Polda Bali Siagakan Ratusan Personel Amankan Pertemuan Energi ASEAN 26–28 Oktober
Redaksi Bit Nusantara ·

TL;DR · Ringkasan
Polda Bali menggelar apel kesiapan pasukan Operasi Gapura Agung VI pada Jumat (23/10/2026) untuk mengamankan 51st ASCOPE Council Meeting. Pertemuan energi kawasan ASEAN itu berlangsung tiga hari, 26–28 Oktober 2026, di Denpasar dan dihadiri ratusan delegasi asing.
Poin kunci
- Apel kesiapan pasukan Operasi Gapura Agung VI digelar Jumat (23/10/2026) di lapangan apel belakang Mapolda Bali dengan personel gabungan.
- Kepala Biro Operasi Polda Bali, Kombes Pol. Soelistijono, memimpin apel dan memegang peran Karendal Opsda Gapura Agung VI.
- Pertemuan Dewan ASCOPE ke-51 mengangkat isu ketahanan energi dan transisi energi di kawasan ASEAN.
- Operasi mengedepankan tindakan preemtif dan preventif serta penegakan hukum, dengan cakupan pengamanan dari Bandara I Gusti Ngurah Rai sampai lokasi acara.
- Di luar pengamanan pertemuan, Polda Bali menjalankan program Subuh Keliling di Masjid Al-Hikmah, Kesiman, Denpasar, dengan imbauan agar warga tidak mudah terprovokasi hoaks.
JAKARTA, BIT NUSANTARA — Polda Bali memantapkan pengamanan untuk 51st ASCOPE Council Meeting lewat Operasi Gapura Agung VI. Apel kesiapan pasukan digelar Jumat (23/10/2026) di lapangan apel belakang Mapolda Bali dan diikuti personel gabungan.
Pertemuan Dewan ASCOPE (ASEAN Council on Petroleum) ke-51 itu akan berlangsung selama tiga hari, 26 sampai 28 Oktober 2026. Tuan rumahnya The Meru Sanur Bali Beach Convention Center di Denpasar.
Apel dipimpin Kepala Biro Operasi Polda Bali, Kombes Pol. Soelistijono, yang dalam operasi ini memegang peran Karendal Opsda Gapura Agung VI. Jabatan tersebut merupakan singkatan dari Kepala Perencana dan Pengendali Operasi Daerah.
Selama pertemuan, ratusan personel disiagakan untuk menyambut ratusan anggota delegasi asing yang datang dari negara-negara anggota ASCOPE. Pertemuan ini disebut sebagai agenda internasional strategis di bidang energi dan perminyakan Asia Tenggara.
Polda Bali menerapkan pendekatan preemtif dan preventif, ditambah penegakan hukum, demi menjamin keamanan para delegasi. Cakupan pengamanannya membentang dari Bandara I Gusti Ngurah Rai sampai lokasi kegiatan inti di The Meru Sanur.
Agenda pembahasan pertemuan berkisar pada ketahanan energi dan transisi energi di kawasan ASEAN.
Pada hari-hari yang sama, Polda Bali menjalankan program lain yang berbeda sifatnya. Program Subuh Keliling, disingkat Suling, digelar di Masjid Al-Hikmah, Jalan Soka, Kesiman, Denpasar. Menurut bahan yang ada, program ini bersumber dari inisiatif Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto.
Kegiatan di masjid tersebut dihadiri Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Ariasandy bersama sejumlah pejabat utama, Kapolsek Denpasar Timur, dan personel Bhabinkamtibmas. Rangkaiannya dimulai dengan sholat Subuh berjamaah, lalu tausiah singkat dan dialog kamtibmas antara Polri dan jamaah.
Dalam kesempatan itu, Ariasandy mengimbau jamaah menjaga toleransi antarumat beragama dan tidak mudah terprovokasi berita hoaks. Ia juga meminta orang tua mengawasi pergaulan anak agar terhindar dari narkoba dan paham radikal.
Sebagai penutup, pihak kepolisian menyerahkan paket sembako dan Al-Qur'an kepada pengurus masjid, yang menyatakan apresiasi atas kehadiran Polda Bali. Program ini direncanakan bergulir ke seluruh masjid di wilayah hukum Polda Bali.
// Analisis redaksi
pendapat Redaksi Bit Nusantara · terpisah dari fakta
Bahan yang ada memperlihatkan dua wajah kerja Polda Bali dalam waktu berdekatan: pengamanan ketat untuk pertemuan energi berskala regional dan pendekatan persuasif ke warga lewat Subuh Keliling. Keduanya dapat dibaca sebagai upaya menjaga stabilitas, tetapi lewat jalur yang sangat berbeda. Pengamanan ASCOPE menekankan pencegahan dan penegakan hukum sepanjang rute delegasi, sedangkan Suling menekankan kepercayaan publik dan imbauan agar warga tidak mudah terprovokasi hoaks.
Dari sisi lensa yang relevan bagi pembaca Bit Nusantara, yakni pemblokiran dan data pribadi, bahan tidak memuat langkah pembatasan akses digital, ancaman serangan siber, maupun pengelolaan data peserta pertemuan. Karena itu, konteks yang dapat ditarik hanya sebatas fakta yang tersedia: pertemuan ini melibatkan ratusan delegasi asing dan agenda sensitif seputar ketahanan energi, sehingga lingkup pengamanannya berpotensi meluas ke ranah informasi. Apakah itu benar terjadi dan dalam bentuk apa, belum dijelaskan dalam sumber mana pun, dan patut dicermati dalam perkembangan berikutnya.
- #Polda Bali
- #ASCOPE Council Meeting
- #Operasi Gapura Agung VI
- #Pertemuan Energi ASEAN