Tiga Hoaks Bansos Beredar: Dari Perabotan Gratis hingga Rp5,4 Juta Atas Nama Kemensos
Redaksi Bit Nusantara ·

TL;DR · Ringkasan
Tiga klaim bantuan pemerintah yang beredar di media sosial dinyatakan hoaks oleh pemeriksa fakta dan aparat. Salah satunya, unggahan bantuan sosial Rp5,4 juta yang mengatasnamakan Kementerian Sosial, ditelusuri Mafindo pada 26 Oktober 2026 dan tidak ditemukan dasar resminya. Dua klaim lain berupa bantuan perabotan rumah dan bantuan pemulihan korban penipuan online.
Poin kunci
- Klaim bansos tunai dan nontunai Rp5,4 juta dari Kemensos ditelusuri Tim Pemeriksa Fakta Mafindo di situs kemensos.go.id pada 26 Oktober 2026.
- Unggahan bansos Rp5,4 juta yang mengatasnamakan Kemensos dikategorikan konten palsu (fabricated content) karena tidak ada bukti resmi.
- Video bantuan perabotan rumah di Facebook dinyatakan hoaks; pemeriksaan Hive Moderation menunjukkan rekayasa kecerdasan buatan dengan probabilitas 99,9 persen.
- Akun penyebar video perabotan itu bukan akun resmi Kementerian Sosial, melainkan akun bernama Kementerian Sosial RI.
- Foto klaim bantuan pemulihan korban penipuan online ternyata merujuk pada berita kemenkeu.go.id tentang uang pengganti kerugian negara Rp13,255 triliun dari Kejaksaan Agung.
JAKARTA, BIT NUSANTARA — Klaim bantuan sosial Rp5,4 juta yang mengatasnamakan Kementerian Sosial (Kemensos) dikategorikan sebagai konten palsu atau fabricated content. Penelusuran Tim Pemeriksa Fakta Mafindo di situs resmi kemensos.go.id pada 26 Oktober 2026 tidak menemukan bukti resmi yang membenarkan program tersebut.
Dalam penelusuran itu, pencarian dengan kata kunci terkait nominal Rp5.400.000 di situs Kemensos tidak menghasilkan pengumuman yang mengonfirmasi adanya bantuan dimaksud. Dengan temuan tersebut, unggahan yang beredar dinilai tidak memiliki dasar dari lembaga yang namanya dipakai.
Klaim serupa berbentuk lain juga ditemukan di Facebook. Sebuah video yang mengeklaim adanya program bantuan perabotan rumah dari pemerintah dinyatakan hoaks oleh Turn Back Hoax Indonesia, dan tidak ada informasi kredibel yang membenarkannya.
Pemeriksaan dengan Hive Moderation menunjukkan video itu merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan dengan probabilitas 99,9 persen. Akun yang menyebarkannya pun bukan akun resmi Kementerian Sosial, melainkan akun yang memakai nama Kementerian Sosial RI.
Modus ketiga memanfaatkan foto lama. Pada Rabu, 25 Februari 2026, akun Facebook bernama Program bantuan pemerintah membagikan foto yang disertai klaim bantuan pemulihan bagi korban penipuan online.
Penelusuran Google Lens mengarahkan foto itu ke berita di kemenkeu.go.id yang tayang pada Senin, 20 Oktober 2025. Isi foto itu tidak berkaitan dengan bantuan bagi korban penipuan daring.
Pola yang tampak dari ketiga kasus ini adalah pemakaian nama dan citra institusi pemerintah untuk menarik perhatian warganet. Pada kasus perabotan rumah, nama akun dibuat mirip dengan nama kementerian. Pada kasus bantuan pemulihan, foto pejabat dari peristiwa berbeda dipasang sebagai ilustrasi. Pada kasus Rp5,4 juta, unggahan memakai nama Kemensos tanpa pengumuman resmi di situs lembaga itu.
Bagi pengguna media sosial, pemeriksaan di kanal resmi lembaga yang bersangkutan menjadi langkah yang tercatat dalam penelusuran Mafindo. Pemeriksaan teknis atas gambar dan video, seperti penelusuran Google Lens untuk foto dan Hive Moderation untuk video, juga memperlihatkan asal-usul materi yang beredar.
// Analisis redaksi
pendapat Redaksi Bit Nusantara · terpisah dari fakta
Ketiga temuan ini berpotensi menunjukkan bahwa penyebar klaim bantuan palsu memakai lebih dari satu teknik sekaligus: nama akun yang menyerupai lembaga resmi, materi visual hasil rekayasa kecerdasan buatan, foto lama yang diberi narasi baru, dan nama kementerian yang dicatut tanpa pengumuman resmi. Keragaman teknik itu dapat membuat satu pola pengecekan saja tidak selalu cukup bagi warga.
Yang patut dicermati adalah kesamaan umpan dalam ketiga kasus, yakni janji bantuan dari pemerintah. Bahan tidak memuat data soal jumlah korban atau kerugian akibat unggahan-unggahan ini, sehingga dampaknya terhadap warga menjadi pertanyaan yang belum terjawab. Namun, bahwa pemeriksa fakta dan aparat menanggapi tiga klaim berbeda dalam waktu berdekatan dapat menjadi pengingat agar pengguna memverifikasi di kanal resmi sebelum membagikan atau menanggapi tawaran bantuan.
- #Hoaks Bansos
- #Mafindo