Meta Wajib Bayar $25 Miliar ke New Mexico: Apa Pelajaran Privasi Data?

Redaksi Bit Nusantara ·

Sebuah foto udara dramatis yang menangkap peluncuran roket dari peluncuran di ladang terbuka.
Ilustrasi · Foto: SpaceX / Pexels

TL;DR · Ringkasan

Seorang hakim di New Mexico memerintahkan Meta membayar $25 miliar kepada negara bagian itu setelah juri menyatakan perusahaan menyesatkan pengguna soal privasi data. Putusan terbit pada 21 Oktober 2026, dan Meta menyatakan akan mengajukan banding.

Poin kunci

  • Juri menemukan 43 juta pelanggaran hukum perlindungan konsumen negara bagian, masing-masing didenda $5.000.
  • Hakim Francis Mathew menetapkan bunga 15% per tahun atas denda hingga dibayar lunas.
  • Perhitungan penuh berdasarkan ribuan pelanggaran mencapai $219 miliar, tetapi hakim memangkasnya menjadi $25 miliar.
  • Meta menyelesaikan gugatan federal terkait Cambridge Analytica pada Agustus dengan nilai hampir $17 miliar, tetapi New Mexico tidak termasuk di dalamnya.
  • Meta menyatakan akan mengajukan banding atas putusan tersebut.

Perintah itu dijatuhkan seorang hakim karena perusahaan dinilai menipu pengguna tentang praktik privasi datanya.

Perkara ini bermula dari skandal Cambridge Analytica, yang mencuat pada 2018. Juri di Santa Fe menyimpulkan Meta menyesatkan warga mengenai cara perusahaan melindungi dan mengumpulkan data pengguna.

Juri mencatat 43 juta pelanggaran hukum perlindungan konsumen negara bagian, tiap pelanggaran dikenai $5.000. Hakim Francis Mathew menilai pelanggaran dan misrepresentasi itu dilakukan dengan sengaja selama lebih dari 11 tahun, sejak 2010 hingga 2021.

Bila dihitung penuh berdasarkan ribuan pelanggaran, nilai penaltinya mencapai $219 miliar. Hakim lalu mengurangi angka itu menjadi $25 miliar. Atas denda tersebut dikenakan bunga 15% per tahun hingga lunas.

Hakim Mathew juga menyatakan Facebook tidak menjalankan penyelidikan komprehensif yang dijanjikan seusai pengungkapan Cambridge Analytica. Menurutnya, penyebabnya adalah tekanan eksekutif senior untuk menekan biaya dan minimnya sumber daya penegakan.

"Untuk terlalu lama, perusahaan teknologi yang kuat beroperasi seolah-olah ukuran dan pengaruh mereka menempatkan mereka di luar jangkauan hukum," kata Raúl Torrez.

Meta menolak putusan itu. "Putusan ini dan pendekatan Jaksa Agung terhadap penegakan ini membuat hampir mustahil untuk berbisnis di negara bagian New Mexico," kata C.J. Mahoney, Chief Legal Officer Meta. Perusahaan menyatakan akan mengajukan banding.

Putusan ini menambah daftar perkara Meta sepanjang tahun. Pada 2019, Federal Trade Commission AS menjatuhkan denda $5 miliar terkait praktik privasi data Meta. Pada 2022, Meta setuju membayar $725 juta untuk menuntaskan gugatan kelas yang berakar dari kasus Cambridge Analytica.

Tahun ini New Mexico juga menjatuhkan denda hampir $1 miliar karena Meta dinilai menyesatkan publik soal keamanan platformnya bagi anak. Meta pun menyepakati penyelesaian dengan 52 jaksa agung negara bagian terkait kesehatan mental remaja dan media sosial, dengan pembayaran hingga sekitar $18,59 miliar.

Di sisi keuangan, Meta melaporkan pendapatan kuartal ketiga sekitar $64 miliar, melampaui ekspektasi analis sebesar $63,3 miliar. Laba per saham GAAP tercatat $3,83, yang menurut laporan akan menjadi $7,40 tanpa beban biaya hukum.

// Analisis redaksi

pendapat Redaksi Bit Nusantara · terpisah dari fakta

Putusan ini dapat dibaca sebagai sinyal bahwa janji perusahaan soal privasi bisa dinilai sebagai hal yang diukur per pelanggaran, bukan sekadar urusan reputasi. Skema denda $5.000 untuk setiap dari 43 juta pelanggaran, dengan perhitungan penuh yang sempat menyentuh $219 miliar, menunjukkan betapa cepat angka membengkak ketika kesalahan menyangkut jutaan pengguna. Bagi regulator di negara lain, termasuk Indonesia, pola penghitungan seperti ini berpotensi menjadi bahan pembanding, meski bahan yang ada tidak memuat kaitan langsung dengan regulasi di sini.

Temuan hakim bahwa penyelidikan yang dijanjikan tidak berjalan karena tekanan menekan biaya patut dicermati, sebab menyentuh soal komitmen internal, bukan hanya teknis pengamanan data. Di sisi lain, laporan keuangan menunjukkan perusahaan tetap mencatat pendapatan melampaui ekspektasi, sementara biaya hukum disebut menekan laba per saham. Apakah denda sebesar ini cukup mengubah perilaku perusahaan akan bergantung pada hasil banding yang dijanjikan Meta, dan hal itu masih menjadi pertanyaan.

  • #Meta
  • #New Mexico
  • #Privasi Data
  • #Facebook
  • #Cambridge Analytica