SpaceX Bidik 80.000 Situs Sel, Sudah Bicara dengan Crown Castle

Redaksi Bit Nusantara ·

Gambar hitam putih terperinci dari komponen papan sirkuit elektronik untuk latar belakang teknologi.
Ilustrasi · Foto: Sergei Starostin / Pexels

TL;DR · Ringkasan

SpaceX sedang membahas akses ke minimal 80.000 situs sel dengan sedikitnya satu perusahaan infrastruktur seluler besar, salah satunya Crown Castle. Pembicaraan itu muncul setelah SpaceX memperoleh spektrum pita rendah dan restu regulator untuk meluncurkan 15.000 satelit layanan seluler langsung ke ponsel.

Poin kunci

  • SpaceX menargetkan sedikitnya 80.000 situs sel dan berunding dengan minimal satu perusahaan infrastruktur seluler besar.
  • Crown Castle, bersama American Tower dan Vertical Bridge Holdings, termasuk pemilik menara seluler terbesar.
  • Komisi Komunikasi Federal menyetujui peluncuran 15.000 satelit SpaceX untuk layanan seluler langsung ke ponsel.
  • Analis Morningstar menilai SpaceX kemungkinan sedang merundingkan perjanjian grosir dengan AT&T, T-Mobile, atau Verizon.
  • Pelanggan Starlink naik dari 12 juta menjadi 13,6 juta, dan pendapatan konektivitas melonjak 69% menjadi US$5,25 miliar.

JAKARTA, BIT NUSANTARA — SpaceX sedang berunding untuk mendapatkan akses ke sedikitnya 80.000 situs sel. Perusahaan antariksa milik Elon Musk itu telah berbicara dengan paling tidak satu perusahaan infrastruktur seluler utama.

Salah satu pihak yang diajak bicara adalah Crown Castle Inc. Bersama American Tower Corp. dan Vertical Bridge Holdings, perusahaan itu tergolong pemilik menara seluler terbesar. Chief Executive Officer Crown Castle, Chris Hillabrant, tidak menyebut pihak mana saja. "Anda bisa berasumsi bahwa kami sedang berbicara dengan semua pihak," kata Chris Hillabrant.

Langkah ini menyusul dua perkembangan terbaru. SpaceX baru saja memperoleh spektrum pita rendah. Komisi Komunikasi Federal pun memberi persetujuan untuk meluncurkan 15.000 satelit yang dirancang menyalurkan layanan seluler langsung ke ponsel. Dengan modal itu, perusahaan kini mencari akses ke infrastruktur di darat.

Di sisi analis, pembelian spektrum tersebut dibaca sebagai penguat kredibilitas SpaceX. Morningstar menaikkan penilaiannya karena akuisisi terbaru membuat SpaceX lebih meyakinkan sebagai pemain keempat di pasar nirkabel.

Tiga operator besar itu disebut telah membentuk usaha patungan untuk menghadapi penyedia satelit. Tujuannya agar mereka tidak berunding sendiri-sendiri dengan pihak seperti Starlink. "Kami tidak akan bernegosiasi secara independen dan memberikan akses jaringan kepada pihak seperti Starlink yang kemudian dapat bersaing dengan kami," kata Michael Hodel.

Di sisi kinerja, Starlink terus membesar. Jumlah pelanggannya mencapai 13,6 juta, naik dari 12 juta pada periode sebelumnya. Pendapatan dari konektivitas melonjak 69% menjadi US$5,25 miliar.

Bisnis kecerdasan buatan perusahaan ikut menyumbang. Pendapatannya naik sembilan kali lipat menjadi US$7,56 miliar setelah SpaceX digabungkan dengan startup AI xAI milik Musk. Musk juga memastikan SpaceX dan Tesla akan merger, dengan komite khusus yang sudah dibentuk untuk membahas kerja sama kedua perusahaan.

Soal rencana jaringan seluler Starlink, Fierce Network memberi judul bahwa Musk menilai strategi Starlink Mobile terlalu besar untuk dibahas dalam pemaparan kinerja. Rincian rencana itu belum terungkap dalam bahan yang tersedia.

Di pasar saham, penilaian atas operator seluler tradisional turut bergerak. Morningstar menyebut T-Mobile diperdagangkan dengan diskon sekitar 35% dari estimasi nilai wajarnya. Imbal hasil dividen sahamnya juga untuk pertama kali melampaui 3%.

// Analisis redaksi

pendapat Redaksi Bit Nusantara · terpisah dari fakta

Pembicaraan akses 80.000 situs sel dapat dibaca sebagai upaya SpaceX melengkapi aset langit dengan pijakan di darat. Spektrum pita rendah dan izin 15.000 satelit sudah di tangan, sehingga pertanyaan berikutnya adalah seberapa besar bantuan infrastruktur menara bagi layanan yang dirancang langsung ke ponsel.

Sementara itu, sikap tiga operator besar yang menurut Morningstar membentuk usaha patungan agar tidak berunding sendiri-sendiri dengan Starlink menunjukkan posisi tawar belum tentu berpihak pada SpaceX. Bila kinerja keuangan yang menguat dan pelanggan Starlink yang terus bertambah berlanjut, perusahaan itu berpotensi punya daya tawar lebih besar. Hasil perundingan, baik dengan pemilik menara maupun operator, patut dicermati karena belum ada kepastian dari bahan yang ada. Peta persaingan yang kini dipetakan analis sebagai pasar nirkabel dengan pemain keempat masih berupa tafsir, bukan kenyataan yang sudah terjadi.

  • #SpaceX
  • #Starlink
  • #Crown Castle
  • #Elon Musk