Pemegang Hak Elvis Presley Gugat Anthropic Soal Pelatihan AI, Tuntut Rp41 Juta Dolar

Redaksi Bit Nusantara ·

Sebuah smartphone dengan pesan kunci layar yang humoris diletakkan di sofa abu-abu, menekankan privasi.
Ilustrasi · Foto: Castorly Stock / Pexels

TL;DR · Ringkasan

Pemegang hak atas musik Elvis Presley menggugat perusahaan kecerdasan buatan Anthropic karena diduga melatih model AI memakai ratusan lagu sang penyanyi tanpa izin. Gugatan diajukan Jumat, 23 Oktober, atas 274 lagu dengan nilai tuntutan sekitar 41 juta dolar AS. Anthropic menyatakan tidak setuju dengan klaim itu dan akan membela diri sepenuhnya.

Poin kunci

  • Gugatan diajukan Jumat, 23 Oktober, dan menyoal dugaan pelanggaran hak cipta atas 274 lagu Presley.
  • Penggugat adalah unit Authentic Brands Group yang mengontrol kekayaan intelektual Elvis Presley, termasuk katalog lagunya.
  • Penggugat menuntut kompensasi 150.000 dolar AS per lagu, atau sekitar 41,1 juta dolar AS secara total.
  • Tahun lalu, Anthropic menyetujui penyelesaian sebesar 1,5 miliar dolar AS dalam gugatan hak cipta oleh penulis buku.
  • Suno, yang digugat tiga perusahaan musik besar pada 2024, akhirnya berdamai dengan Warner Music Group dan berjanji bermitra dengan industri musik.

JAKARTA, BIT NUSANTARA — Pemegang hak atas musik Elvis Presley menggugat Anthropic, perusahaan pengembang model kecerdasan buatan Claude, atas dugaan pemakaian lagu sang penyanyi untuk melatih model tanpa izin. Gugatan itu masuk ke pengadilan pada Jumat, 23 Oktober.

Penggugat berasal dari unit Authentic Brands Group, organisasi lisensi yang menguasai hak kekayaan intelektual Presley, termasuk katalog lagunya. Sasaran gugatan adalah dugaan pelanggaran hak cipta atas 274 lagu, yang menurut penggugat dipakai tanpa lisensi maupun pembayaran.

Penggugat meminta kompensasi 150.000 dolar AS untuk setiap lagu yang dilanggar, sehingga totalnya sekitar 41 juta dolar AS. Sumber lain menyebut angka tuntutan 41,1 juta dolar AS.

Billboard lebih dahulu melaporkan gugatan ini, yang menurut The Guardian termasuk tantangan hukum besar pertama yang diajukan langsung oleh badan hukum seorang artis kepada pengembang AI. Richard Busch, pengacara yang pernah mewakili Marvin Gaye dalam perkara hak cipta "Blurred Lines", kini mewakili pihak Presley. "Para Pemohon Elvis sangat melindungi lagu-lagu ikonik ini," kata Richard Busch, pengacara utama penggugat.

Dalam dokumen gugatan, penggugat menyatakan Claude sejak awal telah menghasilkan output yang melanggar materi berhak cipta dari hampir setiap lagu dalam setiap katalog yang tersedia di internet. Penggugat juga menyebut pelanggaran berlanjut meski tergugat diklaim memasang pagar pengaman setelah digugat. "Bahkan setelah Terduga memasang 'pagar pengaman' setelah digugat, dalam salah satu iterasi terbarunya, Claude terus melanggar," demikian kutipan dari para pemegang hak Presley.

Pihak Anthropic membantah klaim tersebut. "Kami tidak setuju dengan klaim tersebut dan bermaksud membela kasus ini sepenuhnya," kata juru bicara Anthropic.

Gugatan ini bukan perkara pertama di sektor musik. Suno digugat tiga perusahaan musik besar pada 2024 terkait proses pelatihan model, lalu berdamai dengan Warner Music Group tahun lalu dan berjanji bermitra dengan industri musik. Anthropic sendiri tahun lalu menyetujui penyelesaian 1,5 miliar dolar AS dalam gugatan penulis buku.

Di sisi platform, Spotify mengumumkan telah menyingkirkan sekitar 50 juta lagu yang dinilai sebagai musik AI dari rekomendasi kepada pengguna dalam setahun terakhir.

// Analisis redaksi

pendapat Redaksi Bit Nusantara · terpisah dari fakta

Dari sisi ekonomi, struktur tuntutan dalam perkara ini patut dicermati. Angka 150.000 dolar AS per lagu yang dikalikan 274 lagu menghasilkan nilai sekitar 41 juta dolar AS. Skema hitungan per karya semacam itu berpotensi membuat nilai tuntutan melonjak seiring jumlah karya yang diklaim, sementara pada sektor musik, yang katalognya dikelola badan hukum dengan pengacara berpengalaman, risikonya dapat berlipat. Bila pola ini dianggap efektif oleh pemegang hak lain, biaya lisensi data pelatihan berpotensi menjadi komponen yang makin diperhitungkan pengembang model.

Preseden penyelesaian juga menjadi bahan pertimbangan. Penyelesaian 1,5 miliar dolar AS dalam perkara penulis buku menunjukkan bahwa sengketa data pelatihan dapat berujung pada angka yang besar, sedangkan jalan damai Suno dengan Warner Music Group memperlihatkan opsi kemitraan sebagai alternatif litigasi. Menjadi pertanyaan apakah Anthropic akan menempuh pembelaan penuh sebagaimana pernyataannya atau mengikuti jalur penyelesaian. Bagi konsumen gawai, kaitannya masih tidak langsung. Bahan yang ada tidak memuat data harga atau pajak, sehingga yang dapat dikatakan hanyalah bahwa biaya hukum dan lisensi yang membesar pada akhirnya berpotensi memengaruhi struktur biaya layanan AI yang kini tertanam di perangkat dan aplikasi, sementara platform seperti Spotify sudah mulai menyaring musik AI dari rekomendasinya.