EA Tutup BioWare Setelah 31 Tahun, Sekuel Mass Effect Dibatalkan
Redaksi Bit Nusantara ·
TL;DR · Ringkasan
Electronic Arts (EA) menutup studio BioWare dan membatalkan proyek Mass Effect terbaru, menurut memo internal yang diumumkan Rabu, 21 Oktober 2026. Sekitar 400 karyawan EA terdampak pemutusan hubungan kerja, termasuk sekitar 50 orang dari BioWare.
Poin kunci
- EA mengumumkan penutupan BioWare pada Rabu, 21 Oktober 2026, lewat memo internal dua petinggi perusahaan.
- Proyek Mass Effect berikutnya dibatalkan dan tidak dialihkan ke studio EA lain.
- Sekitar 400 karyawan, setara tiga persen tenaga kerja global EA, terkena pemangkasan; sekitar 50 posisi berasal dari BioWare.
- Penutupan disebut sebagai langkah pertama di bawah kepemilikan baru konsorsium PIF.
- Akuisisi EA senilai 55 miliar dolar AS meninggalkan utang sekitar 18 hingga 20 miliar dolar AS.
JAKARTA, BIT NUSANTARA — EA resmi menutup studio BioWare dan melepas seluruh karyawannya.
Bersamaan dengan penutupan itu, EA membatalkan pengembangan game Mass Effect berikutnya. Proyek tersebut tidak dipindahkan ke studio lain di bawah naungan EA.
Pemangkasan ini menyasar sekitar 400 karyawan, atau tiga persen dari tenaga kerja global EA. Dari jumlah itu, sekitar 50 posisi berasal dari BioWare. Laporan lain menyebut sekitar 50 karyawan yang terdampak adalah staf kantor pusat BioWare di Edmonton, Kanada.
Keputusan ini menjadi langkah pertama di bawah kepemilikan baru EA, yakni konsorsium yang dipimpin Private Investment Fund (PIF) Arab Saudi. EA berubah menjadi perusahaan privat lewat akuisisi senilai 55 miliar dolar AS, sekitar Rp850 triliun, yang digerakkan PIF bersama Silver Lake Partners dan Affinity Partners.
Transaksi tersebut menyisakan beban utang EA sebesar kira-kira 18 hingga 20 miliar dolar AS. Perusahaan juga berkomitmen memangkas biaya tahunan hingga 700 juta dolar AS, dengan 170 juta dolar AS di antaranya dari efisiensi organisasi.
BioWare berdiri di Edmonton pada 1995 dan dibeli EA pada 2007. Dengan penutupan ini, studio tersebut berhenti beroperasi setelah 31 tahun, dan Dragon Age: The Veilguard disebut menjadi game terakhirnya.
The Veilguard dirilis pada 31 Oktober 2024. Pada kuartal peluncurannya, game itu menjangkau sekitar 1,5 juta pemain. Sebelumnya, layanan Anthem, yang terbit pada 2019, sudah dihentikan lebih awal tahun ini.
// Analisis redaksi
pendapat Redaksi Bit Nusantara · terpisah dari fakta
Rangkaian fakta di bahan memperlihatkan keterkaitan antara struktur pembiayaan akuisisi dan keputusan operasional. Beban utang sekitar 18 hingga 20 miliar dolar AS dan target penghematan 700 juta dolar AS per tahun, ditambah penegasan bahwa penutupan BioWare adalah langkah pertama di bawah pemilik baru, dapat dibaca sebagai tekanan finansial yang berpotensi mendorong keputusan ini. Hubungan sebab-akibat yang pasti tidak dijelaskan dalam bahan, sehingga pembacaan ini sebatas tafsir.
Pembatalan Mass Effect tanpa pemindahan ke studio lain patut dicermati karena menutup peluang kelanjutan seri tersebut dalam waktu dekat. Jumlah pemain The Veilguard yang sekitar 1,5 juta pada kuartal peluncuran juga menjadi pertanyaan terbuka: apakah angka itu memadai bagi target keuangan perusahaan, sesuatu yang tidak dijawab bahan yang ada. Dari sisi ketenagakerjaan, dampak lanjutan bagi karyawan BioWare di luar kantor pusat Edmonton masih menunggu penjelasan resmi.
- #BioWare
- #Electronic Arts
- #Mass Effect