Googlebook 15 Unggul di Layar OLED, tapi Replika Fiturnya di Surface Go $60 Juga Jalan

Redaksi Bit Nusantara ·

Close-up laptop yang sedikit terbuka di permukaan kayu, ditampilkan dalam pencahayaan yang moody.
Ilustrasi · Foto: Szymon Shields / Pexels

TL;DR · Ringkasan

Lenovo Googlebook 15 membawa layar OLED 15,3 inci 120Hz dan skor Geekbench 7 multi-core 9.011, tetapi sistem operasinya masih dinilai butuh penyempurnaan. Seorang penulis How-To Geek lalu menjalankan sebagian fitur terkoneksi Googlebook di Surface Go bekas seharga sekitar $60 memakai CachyOS dan KDE Connect.

Poin kunci

  • Layar OLED 15,3 inci Googlebook 15 berkecepatan 120Hz, berkecerahan tipikal 500 nits, dan bersertifikasi HDR True Black 1000.
  • Skor multi-core Geekbench 7 Googlebook 15 mencapai 9.011, di atas Dell XPS 13 yang meraih 7.124.
  • Baterai 70Whr Googlebook 15 bertahan 8,5 jam pada uji video lokal, sedangkan XPS 13 mencapai 15 jam 56 menit pada PCMark 10 Modern Office.
  • Penulis How-To Geek mereplikasi sebagian fitur Googlebook di Surface Go bekas seharga sekitar $60 berbekal CachyOS.
  • Googlebook OS pada Asus Googlebook 14 ternyata Android 17 berpenampilan desktop, bukan pembaruan ChromeOS.

Bobotnya lebih ringan ketimbang MacBook Pro 14 inci.

Unit yang diuji ditenagai Intel Core Ultra 5 325 dengan penyimpanan dasar 256GB, sementara Google mewajibkan seluruh sistem Googlebook membawa RAM minimal 16GB. Pada Geekbench 7, skor multi-core-nya 9.011, sedangkan Dell XPS 13 berprosesor Intel Core 5 320 hanya mencatat 7.124.

Daya tahan baterai menunjukkan gambaran yang berbeda. Baterai 70Whr itu habis setelah 8,5 jam memutar video lokal dari kondisi penuh, sedangkan XPS 13 sanggup 15 jam 56 menit pada uji PCMark 10 Modern Office. Meski begitu, Googlebook 15 melewati satu hari kerja delapan jam, termasuk berbagai tes dan benchmark, dengan sisa daya 20 persen.

Engadget menilai perangkat keras Lenovo bagus, tetapi sistem operasinya belum matang. "Perangkat keras Lenovo bagus, tetapi Googlebook OS masih perlu penyempurnaan," tulis Engadget dalam kalimat pembuka ulasannya. Penilaian senada datang dari ulasan Asus Googlebook 14: "Googlebook OS belum sepenuhnya siap," tulis penulis ulasan tersebut. Ulasan itu juga mencatat bahwa Googlebook OS pada dasarnya Android 17 dengan tampilan desktop, bukan penerus ChromeOS, sehingga aplikasi utamanya diunduh lewat Google Play.

Fitur yang menghubungkan laptop dengan ponsel masih punya batasan. Transfer file antara Googlebook dan ponsel Android saat ini terbatas untuk berkas di bawah 200MB. Halaman bantuan Google menetapkan syarat berupa ponsel Android 17 atau lebih tinggi, akun Google utama yang sama, serta Wi-Fi rumah pribadi yang sama dengan VPN nonaktif, dan fitur ini tidak didukung di dalam profil kerja Android. Di sisi lain, integrasi lewat streaming aplikasi dan salin-tempel file belum didukung Samsung.

Di tengah catatan itu, penulis How-To Geek mencoba pendekatan lain. Ia membeli Surface Go bekas sekitar $60, memasang CachyOS, lalu berupaya menyalin sebagian fitur Googlebook, yang menurutnya dijual mulai $800. Sebelumnya ia memakai Googlebook selama dua minggu.

KDE Connect menjadi tulang punggung eksperimen itu. Aplikasi tersebut mengirim pesan teks dari desktop, menyinkronkan notifikasi Android dan papan klip, serta memindahkan berkas, semuanya lewat Wi-Fi lokal tanpa server Google. Penulis menyebut beberapa perangkat dapat dihubungkan sekaligus, mulai dari beberapa ponsel Android, iPhone, hingga Mac.

Untuk pesan, Google Messages tersedia di web sehingga bisa dibuka lewat peramban di laptop Linux. Untuk pencerminan layar, scrcpy lewat kabel USB berjalan dengan pengaturan kurang dari lima menit, sementara mode nirkabelnya via perintah scrcpy --tcpip kurang cocok dengan kemampuan Wi-Fi Surface Go itu. Menurut penulis, pencerminan layar bawaan Googlebook tidak berfungsi bagi dirinya maupun rekan-rekannya saat peluncuran. Ia juga menyebut konektivitas ponsel Android pada Googlebook ASUS 14 gagal di hari peluncuran, termasuk transfer file Quick Share. "Peluncuran Googlebook yang canggung membuat saya berharap tidak menjadi penulis ulasan produk," kata penulis artikel itu.

Dari sisi harga, Acer Googlebook 14 berada di $899 dengan memori 16GB. Google menyertakan 12 bulan Google AI Pro, yang menurut hitungan Memeburn bernilai sekitar $240 pada tahun pertama bagi pengguna yang memang berlangganan, sehingga biaya efektif Acer menjadi sekitar $659. Di Inggris, Lenovo Googlebook 15 dibanderol mulai £1.049, di bawah Asus Googlebook 14 yang diuji seharga £1.200.

// Analisis redaksi

pendapat Redaksi Bit Nusantara · terpisah dari fakta

Hasil uji Lenovo Googlebook 15 memperlihatkan perangkat keras yang kuat: layar OLED 120Hz, skor Geekbench 7 yang melampaui Dell XPS 13, dan baterai yang cukup untuk sehari kerja. Namun perbandingan daya tahan dengan XPS 13, yang mencapai 15 jam 56 menit pada uji berbeda, patut dibaca hati-hati karena metodenya tidak sama. Selisih skor itu pun belum tentu terasa pada pemakaian harian.

Eksperimen di Surface Go bekas berpotensi menggeser cara memandang nilai Googlebook. Bila fitur seperti sinkronisasi notifikasi, transfer file, dan pencerminan layar dapat ditiru dengan KDE Connect dan scrcpy di perangkat seharga sekitar $60, maka pembeda utama Googlebook yang dijual mulai $800 menjadi pertanyaan. Di sisi lain, replikasi itu menuntut pengaturan mandiri, dan mode nirkabel scrcpy tidak berjalan baik di perangkat tersebut. Syarat ketat integrasi resmi, dari Android 17 hingga VPN yang harus nonaktif, dapat menjadi penghalang bagi sebagian calon pengguna. Karena itu, kematangan Googlebook OS tampaknya akan lebih menentukan dibanding spesifikasi panel dan prosesor.