Saham MKNT Kembali Reguler, Penjualan Remitra Global Melonjak 8.397 Persen
Redaksi Bit Nusantara ·

TL;DR · Ringkasan
Remitra Global International (MKNT) kembali diperdagangkan reguler di Papan Pengembangan Bursa Efek Indonesia mulai Senin, 26 Oktober 2026, setelah lebih dari dua tahun memakai mekanisme khusus. Kembalinya perdagangan reguler itu beriringan dengan laporan keuangan per 30 September 2026: penjualan bersih Rp312,69 miliar, laba bersih Rp15,15 miliar, dan ekuitas yang berbalik positif.
Poin kunci
- Laba bersih MKNT sebesar Rp15,15 miliar per 30 September 2026, berbalik dari rugi Rp1,53 miliar setahun sebelumnya.
- Beban pokok penjualan melonjak ke Rp247,67 miliar dan beban umum serta administrasi menjadi Rp41,15 miliar.
Dengan begitu, mekanisme perdagangan khusus yang melekat pada saham ini selama lebih dari dua tahun resmi berhenti.
Sebelum pindah papan, BEI lebih dulu membuka suspensi saham MKNT pada 19 Oktober 2026. Bursa mengambil langkah itu setelah manajemen perseroan memenuhi seluruh persyaratan yang diminta. Selama berada di Papan Pemantauan Khusus, saham ini diperdagangkan dengan mekanisme full-call auction (FCA), yang kini tidak berlaku lagi.
Laporan keuangan per 30 September 2026 menunjukkan lompatan besar. Penjualan bersih perseroan mencapai Rp312,69 miliar, melonjak 8.397 persen dibandingkan Rp3,68 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Beban pokok penjualan ikut membengkak menjadi Rp247,67 miliar dari Rp7,52 miliar. Laba kotor tercatat Rp65,02 miliar, naik 1.797 persen dari posisi minus Rp3,83 miliar setahun sebelumnya.
Di bawah laba kotor, beban umum dan administrasi naik menjadi Rp41,15 miliar dari Rp4,44 miliar. Beban penjualan dan pemasaran sebesar Rp4,42 miliar, sedangkan beban keuangan Rp4,45 miliar. Beban lainnya menyusut menjadi Rp212,55 juta, padahal tahun lalu posisinya surplus Rp6,7 miliar.
Laba bersih akhirnya terkumpul Rp15,15 miliar, berbalik dari kerugian Rp1,53 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya, atau naik 1.090 persen. Laba per saham dasar menjadi Rp2,76 dari sebelumnya minus Rp0,28.
Perbaikan itu mengubah struktur permodalan. Ekuitas yang pada 31 Desember 2025 negatif Rp7,35 miliar kini positif Rp5,65 miliar per 30 September 2026. Laba periode berjalan Rp15,16 miliar selama sembilan bulan pertama 2026 disebut menopang perubahan tersebut.
Bursa mengingatkan pelaku pasar agar mencermati informasi yang disampaikan perseroan. "Bursa meminta kepada seluruh pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan MKNT," kata Teuku Fahmi Ariandar, Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 1 BEI.
// Analisis redaksi
pendapat Redaksi Bit Nusantara · terpisah dari fakta
Angka-angka dalam laporan MKNT memperlihatkan bahwa lonjakan penjualan tidak serta-merta berarti keuntungan besar. Penjualan bersih naik dari Rp3,68 miliar menjadi Rp312,69 miliar, tetapi beban pokok penjualan ikut meloncat dari Rp7,52 miliar ke Rp247,67 miliar. Laba kotor Rp65,02 miliar atau sekitar seperlima dari penjualan, sehingga margin yang tersisa relatif tipis. Beban umum dan administrasi yang naik ke Rp41,15 miliar juga menyerap sebagian besar laba kotor tersebut. Karena itu, laba bersih Rp15,15 miliar dapat dibaca sebagai hasil skala usaha yang tiba-tiba membesar, bukan semata efisiensi.
Bagi investor, ekuitas yang baru positif Rp5,65 miliar menjadi pertanyaan tersendiri. Bantalan modal sekecil itu berpotensi rentan terhadap pembalikan kinerja, sementara beban keuangan Rp4,45 miliar patut dicermati bila usaha berlanjut. Kembalinya saham ke perdagangan reguler menghapus pembatasan FCA, sehingga pergerakan harga ke depan dapat lebih mengikuti persepsi pasar terhadap keberlanjutan kinerja ini. Peringatan bursa soal keterbukaan informasi menegaskan bahwa laporan berikutnya akan menjadi ujian apakah capaian sembilan bulan ini bertahan.
- #MKNT
- #Remitra Global International
- #Bursa Efek Indonesia
- #Laporan Keuangan