Danantara Beli Saham Lewat Mitra, Bukan Pilih Langsung: Apa Dampaknya bagi Likuiditas?

Redaksi Bit Nusantara ·

Sekelompok profesional multikultural yang terlibat dalam rapat bisnis di ruang konferensi modern.
Ilustrasi · Foto: Werner Pfennig / Pexels

TL;DR · Ringkasan

Badan Pengelola Investasi Danantara menempatkan dana di pasar modal domestik dengan menggandeng mitra investasi dalam dan luar negeri, bukan memilih saham sendiri. Pembelian yang dimulai dalam dua hari terakhir itu terutama menyasar saham BUMN, dan jajaran pejabatnya menyebut nilainya akan terus bertambah selama harga dan prospeknya menarik.

Poin kunci

  • Dalam dua hari terakhir Danantara mulai membeli saham di pasar modal Indonesia, terutama saham BUMN.
  • Pandu Sjahrir menyatakan pembelian akan bertambah tergantung kondisi pasar dan Danantara berorientasi pada profit.
  • Dana yang dideploy saat ini hampir sama jumlahnya dengan yang pernah ditempatkan sebelumnya.

JAKARTA, BIT NUSANTARA — Badan Pengelola Investasi Danantara memilih jalur tidak langsung untuk masuk ke bursa saham. Alih-alih menentukan sendiri emiten yang dibeli, lembaga itu menggandeng mitra investasi dari dalam dan luar negeri untuk menetapkan pilihan saham.

Pembelian itu sudah berjalan. Danantara mulai memborong saham di pasar modal Indonesia sejak dua hari terakhir, dengan porsi terbesar pada saham perusahaan pelat merah.

Chief Investment Officer Danantara, Pandu Patria Sjahrir, menegaskan arah strategi tersebut. "Per kemarin, hari ini kita sudah mulai membeli saham-saham yang ada, menurut kami efektif, dan kita akan terus selama harganya menarik, memiliki prospek yang baik," kata Pandu Patria Sjahrir.

Menurut Pandu, keputusan membeli bertumpu pada fundamental perusahaan dan potensi imbal hasil yang dinilai menarik dibandingkan risikonya. "Kami selalu profit oriented. Kami melihat sekarang dari sisi risk-reward menarik. Kami juga sudah mulai masuk di pasar modal, dan tentunya itu akan bertambah terus," kata Pandu Patria Sjahrir.

Ia juga menyampaikan bahwa saham BUMN memiliki fundamental yang baik. Volume pembelian ke depan, katanya, akan menyesuaikan kondisi pasar.

Soal besaran dana, Managing Director Global Relations & Communications Danantara, Pahala Mansury, menyampaikan bahwa nilai yang kini dikerahkan nyaris menyamai penempatan terdahulu. Danantara pun menyiapkan tambahan investasi dengan nilai kurang lebih setara dengan dana yang sudah ditempatkan.

Pemilihan mitra tidak dilakukan sembarangan. Rekam jejak, kinerja investasi sebelumnya, pengalaman, dan proses pengambilan keputusan masuk dalam penilaian yang disebut ketat. Dari ketiga pertimbangan utama, yakni kinerja historis, kualitas tim investasi, dan mekanisme keputusan, hasil investasi periode lalu memegang bobot terbesar.

Mitra yang digandeng juga disebut telah melewati proses due diligence. Peluang kerja sama dibuka bagi pihak asing maupun lokal dari sektor swasta, tetapi identitas perusahaan yang ditunjuk tidak diungkapkan.

Di tengah langkah ini, Pandu menyoroti isu penyedia indeks global MSCI. Ia menekankan bahwa kondisi tiap perusahaan, terutama BUMN, perlu dinilai berdasarkan fundamentalnya masing-masing. Di sisi lain, Danantara telah menutup restrukturisasi untuk 290 BUMN.

// Analisis redaksi

pendapat Redaksi Bit Nusantara · terpisah dari fakta

Pola masuk lewat mitra, bukan pembelian langsung, dapat berimplikasi pada cara dana besar itu bergerak di pasar. Bila keputusan memilih saham tersebar pada beberapa mitra dengan mekanisme masing-masing, aliran beli berpotensi lebih bertahap dibandingkan satu pelaku tunggal yang memborong. Hal ini dapat menjadi catatan bagi likuiditas, sebab pasokan saham yang tersedia dan kedalaman order di pasar menentukan seberapa mudah dana sebesar itu diserap tanpa menggeser harga. Pernyataan bahwa pembelian terutama menyasar saham BUMN menjadi pertanyaan tersendiri: seberapa tebal pasokan saham yang beredar bebas untuk emiten-emiten tersebut, hal yang tidak dijelaskan dalam bahan.

Penegasan Pandu bahwa pembelian akan berlanjut selama harga menarik dan menyesuaikan kondisi pasar dapat dibaca sebagai pembeli yang sensitif terhadap harga, bukan pembeli yang menyerap berapa pun penawaran. Jika benar demikian, dukungan terhadap likuiditas berpotensi bersifat selektif, bergantung pada valuasi dan prospek. Adapun tambahan dana yang disiapkan dengan nilai kurang lebih setara dengan penempatan sebelumnya patut dicermati, karena menunjukkan ada ruang pembelian lanjutan, meski waktu dan porsinya belum diketahui. Ketertutupan identitas mitra juga dapat membatasi kemampuan pelaku pasar membaca arah aliran dana, sehingga transparansi menjadi hal yang layak ditanyakan.