasi atas kendala kerja sama yang sudah berjalan.
- Harga saham BBRI naik 18% dalam sepekan dan ditutup Rp2.910 pada 23 Oktober 2026, tetapi masih turun 20,5% sejak awal tahun.
- Laba bersih BRI hingga akhir triwulan II 2026 mencapai Rp31,2 triliun dengan kredit tumbuh 16,2% menjadi Rp1.646 triliun.
BRI Region 17 Denpasar dan Pegadaian Kanwil VII Denpasar membahas sinergi layanan keuangan di Bali dalam Coffee Morning, Senin (26/10).
Sinergi itu diarahkan untuk memperluas akuisisi nasabah, menambah penghimpunan dana, dan mengoptimalkan layanan kedua institusi. Forum tersebut sekaligus dipakai mengevaluasi hambatan kerja sama yang telah berjalan, lalu menyusun langkah agar kolaborasi lebih efektif.
Regional CEO BRI Region 17 Denpasar Hery Noercahya menilai keragaman potensi ekonomi Bali membuka ruang bagi kedua perusahaan untuk saling melengkapi.
"Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat terus menghadirkan inovasi, meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, serta membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk tumbuh dan berkembang," kata Edy Purwanto.
Sementara itu, di level korporasi, induk usaha BRI juga bergerak di pasar modal. Perseroan mengumumkan rencana tahap II pembelian kembali sahamnya dengan nilai maksimal Rp1 triliun lewat keterbukaan informasi pada 22 Oktober 2026. Pelaksanaannya dijadwalkan sejak 22 Oktober 2026 sampai 21 Januari 2027.
Langkah ini merupakan lanjutan dari tahap I yang berpagu maksimal Rp500 miliar, sebagaimana tertuang dalam keterbukaan informasi 12 Juni 2026. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada 24 Maret 2025 sebelumnya menyetujui total buyback hingga Rp3 triliun.
Rencana tahap II berpijak pada POJK Nomor 13 Tahun 2023 dan Surat OJK Nomor S-112/D.04/2026 yang terbit 9 September 2026. Saham yang dibeli kembali akan dialokasikan bagi program kepemilikan saham untuk pekerja dan/atau jajaran Direksi serta Dewan Komisaris.
BRI menegaskan rasio kecukupan modal (CAR) per 30 Juni 2026 tetap 21,42% setelah memperhitungkan buyback tahap II. Return on equity (ROE) perseroan tercatat 18,80%.
"Rencana buyback saham ini mencerminkan keyakinan BRI terhadap fundamental bisnis dan prospek pertumbuhan jangka panjang Perseroan," ujar Corporate Secretary BRI, Dhanny.
Pasar merespons rencana tersebut. Pada perdagangan Jumat, 23 Oktober 2026, saham BBRI naik 10 poin atau 0,34% menjadi Rp2.910, dan dalam sepekan terakumulasi menguat 18%. Meski demikian, secara year to date harga saham BBRI masih berada 20,5% di bawah posisi awal tahun.
Kinerja operasional menjadi latar yang diangkat manajemen. Hingga akhir triwulan II 2026, laba bersih BRI mencapai Rp31,2 triliun, sedangkan total aset tumbuh 11,7% tahunan menjadi Rp2.352 triliun. Dana pihak ketiga naik 6,7% menjadi Rp1.581 triliun, dan penyaluran kredit serta pembiayaan tumbuh 16,2% menjadi Rp1.646 triliun.
Rasio pinjaman terhadap simpanan (LDR) BRI berada di level 90,8%, dengan CAR 21,5%. "Dengan fundamental dan permodalan yang kuat, kami optimistis BRI memiliki ruang untuk terus bertumbuh serta memberikan hasil yang optimal bagi pemegang saham dalam jangka panjang," kata Dhanny.
// Analisis redaksi
pendapat Redaksi Bit Nusantara · terpisah dari fakta
Dua kabar ini berjalan pada level berbeda, tetapi dapat dibaca dalam satu bingkai ekonomi. Di Bali, penghimpunan dana menjadi salah satu sasaran sinergi BRI dan Pegadaian. Di sisi lain, data kinerja BRI menunjukkan kredit tumbuh 16,2% sementara dana pihak ketiga hanya naik 6,7%, dengan LDR 90,8%. Selisih itu berpotensi menjelaskan mengapa penambahan basis nasabah dan simpanan patut dicermati, meski bahan tidak menyebut keterkaitan langsung antara pertemuan di Denpasar dan angka tersebut.
Buyback Rp1 triliun juga menjadi pertanyaan menarik. Harga saham BBRI sudah menguat 18% dalam sepekan, tetapi masih turun 20,5% sejak awal tahun. Dengan CAR 21,42% yang diklaim tetap terjaga setelah buyback tahap II, langkah ini dapat dibaca sebagai upaya manajemen menunjukkan keyakinan, sekaligus menyiapkan saham untuk program kepemilikan bagi pekerja dan jajaran direksi serta komisaris. Apakah penguatan harga berlanjut sepanjang periode buyback hingga Januari 2027 masih menjadi pertanyaan terbuka.
- #BRI
- #Pegadaian
- #Bali
- #Buyback Saham
- #BBRI