Googlebook vs Samsung DeX: Mengapa Pengguna Galaxy Belum Punya Alasan Kuat Pindah

Redaksi Bit Nusantara ·

Wanita memegang smartphone pink dengan kedua tangan di lingkungan luar ruangan yang santai.
Ilustrasi · Foto: JÉSHOOTS / Pexels

TL;DR · Ringkasan

Googlebook, laptop premium Google berbasis Android yang diluncurkan 4 Oktober, dinilai belum cukup menarik bagi pengguna Galaxy yang sudah memakai Samsung DeX. Sejumlah ulasan menyoroti platform yang belum matang, aplikasi yang belum optimal, dan harga mulai $899.

Poin kunci

  • Googlebook diluncurkan Google pada 4 Oktober, dengan harga mulai $899 dan mitra perangkat keras Acer, ASUS, HP, Dell, serta Lenovo.
  • Samsung DeX sudah tersedia sejak 2017 dan terus menerima fitur baru; tablet Galaxy menjalankan versi lebih sederhana bernama New Dex.
  • Dell XPS Googlebook dibanderol $1.000, sedangkan XPS 13 Windows 11 dengan perangkat keras yang sama dihargai $999.
  • Beberapa model Googlebook dilaporkan sudah turun harga sekitar 100–300 dolar AS setelah sekitar sebulan dijual.
  • Google menyiapkan Googlebook detachable dengan keyboard yang dapat dilepas, diumumkan di Android Dev Summit 2026.

JAKARTA, BIT NUSANTARA — Googlebook, laptop premium buatan Google yang menjalankan Android dan terintegrasi dengan Gemini Intelligence, dinilai belum memberi alasan kuat bagi pengguna Galaxy untuk beralih dari Samsung DeX. Google meluncurkan perangkat itu pada 4 Oktober, setelah diumumkan pada Mei dengan janji-janji besar.

Perangkat ini dapat mengakses aplikasi dan file ponsel di laptop tanpa pemasangan ulang atau masuk ulang ke aplikasi.

Sebagai pembanding, Samsung DeX sudah hadir sejak 2017 dan terus mendapat fitur baru selama bertahun-tahun. Tablet Galaxy pun dapat menjalankan versi yang lebih sederhana bernama New Dex.

Harga Googlebook berkisar 899 hingga 1.299 dolar AS, atau sekitar Rp16 juta hingga Rp23,5 juta, dan dinilai terlalu mahal untuk fitur serta spesifikasinya. Dell XPS Googlebook dijual $1.000, sedangkan XPS 13 Windows 11 yang memakai chip Snapdragon X Elite dan RAM 16GB dibanderol $999. Dell XPS Googlebook, Lenovo Googlebook 15, dan HP Googlebook 14 dilaporkan telah turun harga sekitar 100–300 dolar AS setelah sekitar sebulan dipasarkan.

Soal perangkat lunak, Google mengakui sebagian aplikasi tidak berjalan optimal pada Googlebook berprosesor Intel x86. Google juga menyebut lebih dari 300 aplikasi di antara 10.000 lebih aplikasi Android terpopuler belum dioptimalkan untuk varian Intel tersebut. Spotify termasuk aplikasi yang disebut belum berjalan optimal karena masih berupa aplikasi Android.

Ulasan Engadget memberi judul "Perangkat keras yang indah untuk platform yang tidak berguna". Subjudulnya berbunyi, "Googlebook OS masih membutuhkan banyak pekerjaan." Penulisnya mendapati Evernote tidak tersedia di Play Store Googlebook, sehingga harus memakai situs web dan login setiap kali perangkat dinyalakan. Slack hanya berjalan sebagai aplikasi Android seluler dengan tampilan satu channel atau pesan langsung.

Daya tahan baterai tercatat 15 jam 15 menit pada uji PCMark Android. Namun CapCut Pad menguras 50% baterai dalam satu jam, padahal hanya berjalan di latar belakang. Perangkat ini hanya punya dua port USB-C dan tanpa jack headphone.

Google terus memperluas lini Googlebook. Perusahaan itu menyampaikan di Android Dev Summit 2026 bahwa model detachable dengan keyboard lepasan sedang disiapkan. Lenovo diperkirakan menjadi produsen pertama, berdasarkan bocoran, tetapi belum dipastikan sebagai pengumuman final.

Pada model konvertibel yang sudah ada, laci aplikasi, menu Overview, dan layar utama masih terkunci pada orientasi mendatar. Karena itu Google perlu menyempurnakan pengalaman layar sentuh.

// Analisis redaksi

pendapat Redaksi Bit Nusantara · terpisah dari fakta

Bagi pemilik Galaxy, perbandingan ini berpotensi condong ke DeX. Fitur DeX sudah diasah sejak 2017, sedangkan Googlebook OS baru dan dinilai belum sematang Windows, macOS, atau Linux. Daya tarik utama Googlebook, yaitu akses aplikasi dan file ponsel serta integrasi Gemini, dapat kurang terasa bila banyak aplikasi belum dioptimalkan untuk desktop.

Harga turut menjadi pertanyaan. Dengan banderol yang nyaris sama dengan laptop Windows berperangkat keras identik, Googlebook harus meyakinkan pembeli lewat perangkat lunaknya. Turunnya harga dalam sebulan dapat menandakan permintaan yang belum kuat, meski itu masih tafsir. Rencana model detachable patut dicermati, tetapi nilainya bagi pengguna tablet Galaxy bergantung pada kematangan platform yang masih disorot para peninjau.