Arus Keluar Dana Asing Capai Rp 6,67 Triliun, IHSG Rebound Pasca Penjualan Besar
Redaksi Bit Nusantara ·

TL;DR · Ringkasan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan 0,30% pada Rabu (28/10/2026) setelah sebelumnya mengalami pelemahan selama dua hari berturut-turut. Investor asing berbalik mencatatkan net buy sebesar Rp 664,24 miliar, menandai perubahan sentimen setelah arus keluar dana yang masif di awal pekan. Pergerakan ini terjadi di tengah proyeksi outflow asing yang masih berpotensi membengkak hingga akhir tahun 2026.
Poin kunci
JAKARTA, BIT NUSANTARA —
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil rebound pada perdagangan Rabu (28/10/2026) setelah mengalami tekanan jual selama dua sesi sebelumnya. Total volume perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai 32,18 miliar lembar dengan nilai transaksi Rp 15,89 triliun.
Perubahan sikap investor asing menjadi pendorong utama pemulihan indeks. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham dengan net buy terbesar dari asing dengan nilai Rp 1,17 triliun. Di posisi kedua, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mencatatkan net buy Rp 300,25 miliar, diikuti oleh PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dengan Rp 114,6 miliar. PT Astra Internasional Tbk (ASII) juga masuk dalam daftar saham net buy terbesar asing dengan nilai Rp 53,33 miliar.
Data perdagangan periode 19 sampai dengan 23 Oktober 2026 menunjukkan outflow dana investor asing saham mencapai Rp 6,67 triliun. Pada perdagangan Selasa (27/10), posisi net sell asing turun menjadi Rp 708,88 miliar dari Rp 2,03 triliun pada Senin. Nilai pembelian asing naik dari Rp 3,25 triliun menjadi Rp 6,58 triliun, sedangkan nilai penjualan asing naik dari Rp 5,28 triliun menjadi Rp 7,29 triliun.
Di sisi lain, saham-saham BUMN masih mendominasi daftar top net sell asing pada perdagangan Selasa. BMRI memimpin daftar top sell asing dengan nilai Rp 266,3 miliar dan volume net sell 69,74 juta lembar. TLKM membukukan nilai net sell sebesar Rp 234,5 miliar dengan volume net sell 110 juta lembar. BBNI tercatat dengan nilai net sell hampir Rp 120 miliar dan volume net sell 35,45 juta lembar. BRIS diperdagangkan dengan net sell sebesar Rp 81 miliar dan volume net sell 73,28 lembar. BBCA juga mencatatkan net sell sebesar Rp 59,7 miliar dengan volume net sell 11,77 juta lembar.
Proyeksi arus keluar dana asing masih menjadi perhatian.
// Analisis redaksi
pendapat Redaksi Bit Nusantara · terpisah dari fakta
Pergerakan IHSG yang rebound pada Rabu (28/10) menunjukkan adanya koreksi teknikal setelah tekanan jual yang masif di awal pekan. Net buy asing sebesar Rp 664,24 miliar mengindikasikan adanya minat beli ulang, namun hal ini patut dicermati dalam konteks arus keluar dana yang masih besar. Proyeksi outflow asing yang bisa mencapai Rp 119,87 triliun di akhir 2026 menjadi pertanyaan besar bagi stabilitas pasar modal. Jika proyeksi terealisasi, akumulasi net sell asing sepanjang tahun bisa meningkat signifikan. Potensi penjualan pasif terkait risiko MSCI yang diperkirakan mencapai US$ 5,5 miliar oleh Goldman Sachs menambah ketidakpastian. Investor perlu memantau perkembangan sentimen pasar dan respons investor terhadap reformasi pasar modal.
Di sisi lain, isu lingkungan dan energi juga memberikan dampak tidak langsung terhadap sentimen. Pemanggilan delapan pimpinan perusahaan oleh pemerintah Singapura terkait kabut asap lintas batas dapat mempengaruhi reputasi sektor perkebunan. Laba bersih gabungan tujuh kelompok usaha yang mencapai Rp 42 triliun menunjukkan skala ekonomi yang besar, namun risiko regulasi tetap ada. Penyesuaian pemangkasan ekspor gas ke Singapura juga menjadi faktor yang perlu dipantau. Meskipun Menteri ESDM menegaskan tidak ada pelanggaran kontrak, perubahan pasokan dapat mempengaruhi harga komoditas energi. Hal ini menjadi pertanyaan bagi investor yang berfokus pada sektor energi dan perkebunan.
- #IHSG
- #Investor Asing
- #Net Buy