Gerai AS Starbucks Moncer, Bisnis Internasionalnya Meleset dari Perkiraan

Redaksi Bit Nusantara ·

Tampilan atas buku koktail, grafik keuangan, dan pensil merah di meja.
Ilustrasi · Foto: RDNE Stock project / Pexels

TL;DR · Ringkasan

Starbucks melaporkan kinerja kuartal keempat tahun fiskal 2026 pada Kamis (29/10/2026) dengan hasil campuran: laba per saham disesuaikan melampaui perkiraan, tetapi pendapatan meleset. Penjualan toko yang sama di Amerika Serikat naik 7,7%, sedangkan penjualan internasional hanya tumbuh 0,9%, di bawah perkiraan.

Poin kunci

  • Laba per saham disesuaikan kuartal keempat mencapai 80 sen, di atas perkiraan analis sebesar 72 sen.
  • Pendapatan kuartal itu $9,14 miliar, lebih rendah dari ekspektasi $9,23 miliar.
  • Penjualan toko yang sama di AS naik 7,7%, sedangkan penjualan internasional naik 0,9%.
  • Untuk tahun fiskal 2027, Starbucks memproyeksikan laba per saham disesuaikan $3,15 hingga $3,25 dan pendapatan turun sekitar 1%.
  • Saham Starbucks turun sekitar 1% hingga 2% dalam perdagangan setelah jam bursa.

JAKARTA, BIT NUSANTARA — Starbucks membukukan hasil kuartalan yang bercampur untuk periode yang berakhir 27 September 2026. Laba melampaui perkiraan, sementara pendapatan tertinggal dari ekspektasi pasar, dan kafe di luar AS tampil di bawah harapan.

Perolehan laba per saham disesuaikan sebesar 80 sen unggul dari proyeksi analis yang berkisar 72 sen. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada perusahaan menembus $677,2 juta atau 59 sen per saham, jauh di atas $133,1 juta atau 12 sen per saham setahun sebelumnya.

Dari sisi omzet, Starbucks mencatat $9,14 miliar, padahal pasar mengharapkan $9,23 miliar. Angka itu turun 4% secara tahunan.

Di pasar domestik, penjualan toko yang sama naik 7,7%, ditopang kenaikan ukuran tiket rata-rata sekitar 5% dan pertambahan transaksi sekitar 2%. Secara global, penjualan kedai sebanding naik 7,2%, melampaui perkiraan analis yang berada di kisaran 6% hingga 6,2%. Capaian ini merupakan kuartal kelima berturut-turut dengan kinerja di atas ekspektasi.

Penjualan internasional, yang kini sebagian besar berbasis lisensi, hanya tumbuh 0,9% dan tertinggal dari perkiraan sekitar 3%. Lalu lintas toko internasional turun 2,8%.

Kepada investor, Starbucks menetapkan laba per saham disesuaikan tahun fiskal 2027 di rentang $3,15 hingga $3,25, sementara konsensus Wall Street berada di $3,14. Pendapatan bersih konsolidasi diperkirakan turun sekitar 1%, padahal analis mengantisipasi kenaikan. Perusahaan juga membidik pertumbuhan penjualan kedai sebanding Amerika Utara sekitar 4%.

Starbucks menyebut dirinya masih berada di depan jadwal untuk target tahun fiskal 2028 yang disampaikan pada investor day bulan Januari. Ia juga menegaskan, "Kami punya rencana yang jelas. Kami terus menjalankannya. Dan rencana itu berhasil," kata Brian Niccol.

Setelah jam bursa, saham perusahaan bergerak turun sekitar 1% hingga 2%. Hingga akhir kuartal, Starbucks mengoperasikan 41.607 lokasi di seluruh dunia, bertambah bersih 303 kedai selama kuartal tersebut. Perusahaan juga menutup 250 gerai di Amerika Utara pada akhir September.

// Analisis redaksi

pendapat Redaksi Bit Nusantara · terpisah dari fakta

Kontras antara gerai AS dan gerai luar negeri dapat dibaca sebagai tanda bahwa pemulihan Starbucks masih bertumpu pada satu pasar. Kenaikan transaksi dan ukuran tiket di AS berpotensi menjelaskan mengapa laba melampaui perkiraan walau omzet tertahan, sedangkan turunnya lalu lintas toko internasional menjadi pertanyaan tersendiri bagi arah ekspansi di luar negeri.

Proyeksi tahun fiskal 2027 juga patut dicermati. Panduan laba yang sedikit di atas konsensus berdampingan dengan proyeksi pendapatan yang lebih lemah dari perkiraan analis, sehingga pasar dapat saja menimbang kualitas laba lebih dari sekadar pertumbuhan omzet. Perlambatan target penjualan toko yang sama Amerika Utara dari 6,6% pada tahun fiskal 2026 ke sekitar 4% pada tahun fiskal 2027 berpotensi menunjukkan bahwa laju di pasar andalan itu akan mereda. Seberapa cepat bisnis internasional dapat menyusul menjadi penentu apakah target tahun fiskal 2028 tercapai dengan mulus.