CIMB Group Bantah Rencana Delisting BNGA, Free Float Baru 7,5 Persen
Redaksi Bit Nusantara ·

TL;DR · Ringkasan
CIMB Group Holdings Berhad menepis kabar privatisasi atau delisting saham PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA). Bantahan itu disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia lewat surat tertanggal 22 Oktober 2026, setelah isu tersebut beredar sejak Rabu (21/10). Di sisi lain, porsi saham publik BNGA baru 7,5 persen, masih jauh dari batas minimum yang harus dipenuhi.
Poin kunci
- CIMB Niaga menyampaikan klarifikasi kepada BEI lewat surat tertanggal 22 Oktober 2026 bahwa CIMB Group tidak berencana memprivatisasi BNGA.
- Manajemen CIMB menyatakan belum mengambil keputusan dan belum mengajukan proposal formal terkait potensi privatisasi saham BNGA.
- Free float BNGA tercatat 7,5 persen per September 2026, dan wajib naik menjadi 12,5 persen pada Maret 2027 serta 15 persen pada Maret 2028.
- OJK menyatakan belum ada pembahasan atau konsultasi pengajuan opsi delisting BNGA dari pihak CIMB.
- Terdapat 27 saham bank dengan free float di bawah 15 persen.
JAKARTA, BIT NUSANTARA — Kabar bahwa PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) akan keluar dari bursa dibantah oleh induknya, CIMB Group Holdings Berhad. Grup asal Malaysia itu menegaskan tidak ada rencana privatisasi saham bank tersebut.
Isi surat itu menyebutkan CIMB Group tidak memiliki rencana melakukan privatisasi BNGA.
"Sehubungan dengan pemberitaan terkini, CIMB Group Holdings Berhad secara tegas membantah rencana privatisasi CIMB Niaga," kata CIMB Group. Grup juga menyatakan belum mengambil keputusan dan belum mengajukan proposal formal soal itu.
Isu delisting dan privatisasi sebagai jalan menyikapi aturan batas minimum free float mulai ramai pada Rabu (21/10). Manajemen CIMB menegaskan, "CIMB Niaga tetap menjadi bagian integral dari jejak operasional regional Grup, dan Grup tetap berkomitmen untuk melanjutkan kegiatan operasionalnya di Indonesia".
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ikut menjernihkan. Menurut OJK, belum ada pembahasan atau konsultasi dari CIMB mengenai pengajuan opsi delisting BNGA. "Kami juga sudah ada komunikasi, ternyata dibantah langsung oleh pihak CIMB," kata Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK.
Persoalan pokoknya terletak pada porsi saham publik. Data IDNFinancials mencatat free float BNGA sebesar 7,5 persen per September 2026, sementara kewajibannya 12,5 persen pada Maret 2027 dan 15 persen pada Maret 2028.
CIMB Niaga dan pemegang saham pengendali mengaku sudah menimbang berbagai pilihan untuk memenuhi ketentuan minimum free float menurut Peraturan Bursa Nomor I-A. Rincian langkahnya telah disampaikan ke BEI lewat surat Nomor 103/DIR/IX/2026 bertanggal 17 September 2026. Perseroan berkomitmen memenuhi seluruh ketentuan regulator secara tepat waktu dan terstruktur.
Isu delisting tidak muncul dari ruang kosong. CIMB Securities, dalam research note-nya, menyebut delisting dan go private sebagai opsi yang paling strategis dan kredibel. Pihak CIMB sendiri menyebut pembahasan masih berada di "tahap awal, dengan berbagai tantangan regulasi yang harus dihadapi".
BNGA bukan satu-satunya yang menghadapi tekanan ini. Berdasarkan data yang dihimpun, ada 27 saham bank dengan free float di bawah 15 persen. Free float BNGA yang 7,5 persen berada di barisan paling rendah, di bawah BBKP (14,79 persen), MCOR (14,63 persen), NISP (13,97 persen), BCIC (13,65 persen), AGRO (12,94 persen), dan BABP (12,76 persen).
OJK menyatakan berkomitmen mencari cara dan kemudahan bagi emiten agar dapat memenuhi batas minimum free float saham yang tercatat.
// Analisis redaksi
pendapat Redaksi Bit Nusantara · terpisah dari fakta
Bantahan CIMB Group meredakan kekhawatiran jangka pendek, tetapi tidak menghapus pertanyaan yang lebih mendasar: bagaimana BNGA menutup selisih dari 7,5 persen menuju 12,5 persen dalam waktu relatif singkat. Menaikkan porsi saham publik umumnya berarti menambah pasokan saham di pasar, sehingga langkah itu berpotensi memengaruhi pergerakan harga saham dan perlu dicermati investor ritel maupun institusi. Surat kepada BEI bertanggal 17 September 2026 menunjukkan perseroan sudah menyiapkan skema pemenuhan, namun isi opsinya tidak dirinci dalam bahan.
Adanya penilaian CIMB Securities yang menyebut delisting dan go private sebagai opsi paling kredibel dapat menjelaskan mengapa pasar mudah bereaksi terhadap rumor. Dengan 27 bank yang free float-nya di bawah 15 persen, tenggat ketentuan ini berpotensi mendorong sejumlah emiten bank mengambil keputusan serupa, sehingga janji OJK untuk mencari kemudahan pemenuhan menjadi hal yang patut dicermati. Sejauh ini, bahan belum memuat informasi tentang dampaknya terhadap harga saham atau likuiditas perdagangan BNGA.
- #CIMB Niaga
- #CIMB Group
- #Delisting
- #Free Float
- #Bursa Efek Indonesia