PACK Siapkan Rights Issue Rp 8,19 T, Sebagian untuk Akuisisi Tambang Nikel Bumanik

Redaksi Bit Nusantara ·

Profesional bisnis berdiskusi selama rapat di lingkungan kantor modern.
Ilustrasi · Foto: Vlada Karpovich / Pexels

TL;DR · Ringkasan

PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) berencana menerbitkan maksimal 100 miliar saham baru lewat rights issue senilai sebanyak-banyaknya Rp 8,19 triliun. Rencana itu akan diajukan ke pemegang saham dalam RUPSLB pada 30 November 2026, dan hasilnya antara lain dipakai membeli saham Denway Development Limited serta melunasi pinjaman.

Poin kunci

  • PACK berencana menerbitkan maksimal 100 miliar saham baru dengan perkiraan nilai rights issue hingga Rp 8,19 triliun.
  • RUPSLB untuk meminta restu pemegang saham dijadwalkan pada 30 November 2026.
  • PT Eco Energi Perkasa, pengendali PACK, bersedia menjadi pembeli siaga dengan nilai maksimum Rp 7,39 triliun.
  • PACK hendak membeli 100% saham Bumanik senilai US$ 79 juta atau setara Rp 1,398 triliun, dengan konsesi seluas 4.778 hektare di Morowali, Sulawesi Tengah.

JAKARTA, BIT NUSANTARA — PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) menyiapkan aksi penambahan modal berskala besar. Perseroan berencana menerbitkan maksimal 100 miliar saham baru dengan perkiraan nilai paling banyak Rp 8,19 triliun.

Persetujuan pemegang saham akan diminta dalam RUPSLB yang dijadwalkan pada 30 November 2026.

Dari sisi dukungan permodalan, PT Eco Energi Perkasa selaku pengendali PACK menyatakan siap menjadi pembeli siaga. Nilai maksimum yang sanggup diserapnya mencapai Rp 7,39 triliun.

Perseroan merinci tiga peruntukan dana hasil rights issue. Dana itu akan dipakai melunasi pinjaman, membeli saham Denway Development Limited (DDL), serta menambah modal kerja bagi perseroan dan entitas anaknya.

Di luar pembelian saham DDL, PACK juga berencana mengambil alih seluruh kepemilikan di PT Bukit Makmur Istindo Nikeltama (Bumanik). Akuisisi 100% saham perusahaan tambang nikel itu bernilai US$ 79 juta.

Dengan kurs Rp 17.703 per dollar AS pada 31 Agustus 2026, nilai tersebut setara Rp 1,398 triliun.

Besaran transaksi itu mencapai 26,40% dari ekuitas konsolidasi PACK per 31 Agustus 2026. Adapun nilai pasar saham Bumanik, menurut penilaian Kantor Jasa Penilai Publik Kusnanto & Rekan, berada di angka Rp 1,439 triliun.

Bumanik memegang wilayah konsesi seluas 4.778 hektare di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Seperti rights issue, rencana akuisisi ini juga akan dimintakan persetujuan pemegang saham pada RUPSLB 30 November 2026.

// Analisis redaksi

pendapat Redaksi Bit Nusantara · terpisah dari fakta

Kalau dibaca bersamaan, dua rencana ini menunjukkan PACK sedang menata ulang neraca sekaligus memperluas portofolio. Nilai akuisisi Bumanik sebesar Rp 1,398 triliun hanya sebagian kecil dibandingkan plafon rights issue Rp 8,19 triliun. Selisih itu menimbulkan pertanyaan tentang porsi dana yang akan mengalir ke pelunasan pinjaman, pembelian saham Denway Development Limited, dan modal kerja. Rincian alokasi per pos belum tersedia di bahan, sehingga proporsinya patut dicermati saat dokumen RUPSLB dipublikasikan.

Komitmen pembeli siaga dari PT Eco Energi Perkasa hingga Rp 7,39 triliun berpotensi memberi kepastian penyerapan saham baru. Di sisi lain, penerbitan hingga 100 miliar saham dapat memengaruhi komposisi kepemilikan, terutama bagi pemegang saham yang tidak menebus haknya. Seluruh skenario itu bergantung pada keputusan RUPSLB 30 November 2026, dan hasil pemungutan suara menjadi penentu apakah rencana ini berlanjut.

  • #PACK
  • #Rights Issue
  • #Tambang Nikel Bumanik
  • #Denway Development Limited
  • #RUPSLB