Virgin Media O2 Disebut Akan Pangkas Ribuan Pekerjaan, Utang Capai £27,2 Miliar
Redaksi Bit Nusantara ·

TL;DR · Ringkasan
Virgin Media O2 (VMO2), penyedia broadband dan telekomunikasi di Inggris, menghadapi rencana pemangkasan ribuan pekerjaan demi menekan biaya. Langkah itu muncul ketika utang perusahaan per 30 Juni tercatat £27,2 miliar dan persaingan kian ketat.
Poin kunci
- Ribuan staf VMO2 menghadapi risiko PHK karena perusahaan ingin menghemat biaya di tengah utang miliaran pound dan persaingan yang makin ketat.
- Utang VMO2 per 30 Juni tercatat £27,2 miliar, sedangkan asetnya bernilai £45,9 miliar.
- VMO2 kemungkinan akan mengumumkan penghentian seluruh investasi serat optiknya dalam laporan hasil pada Selasa.
- Judul pemberitaan menyebut VMO2 akan memangkas ribuan pekerjaan dalam perombakan besar.
- Keputusan final CMA atas pembelian Netomnia dijadwalkan pada Desember.
JAKARTA, BIT NUSANTARA — Virgin Media O2 (VMO2), perusahaan telekomunikasi dan penyedia broadband di Inggris, dikabarkan akan memangkas ribuan pekerjaan dalam perombakan besar. Kabar itu juga muncul dalam pemberitaan lain yang merujuk laporan tersebut.
Ribuan stafnya menghadapi risiko pemutusan hubungan kerja. Perusahaan ingin menghemat biaya ketika utangnya mencapai miliaran pound dan persaingan kian ketat.
Jumlah posisi yang akan dipangkas belum dipastikan perusahaan. Meski begitu, pemangkasan kemungkinan mencakup bagian yang cukup besar dari tenaga kerjanya.
Pada 30 Juni, total utang VMO2 tercatat £27,2 miliar. Nilai asetnya £45,9 miliar, menurut laporan keuangan terbaru perusahaan.
Sumber BBC menyebut VMO2 kemungkinan besar akan menyatakan penghentian semua investasi serat optik saat merilis laporan hasil pada Selasa. Sebelumnya, perusahaan sudah menghentikan sementara peningkatan dan perluasan infrastrukturnya untuk meredakan kekhawatiran soal tumpukan utang.
Serikat pekerja Prospect, yang mewakili staf VMO2, menilai rencana pemangkasan itu "mengecewakan dan sangat meresahkan".
Untuk menghadapi ancaman persaingan, VMO2 sebelumnya membeli pesaing altnet Netomnia senilai £2 miliar lewat nexfibre, perusahaan patungan milik pemilik VMO2. Otoritas persaingan usaha Inggris, Competition Markets Authority (CMA), secara provisional menemukan kekhawatiran persaingan dalam kesepakatan itu. Keputusan finalnya dijadwalkan pada Desember.
Di sisi lain, VMO2 menyebut akuisisi TalkTalk oleh BT sebagai "rekayasa yang tidak adil" yang membuat pesaingnya makin menguasai pasar. BT berpendapat kesepakatan itu menjadi jaring pengaman bagi pelanggan TalkTalk.
Saham BT naik 7% setelah Financial Times melaporkan bahwa VMO2 hampir mencapai kesepakatan untuk memakai jaringan broadband serat optik milik BT.
// Analisis redaksi
pendapat Redaksi Bit Nusantara · terpisah dari fakta
Fakta bahwa utang VMO2 mencapai £27,2 miliar, dibandingkan aset £45,9 miliar, menunjukkan tekanan biaya yang berat. Pemangkasan tenaga kerja dan jeda investasi infrastruktur dapat dibaca sebagai upaya perusahaan menjaga arus kas dan meredakan kekhawatiran kreditur. Pertanyaan yang patut dicermati adalah bagaimana penghematan itu berpotensi memengaruhi kemampuan VMO2 bersaing, terutama bila investasi serat optik benar-benar dihentikan.
Kenaikan saham BT sebesar 7% setelah kabar kemungkinan VMO2 memakai jaringan serat milik BT memperlihatkan bahwa pasar menilai skema berbagi jaringan berpotensi bernilai ekonomi. Bila perusahaan beralih ke jaringan pesaing, struktur biaya industri dapat bergeser dari belanja infrastruktur sendiri ke biaya sewa. Namun hasil akhirnya masih bergantung pada keputusan CMA soal Netomnia pada Desember dan pada rincian pengumuman hasil keuangan perusahaan.
- #Virgin Media O2
- #VMO2
- #utang perusahaan
- #broadband